KUKAR
Subsidi Ongkos Angkut Jadi Strategi Kukar Jaga Harga Pangan Tetap Terjangkau


Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berupaya menekan biaya distribusi sebagai salah satu langkah menjaga keterjangkauan harga pangan. Salah satu instrumen yang dimanfaatkan ialah subsidi ongkos angkut (SOA), khususnya untuk penyaluran beras Bulog ke masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kukar, Ananias, mengatakan biaya transportasi memiliki pengaruh terhadap harga komoditas ketika harus didistribusikan dari tempat penyimpanan menuju wilayah pemasaran. Karena itu, dukungan terhadap ongkos pengiriman diperlukan agar tambahan biaya tersebut tidak sepenuhnya dibebankan kepada konsumen.
“Untuk beras Bulog, ada dukungan subsidi ongkos angkut. Tujuannya agar biaya pengiriman tidak sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat yang membeli,” ujar Ananias, Jumat (30/10/2026).
Menurutnya, persoalan distribusi perlu mendapat perhatian karena ketersediaan stok tidak otomatis menjamin harga tetap terjangkau di seluruh wilayah. Komoditas yang sudah tersedia masih harus melewati proses pengangkutan sebelum sampai kepada masyarakat.
“Biaya angkut ini menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Jangan sampai harga yang diterima masyarakat menjadi lebih tinggi karena ongkos distribusinya,” jelasnya.
Ananias menilai, karakteristik wilayah Kukar membuat komponen transportasi menjadi bagian penting dalam pengelolaan distribusi pangan. Jarak antarkawasan dan kebutuhan pengiriman dapat memengaruhi biaya yang harus dikeluarkan dalam menyalurkan komoditas.
Melalui subsidi tersebut, pemerintah berupaya mengurangi beban biaya pengiriman beras Bulog sehingga harga jual kepada masyarakat dapat lebih terkendali. Skema ini menjadi salah satu bentuk intervensi pada sisi distribusi, bukan semata-mata penambahan pasokan.
“Yang kita perhatikan bukan hanya barangnya tersedia, tetapi juga bagaimana komoditas itu bisa sampai ke masyarakat dengan harga yang masih bisa dijangkau,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pengendalian harga pangan perlu memperhitungkan seluruh proses sejak komoditas tersedia hingga diterima konsumen. Dengan demikian, biaya transportasi tidak menjadi faktor tambahan yang memperberat pengeluaran masyarakat.
Melalui subsidi ongkos angkut, Pemkab Kukar berharap penyaluran beras Bulog dapat menjangkau masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau. (rk/Adv Diskominfo Kukar)

OLAHRAGA4 hari agoAmar Brkic Pecahkan Rekor 13 Tahun di Borneo FC, Golnya Bukan Sekadar Penentu Kemenangan
SAMARINDA2 hari agoAir Sungai Karang Mumus Mendadak Hijau, DLH Samarinda Selidiki Dugaan Pencemaran
SAMARINDA5 hari agoPolresta Samarinda Amankan 37 Orang Dugaan Pencurian Kabel Bermodus Penggalian Jalan
PARIWARA3 hari agoWarga Samarinda Beli Yamaha NMAX, Malah Bawa Pulang Fazzio Gratis
SEPUTAR KALTIM2 hari agoAduan Upah Karyawan PT Ekaliya Purnamasari, Seno Aji Minta Disnakertrans Turun Tangan
OLAHRAGA4 hari agoBorneo FC Bawa Modal 5 Gol ke Markas PSS, Tapi Ada Tantangan yang Menanti
SEPUTAR KALTIM2 hari agoBanyak Kendaraan Perusahaan Masih Pakai Pelat Luar Kaltim, Diminta Segera Ganti KT
NUSANTARA2 hari agoEmpat Bocah Samarinda dan Seekor Bekantan: Kisah Kecil yang Mengajarkan Arti Peduli






