KUKAR
Aktivitas Ekonomi Arbizz Space Mesti Terjaga Agar UMKM Tak Sekadar Bertahan

Terisinya seluruh tenan belum cukup untuk memastikan sebuah kawasan usaha mampu menggerakkan ekonomi lokal. Aktivitas jual beli harus terus tumbuh, pengunjung perlu memiliki alasan untuk datang kembali, dan pelaku usaha membutuhkan peluang pasar yang berkelanjutan. Tantangan tersebut menjadi pekerjaan lanjutan bagi Arbizz Space di kawasan Taman Pujasera Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menilai pengembangan kawasan UMKM tidak boleh berhenti pada penyediaan tempat berjualan. Setelah fasilitas tersedia dan pelaku usaha menempati tenan, pengelolaan kawasan perlu diarahkan untuk menciptakan aktivitas ekonomi yang konsisten.
“Terisinya seluruh 58 tenan pada peluncurannya menunjukkan bahwa pelaku UMKM memiliki minat terhadap Arbizz Space. Ini menjadi modal awal yang perlu diikuti dengan pengelolaan dan pengembangan kawasan secara berkelanjutan,” ujar Aulia, Kamis (29/10/2026).
Arbizz Space diluncurkan pada 3 Oktober 2026 dengan menyediakan 58 tenan yang seluruhnya telah terisi. Para pelaku usaha berasal dari Tenggarong dan sejumlah kecamatan lain di Kukar. Kondisi tersebut menjadi titik awal untuk membangun ekosistem usaha yang tidak hanya mengandalkan keberadaan lapak, tetapi juga perputaran konsumen.
Menurut Aulia, tantangan berikutnya adalah memastikan kawasan tersebut tetap memiliki aktivitas setelah momentum peluncuran berlalu. Sebab, keterisian tenan tidak otomatis menjamin tingginya penjualan. Perkembangan usaha tetap dipengaruhi jumlah pembeli, daya beli masyarakat, kualitas produk, harga, serta kemampuan pedagang membaca kebutuhan pasar.
“Arbizz Space menjadi ruang yang mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat. Jadi, fungsinya bukan hanya untuk berjualan, tetapi juga membangun interaksi dan mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi di sekitarnya,” katanya.
Untuk menjaga keberlanjutan aktivitas, kegiatan rekreasi, pertunjukan seni, dan kebudayaan dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan kawasan. Agenda yang diselenggarakan secara konsisten berpotensi memperluas alasan masyarakat untuk berkunjung, sekaligus membuka kesempatan bagi tenan memperkenalkan produk kepada calon konsumen baru.
Namun, keramaian kawasan perlu diikuti dengan dampak yang dapat dirasakan pelaku usaha. Jumlah kunjungan, transaksi, dan perkembangan penjualan menjadi aspek penting untuk mengevaluasi apakah kegiatan yang digelar benar-benar membantu pertumbuhan UMKM.
“Kalau kegiatan budaya dan rekreasinya berjalan secara konsisten, masyarakat akan memiliki lebih banyak alasan untuk berkunjung. Harapannya, aktivitas itu juga memberi dampak terhadap usaha para tenan, sehingga manfaatnya tidak berhenti pada keramaian kawasan saja,” jelas Aulia.
Selain mengembangkan aktivitas secara langsung, pemerintah daerah juga melihat peluang memperluas pemasaran melalui KukarGO, platform digital yang disiapkan untuk memperkenalkan produk lokal. Keterhubungan antara pemasaran luring dan digital dapat membantu pelaku usaha menjangkau konsumen di luar pengunjung yang datang ke Arbizz Space.
Aulia menegaskan, pemanfaatan teknologi harus disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha. Digitalisasi tidak cukup sebatas kehadiran produk pada sebuah platform, tetapi harus membantu memperluas pasar, memperbaiki pengelolaan usaha, dan membuka peluang peningkatan pendapatan.
“Digitalisasi harus memberikan manfaat langsung bagi UMKM. Bukan hanya soal menggunakan platform digital, tetapi bagaimana produk semakin dikenal, pemasaran semakin luas, pengelolaan usaha semakin tertib, dan pada akhirnya pendapatan pelaku usaha dapat meningkat,” tegasnya.
Karena itu, keberhasilan Arbizz Space perlu dinilai melalui perkembangan usaha setelah kawasan berjalan. Pemerintah, pelaku UMKM, perbankan, komunitas, dan masyarakat perlu mengambil peran agar fasilitas yang telah tersedia mampu berkembang menjadi ruang ekonomi yang produktif.
“Ke depan, yang harus kita pastikan adalah bagaimana aktivitas bisnis, rekreasi, dan budaya bisa terus berjalan secara berkesinambungan. Dengan begitu, Arbizz Space tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi UMKM dan masyarakat Kukar,” pungkas Aulia. (rk/Adv Diskominfo Kukar)
-
OLAHRAGA3 hari agoAmar Brkic Pecahkan Rekor 13 Tahun di Borneo FC, Golnya Bukan Sekadar Penentu Kemenangan
-
SAMARINDA4 hari agoPolresta Samarinda Amankan 37 Orang Dugaan Pencurian Kabel Bermodus Penggalian Jalan
-
SAMARINDA22 jam agoAir Sungai Karang Mumus Mendadak Hijau, DLH Samarinda Selidiki Dugaan Pencemaran
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoKarhutla Kaltim Mulai Menurun, Apakah Ancaman Asap dan Kekeringan Sudah Berakhir?
-
SEPUTAR KALTIM22 jam agoAduan Upah Karyawan PT Ekaliya Purnamasari, Seno Aji Minta Disnakertrans Turun Tangan
-
PARIWARA2 hari agoWarga Samarinda Beli Yamaha NMAX, Malah Bawa Pulang Fazzio Gratis
-
BALIKPAPAN4 hari agoPasokan Air Bersih Balikpapan Terbatas, Ini Cara Mengatur Kebutuhan Air di Rumah
-
OLAHRAGA3 hari agoBorneo FC Bawa Modal 5 Gol ke Markas PSS, Tapi Ada Tantangan yang Menanti
