Connect with us

OLAHRAGA

Mauro Jeronimo Bongkar Penyebab Borneo FC Tumbang dari PSIM, Soroti Kesalahan Pemain

Published

on

Mauro menyoroti sejumlah kesalahan tim setelah Pesut Etam kalah 1-2 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu, 1 November 2026. (Dok. Ileague))

Kekalahan Borneo FC Samarinda dari PSIM Yogyakarta menyisakan sejumlah pekerjaan rumah bagi Mauro Jeronimo. Pelatih Pesut Etam itu secara terbuka menyoroti kesalahan pemain, mulai dari kehilangan penguasaan bola hingga lemahnya antisipasi ketika lawan melepaskan tembakan jarak jauh.

Borneo FC harus pulang dari Stadion Sultan Agung, Bantul, tanpa membawa poin setelah kalah 1-2 dari PSIM dalam lanjutan BRI Super League 2026/2027, Minggu, 1 November 2026.

Hasil tersebut cukup mengejutkan. Sebab, Pesut Etam sempat memimpin lebih dulu melalui gol Asgal Habib pada menit ke-33. Namun, keunggulan itu tidak mampu dipertahankan setelah tuan rumah mencetak dua gol pada babak kedua.

Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Mauro mengakui anak asuhnya memperlihatkan penampilan berbeda sepanjang dua babak. Ia bahkan menilai 30 menit pertama pertandingan menjadi salah satu periode ketika Borneo FC belum bermain sesuai harapan.

“Menurut saya, dalam pertandingan ini ada dua babak yang sangat berbeda. Di babak pertama, 30 menit awal kita tidak terlalu bagus. Kita banyak kehilangan bola, banyak kehilangan saat passing,” kata Mauro.

Pelatih asal Portugal itu menjelaskan, permainan Borneo FC mulai membaik menjelang akhir babak pertama. Timnya mampu memperbaiki aliran bola dan akhirnya mendapatkan gol pembuka melalui Asgal Habib.

Namun, situasi berbeda terjadi setelah turun minum.

Mauro Soroti Dua Kesalahan yang Berujung Kekalahan

Mauro menilai Borneo FC sebenarnya memulai babak kedua dengan permainan yang lebih baik dan agresif. Akan tetapi, peningkatan tersebut tidak diikuti kemampuan menjaga keunggulan.

PSIM berhasil menyamakan kedudukan melalui Adrian Purzycki pada menit ke-57. Hanya berselang sekitar tujuh menit, Savio Sheva mencetak gol kedua lewat tembakan jarak jauh yang gagal dijangkau kiper Borneo FC, M Kadu.

“Terbaliknya di babak kedua. Kita masuk sedikit lebih bagus, sedikit lebih agresif, tapi kita kebobolan dua kali. Inilah sepak bola,” ujarnya.

Secara khusus, Mauro menyoroti gol kedua PSIM. Ia mengakui penyelesaian Savio Sheva sangat bagus, tetapi menurutnya ada kesalahan antisipasi dari pemain Borneo FC yang seharusnya bisa mencegah tembakan tersebut.

“Menurut saya, golnya sangat luar biasa. Kita harus akui pemain mereka mendapatkan bola dan melakukan shooting dari jauh. Tapi di sisi lain, kemungkinan kita seharusnya ada satu pemain yang bisa memblok itu,” jelasnya.

Mauro juga menilai pemain PSIM mendapatkan terlalu banyak ruang untuk mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan. Situasi tersebut seharusnya bisa diantisipasi oleh pemain tengah Borneo FC.

Meski kecewa dengan hasil pertandingan, ia tetap memberikan apresiasi kepada Savio Sheva dan PSIM atas kemenangan yang diraih.

“Selamat buat dia, buat tim mereka juga karena ini hasilnya yang mereka layak,” tuturnya.

Minta Pemain Belajar, Laga Berikutnya Jadi Ujian

Kekalahan dari PSIM menjadi bahan evaluasi bagi Mauro. Ia menegaskan masih banyak aspek permainan yang harus ditingkatkan agar Borneo FC tidak kembali kehilangan poin akibat kesalahan serupa.

“Ada banyak hal yang kita butuh tingkatkan. Ada banyak hal yang harus kita pelajari dari pertandingan ini supaya ke depannya kita lebih bagus,” tambahnya.

Mauro juga mengingatkan bahwa skuad Borneo FC memiliki banyak pemain muda. Karena itu, konsentrasi dan konsistensi menjadi hal yang harus terus diperbaiki.

Ia ingin para pemain memahami bahwa setiap pertandingan memiliki tingkat kesulitan tersendiri dan harus dihadapi dengan keseriusan penuh.

“Kami memiliki tim yang sangat muda, kami harus lebih fokus, kami harus memahami setiap pertandingan di sini. Pertandingan harus dianggap sebagai sebuah final karena lawan sangat bagus dan kami harus terus berkembang,” ujarnya.

Setelah kehilangan poin di Bantul, Borneo FC kini harus segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya melawan PSM Makassar pada 7 November 2026.

Bagi Mauro, kekalahan dari PSIM bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga peringatan agar Pesut Etam lebih disiplin, konsisten, dan mampu meminimalkan kesalahan ketika menghadapi pertandingan selanjutnya. (ar)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

POPULER