EKONOMI DAN PARIWISATA
Ekspor Udang Windu Kaltim Tembus Rp173 Miliar, Pasar Jepang hingga Amerika Jadi Andalan
Udang windu menjadi salah satu andalan ekspor perikanan Kalimantan Timur dengan nilai mencapai Rp173,3 miliar. Capaian ini menunjukkan besarnya potensi hasil laut Kaltim di pasar internasional, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi biru di daerah.
Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Perikanan, Budidaya, dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim, Heliana, mengatakan kinerja ekspor perikanan daerah menunjukkan perkembangan positif sepanjang 2026. Produk perikanan Kaltim kini menjangkau sekitar 12 negara tujuan, dengan Jepang, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Malaysia sebagai pasar utama yang relatif stabil.
Udang Windu Jadi Komoditas Andalan Ekspor
Berdasarkan data yang disampaikan Heliana, ekspor perikanan Kaltim pada triwulan I 2026 atau periode Januari–Maret mencapai 670,3 ton.
Sementara itu, ekspor udang selama Januari hingga Juli 2026 tercatat sebanyak 1.385,88 ton dengan nilai Rp274,74 miliar. Pada September 2026, ekspor perikanan Kaltim kembali tercatat sebesar 360,32 ton dengan nilai mencapai Rp65,39 miliar.
Di antara berbagai komoditas tersebut, udang windu menjadi salah satu produk unggulan. Komoditas ini tercatat memiliki volume ekspor 769,9 ton dengan nilai mencapai Rp173,3 miliar.
“Berdasarkan data yang disampaikan, udang windu menyumbang sekitar 77 persen dari nilai ekspor yang dihitung dalam kategori tersebut,” ungkap Heliana saat menjadi pembicara dalam pembahasan ketahanan sektor perikanan Kaltim di tengah fenomena El Niño, belum lama ini, seperti dilansir dari Portal Kaltim, Kamis 29 Oktober 2026.
Selain udang windu, Kaltim juga memiliki potensi komoditas lain yang bisa dikembangkan untuk pasar ekspor. Salah satunya ikan kerapu yang banyak dibudidayakan di wilayah Kabupaten Berau.
Peluang pasar juga ditopang oleh jangkauan perdagangan yang cukup luas. Selain Jepang, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Malaysia, produk perikanan Kaltim turut dipasarkan ke Taiwan, Singapura, Vietnam, Hong Kong, Inggris, Korea Selatan, dan Arab Saudi.
Konektivitas Logistik dan Ekonomi Biru
Pengiriman produk perikanan ke pasar internasional turut didukung konektivitas logistik. Salah satunya melalui penerbangan kargo langsung dari Balikpapan menuju Wenzhou, Tiongkok, yang beroperasi dua kali dalam sepekan.
Jalur distribusi ini menjadi salah satu penunjang pemasaran produk perikanan Kaltim. Namun, penguatan ekspor tidak hanya bergantung pada akses pengiriman, tetapi juga perlu diikuti peningkatan kualitas produk, kesinambungan pasokan, dan daya saing pelaku usaha.
Di tingkat daerah, pengembangan sektor kelautan dan perikanan juga didukung program Kampung Nelayan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dalam keterangan yang disampaikan Heliana, tiga lokasi di Kaltim disebut telah masuk program tersebut, yakni Loa Kulu di Kabupaten Kutai Kartanegara, Sepatin di Kabupaten Paser, serta Maratua di Kabupaten Berau.
Pemerintah Provinsi Kaltim, lanjut Heliana, berkomitmen memperkuat pengembangan sektor ini melalui kolaborasi dengan pelaku usaha, akademisi, kelompok pembudidaya ikan, dan nelayan tangkap.
Koordinasi antarpemangku kepentingan dinilai penting untuk memperkuat pembinaan, meningkatkan daya saing produk, sekaligus menampung aspirasi masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sektor perikanan.
“Melalui kolaborasi dan sinergi yang dibangun bersama, kami berharap dapat menumbuhkan sistem ekonomi baru, yaitu ekonomi biru, yang memiliki potensi besar di Kalimantan Timur melalui pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan,” tutupnya.
Dengan komoditas unggulan seperti udang windu, dukungan pasar internasional, serta penguatan sektor budidaya dan perikanan tangkap, Kaltim memiliki peluang untuk terus mengembangkan ekonomi kelautan. Tantangannya adalah memastikan potensi tersebut diikuti pengelolaan yang berkelanjutan dan manfaat ekonomi yang dirasakan pelaku usaha hingga masyarakat pesisir. (am)
-
SAMARINDA4 hari agoPolresta Samarinda Amankan 37 Orang Dugaan Pencurian Kabel Bermodus Penggalian Jalan
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoKarhutla Kaltim Mulai Menurun, Apakah Ancaman Asap dan Kekeringan Sudah Berakhir?
-
OLAHRAGA2 hari agoAmar Brkic Pecahkan Rekor 13 Tahun di Borneo FC, Golnya Bukan Sekadar Penentu Kemenangan
-
SAMARINDA14 jam agoAir Sungai Karang Mumus Mendadak Hijau, DLH Samarinda Selidiki Dugaan Pencemaran
-
PARIWARA2 hari agoWarga Samarinda Beli Yamaha NMAX, Malah Bawa Pulang Fazzio Gratis
-
SAMARINDA5 hari agoLebih dari 60 Titik Galian Ditemukan di Samarinda, Dugaan Pencurian Kabel Bikin Wali Kota Turun Tangan
-
SEPUTAR KALTIM14 jam agoAduan Upah Karyawan PT Ekaliya Purnamasari, Seno Aji Minta Disnakertrans Turun Tangan
-
OLAHRAGA2 hari agoBorneo FC Bawa Modal 5 Gol ke Markas PSS, Tapi Ada Tantangan yang Menanti

