SAMARINDA
Ajak Siswa SD Pungut Sampah di SKM, DLH Samarinda Bentuk Habit Baru
Ada yang berbeda dari susur dan pungut sampah di SKM kali ini. Karena Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga mengajak puluhan siswa SD di Samarinda. Bentuk edukasi dan menanamkan kebiasaan baru untuk sadar kebersihan.
Sudah sejak tahun 2023 lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup menaruh perhatian pada Sungai Karang Mumus (SKM). Dengan merutinkan kegiatan susur sungai dan pungut sampah sekitar SKM.
Kegiatan bersih-bersih itu, biasa dilakukan dalam sebulan sekali. Dengan menyasar berbagai titik aliran SKM. Selain mengurangi sampah, juga untuk edukasi ke masyarakat untuk ikut sadar kebersihan sungai.
Namun, ada yang berbeda dari susur sungai dan pungut sampah SKM pada Juni ini. Biasanya kalangan mahasiswa dan komunitas yang ikut serta. Kali ini, anak-anak Sekolah Dasar (SD) membantu memungut sampah.
Setidaknya ada puluhan siswa dari 10 SD yang bergabung pada susur sungai dan pungut sampah SKM yang dipusatkan di Pangkalan Pungut GMMS SKM tepat samping Masjid Al-Misbah. Pada Jumat, 14 Juni 2024.
Puluhan anak-anak SD itu mengenakan seragam olahraga. Bergerak sejak jam 8 pagi untuk menyusur daratan tepi sungai dan mengambil sampah yang terlihat, lalu dikumpulkan dalam kresek kuning.
Selain itu, dari berbagai perusahaan juga ikut serta. Seperti Manajemen Hotel Aston, perwakilan Perumdam Tirta Kencana, Bank Indonesia, PLN, hingga jajaran pemerintah seperti Dishub, BPBD, hingga Polair.
Ketika anak-anak bergerak dari sisi darat, merekalah yang turun ke sungai. Dengan menggunakan sekitar 80 armada, yang 60 di antaranya merupakan kapal ketinting. Perkiraan dapat 1 ton sampah dari SKM.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Boy Leonardo mengaku pihaknya mulai gencar mengajak anak-anak sekolah sebagai bentuk edukasi dini.
“Kalau bisa bahkan mulai dari tingkat TK untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap kebersihan, seperti menjaga kebersihan rumah mereka sendiri,” jelasnya usai agenda.
“Di negara maju, itu sudah jadi hal lumrah. Dimulai dari generasi mudanya,” tambahnya.
SKM Indah Jika Dirawat
Boy bilang, ingin menunjukkan kepada anak-anak betapa indahnya sungai yang dimiliki Kota Samarinda, jika dirawat dan dijaga dengan baik. Sehingga mereka bisa tumbuh bersama kebiasaan menjaga sungai.
Selain memungut sampah, anak-anak juga diajarkan simulasi membuat eco enzim. Memanfaatkan sampah sisa makanan seperti kulit buah, untuk difermentasi menjadi bahan pestisida atau pupuk tanaman.
“Paling tidak mereka nggak asing dengan hal itu. Karena kita ingin memasukkan kebersihan sebagai kurikulum. Mungkin awalnya muatan lokal, tapi minimal bisa masuk nilai rapot,” pungkasnya. (ens/fth)
-
NUSANTARA2 hari agoAdik Presiden Prabowo Sebut Hutan Rusak Jadi Sumber Karhutla, 12,7 Juta Hektare Disiapkan untuk B50-B100
-
FEATURE2 hari agoPameran Di Balik Situs Angkat Kisah Sejarah Kaltim dan Kaltara Lewat Seni Rupa
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoPemprov Kaltim Siapkan Surat Edaran Pembatasan Peredaran Vape
-
POLITIK3 hari agoRudy Mas’ud ke Singapura untuk Medical Check Up, Pemprov Jelaskan Izin Perjalanan
-
KUKAR2 hari agoDesa Penghubung IKN Jadi Lokasi TMMD ke-130 di Kukar
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoEl Nino Kuat Berlanjut hingga 2027, Kaltim Diminta Waspadai Kemarau Panjang dan Bencana Hidrometeorologi
-
NUSANTARA4 hari agoKarhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, Asap Meluas dan Ribuan Hektare Lahan Terbakar
-
KUKAR3 hari agoAulia Tekankan Pentingnya Mentalitas Pemimpin dalam Menghadapi Tantangan

