SAMARINDA
Camat Sambutan: Samarinda Perlu Tiru Cara Sumedang Turunkan Angka Stunting
Camat Sambutan baru balik dari studi tiru ke Sumedang. Kabupaten yang berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan tahun lalu. Menurutnya, Pemkot Samarinda perlu menyontoh sistem yang berlaku di sana.
Menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 & 2022 dari Kementerian Kesehatan. Angka stunting di Kota Samarinda terbilang masih tinggi. Prevalensinya sebesar 25,3%. Tertinggi kedua di Kaltim setelah Kukar pada 2022. Sementara standar prevalensi dari World Health Organization (WHO) harus kurang dari angka 20 persen.
Di Indonesia terdapat daerah yang bagus dalam penanganan stunting. Angka prevalensi turun drastis menjadi 8,2 persen pada 2022, setelah mengalami angka 32,2 persen pada 2018. Yakni Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Menurut Camat Sambutan, Samarinda, Yosua Laden. Sistem dan alat yang digunakan oleh Sumedang layak dijadikan contoh.
“Kemarin kebetulan, beberapa minggu yang lalu. Kami sempat studi tiru ke Sumedang. Memang mereka sudah terpadu.”
“Nah nanti kami akan rekomendasikan kepada wali kota Samarinda untuk bisa mencontoh. Akan kami serahkan setelah beliau pulang dari ibadah haji,” ujarnya belum lama ini.
Nilai Yosua, Samarinda masih tertinggal cukup jauh. Baik secara sistem maupun kecanggihan alat.
Seperti sistem titik by name by address, alias pendataan dengan detail tiap nama dan alamat. Selanjutnya dari segi alat, Kabupaten Sumedang sudah memiliki alat ukur yang sudah canggih dan mahal seperti antropometri.
Kemudian dari segi kelengkapan. Alat yang dimiliki Kabupaten Sumedang sudah lengkap bukan hanya di puskesmas, namun sudah di setiap posyandu. Ditambah setiap kader kesehatan juga sudah dilatih, bahkan memakan waktu hingga satu tahun.
“Itu yang membuat kita tertinggal. Kalau saya bilang, kita ini baru coba merangkak, tapi mereka sudah terbang.”
“Dan juga di sana warga yang datang ke posyandu sudah 90%. Kalau kita belum,” lanjutnya.
Yosua mengaku, sudah menyampaikan kepada Kepala Bagian Kerja Sama untuk berkomunikasi dengan pemerintah Sumedang.
Dia tentu berharap agar Kota Samarinda dapat melihat kota percontohan skala nasional itu. Agar angka stunting di Samarinda juga bisa turun secara signifikan hingga 0 kasus. Mulai dari perbaikan sistem, hingga peningkatan kecanggihan alat kesehatan di Kota Samarinda. (*/ens/fth)
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoPastikan Perbaiki Sistem Gratispol, Pemprov Kaltim Tepis Isu Pemutusan Sepihak Mahasiswa
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoSinyal Positif Pertanian Kaltim, Produksi Padi 2025 Naik Tembus 270 Ribu Ton
-
BALIKPAPAN3 hari agoSasar 14 Sekolah di Balikpapan-PPU, JNE dan Rumah Zakat Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah ke Ratusan Siswa Yatim Dhuafa
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoRealisasi ‘Gratispol’ Religi, 877 Penjaga Rumah Ibadah Kaltim Terbang Gratis ke Tanah Suci
-
PARIWARA2 hari agoTampil di IIMS 2026, AEROX ALPHA Pamerkan Warna & Grafis Anyar yang Anti-Mainstream
-
PARIWARA21 jam agoYamaha Gebrak Maksimal di Panggung IIMS 2026, Pamerkan Model Terbaru dan Rayakan Momen Istimewa
-
SAMARINDA5 hari agoRamaikan Islamic Center di Malam Nisfu Sya’ban, Ribuan Warga Samarinda Diajak Bersihkan Hati Jelang Ramadan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoKemiskinan di Kaltim Naik Tipis per September 2025, Beras dan Rokok Jadi Pemicu Utama

