BERITA
Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional Penanggulangan Terorisme, Hadi: Kaltim Siap Jaga Keutuhan NKRI
Balikpapan menjadi kota ketiga setelah Malang, Jawa Timur dan Mataram, Nusa Tenggara Barat yang dipilih menjadi lokasi Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional dalam rangka Penanggulangan Terorisme.
Deklarasi nasional ini diinisiasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), digelar di Ballroom Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Senin (20/09). Dengan menghadirkan tokoh agama dan tokoh adat dan tokoh perempuan yang mendeklarasikan Kesiapsiagaan Nasional Penanggulangan Terorisme di wilayah Kaltim.
Deklarasi ini disaksikan dan dihadiri Kepala BNPT Komjen Polisi Boy Rafli Amar, Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi, Kapolda Kaltim Irjen Polisi Hery Rudolf Nahak, Kasdam VI Mulawarman Brigjen TNI Ibnu Bintang Setiawan, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kaltim Ahmad Jubaidi.
Kepala BNPT Komjen Polisi Boy Rafli Amar mengungkapkan Deklarasi Nasional dalam rangka Penanggulangan Terorisme ini bagian dari kegiatan pencegahan terorisme, yaitu kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi dan deradikalisasi.
“Dengan tujuan untuk mencegah paham radikal intoleran agar tidak mudah masuk ke Indonesia dan diterima begitu saja oleh anak-anak muda di Indonesia. Karena Itu merupakan suatu kekeliruan besar dan kesalahan fatal. Sehingga peran tokoh agama, adat, pemuda dan perempuan di daerah sangat penting untuk mencegah masuk dan berkembangnya paham radikal intoleran dalam rangka menjaga keutuhan NKRI,” kata Boy Rafli.
Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menyambut baik digelarnya Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional dalam rangka Penaggulangan Terorisme di Kota Minyak Balikpapan. Hal itu, lanjut dia, tentu saja karena Balikpapan khususnya dan Kaltim secara umum merupakan wilayah yang kondusif.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Balikpapan dan Kaltim. Saya minta masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas daerah dan memperhatikan situasi yang terkait dengan lingkungan agar kita terhindar dari paham radikal intoleran. Dan insyaallah. Kaltim siap untuk menjaga keutuhan NKRI,” ucap Hadi.
Ada lima poin dideklarasikan terkait penanggulangan terorisme, yaitu sebagai warga negara Indonesia menyatakan setia kepada Pancasila dan UUD 1945, menjunjung tinggi kebhinekaan, bersinergi menolak intoleransi dan radikal terorisme, mendukung kesiapsiagaan nasional dalam mengantisipasi ancaman terorisme, serta siap mewujudkan Indonesia damai. (hms/Redaksi KF)
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoDokter RSUD IA Moeis Samarinda Dinonaktifkan Sementara usai Komentar soal Pasien BPJS Viral
-
NUSANTARA3 hari agoMuhammad Faisal Resmi Serahkan Tongkat Estafet Ketua ASKOMPSI kepada Rudy Rinaldi
-
SAMARINDA2 hari agoRS PrimeCare Samarinda Resmi Beroperasi, Andalkan Teknologi Minimal Invasif hingga Laboratorium Genomik
-
BALIKPAPAN3 hari agoNgopi di Lokale Bisa Bawa Pulang Yamaha Grand Filano, Program Berlangsung hingga September 2026
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoPemprov Kaltim Ambil Alih Mall Lembuswana Setelah 30 Tahun, Siap Masuki Era Baru Revitalisasi
-
OLAHRAGA4 hari agoHome Race di Mandalika, Yamaha Racing Indonesia Bidik Kemenangan Perdana Seri 4 ARRC 2026
-
OLAHRAGA5 jam agoCetak Sejarah di Mandalika, Wahyu Nugroho Antar Yamaha Racing Indonesia Raih Kemenangan Perdana SS600 ARRC
