OLAHRAGA
Demi Nama Baik Indonesia, Borneo FC akan Tampil Habis-habisan di ACC
Pieter Huistra menyadari bahwa Borneo FC merupakan perwakilan Indonesia di ajang ACC 2024. Karena itu, ia ingin timnya tampil sebaik mungkin, untuk membuktikan bahwa sepak bola Indonesia telah berkembang dan tak bisa diremehkan.
Di tengah bergulirnya Liga 1 musim 2024/25, Borneo FC Samarinda akan tampil di ASEAN Club Championship (ACC) 2024, bersama PSM. Pesut Etam akan menjadi tuan rumah lebih dulu di laga perdananya di fase grup. Mereka akan melawan wakil Singapura, Lions City Sailor di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, pada 22 Agustus 2024.
Meski waktu persiapan untuk melawan Bali United pada 27 Agustus terpangkas. Pelatih Pieter Huistra tak mau tampil seadanya di ACC. Ia akan tetap menurunkan pemain terbaiknya di laga itu.
Laga kontra tim peringkat kedua Liga Singapura (klasemen sementara) itu akan menjadi debut Pasukan Samarinda di kancah internasional. Karenanya, mereka mematok target menang.
Borneo FC Bawa Nama Indonesia
Alasan kenapa Borneo FC ingin menang, kata Pieter Huistra, tak lain adalah karena mereka membawa nama sepak bola Indonesia ke kancah internasional. Ia ingin membuktikan bahwa klub Tanah Air bisa bersaing di level Asia. Meski memang faktanya, koefisien Indonesia di Asia sangat buruk saat ini.
“Sebelum melawan Bali, kami akan bermain di ACC. Borneo akan melawan Lion City Sailors dan kami menantikannya.”
“Kami ingin melakukan yang terbaik, menunjukkan representasi Indonesia di jalan yang bagus. Saya ingin menujukkan representasi Indonesia bisa bermain di AFC, di Champion League atau di divisi AFF.”
“Saya rasa ini penting jika kami bisa mendapatkan pengalaman ini. Setelah melawan Lion City Sailors, kemudian saya akan memikirkan pertandingan melawan Bali,” ujarnya usai laga kontra Arema FC, Sabtu kemarin.
Indonesia Terpuruk di Asia
Musim ini bisa dikatakan sebagai kejatuhan terbesar Liga Indonesia di kancah Asia. Beberapa musim terakhir, Indonesia mendapat jatah 2 klub. Juara Liga 1 berpeluang main di kancah tertinggi kompetisi antarklub Asia (Liga Champions Asia) lewat jalur playoff. Sementara tim runner-up otomatis masuk ke fase grup AFC (kasta kedua).
Namun per 2024, situasinya berbeda. Juara liga otomatis masuk ke fase grup ACL2 (kasta kedua), dan runner-up otomatis masuk ke fase grup ACGL (kasta ketiga). Penurunan koefisien ini disebabkan oleh hasil buruk yang diraih tim-tim Indonesia di kancah Asia.
Terakhir kali tim Indonesia bermain di Liga Champions Asia adalah pada 2011 lalu. Alias 6 tahun sebelum liga berganti format jadi Liga 1. Dan prestasi terbaik wakil Indonesia adalah saat Persipura menembus Semifinal AFC Cup (kasta kedua) pada 2014 silam.
Saat ini, Indonesia menempati urutan ke-28 liga terbaik di Asia, dan urutan keenam di ASEAN. Liga Indonesia berada di bawah Thailand, Malaysia, Vietnam, Vietnam, dan Singapura.
Memang benar, baik buruknya hasil yang diraih Borneo FC ataupun PSM di ACC tidak akan berpengaruh pada koefisien Liga 1 di Asia. Tapi bagi Pieter Huistra, semua laga di ajang tersebut layak diperjuangkan demi nama Indonesia. (dra)
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoBaru 9 Diakui dari 505 Komunitas, Pemprov Kaltim Bentuk Tim Khusus Percepat Status Masyarakat Adat
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoPerangi DBD, Dinkes Kaltim Sebar 6.170 Dosis Vaksin Qdenga ke Daerah
-
PARIWARA4 hari agoIt’s Time To Ride The Kalcer! Warna Terbaru Grand Filano Hybrid Siap Jadi Skutik Idaman Anak Muda Kalcer Abis
-
SEPUTAR KALTIM4 hari ago21.903 Mahasiswa Baru Kaltim Resmi Bebas UKT Lewat Gratispol, Tahun Depan Target Tembus 124 Ribu Penerima
-
PARIWARA2 hari agoGaji Sering ‘Numpang Lewat’? CIMB Niaga Tawarkan Banyak Fitur Lewat OCTO Savers Payroll
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoAwas Cuaca Ekstrem, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Kaltim Akhir Pekan Ini
-
BALIKPAPAN3 hari agoSoroti 319 Ribu Kasus Kecelakaan Kerja, Wagub Kaltim: K3 Bukan Sekadar Aturan, Tapi Hak Pulang Selamat
-
SEPUTAR KALTIM13 jam agoPastikan Perbaiki Sistem Gratispol, Pemprov Kaltim Tepis Isu Pemutusan Sepihak Mahasiswa

