SAMARINDA
Dinas Ketapangtani Cetak Sawah Baru di Sambutan, Tambah Pemenuhan Pangan Lokal Samarinda hingga 10 Persen
Dinas Ketapangtani sedang proses mencetak lahan sawah baru di Sambutan sekitar 150-an hektaree. Diharapkan menambah pemenuhan kebutuhan pangan lokal sebanyak 10 persen, sehingga menjadi sebanyak 30 persen.
Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Samarinda, merupakan area perkotaan yang didominasi gedung dan permukiman. Kota dengan jumlah penduduk terbesar di pulau Kalimantan yang sebanyak 868.499.
Di kota ini, selain area perkotaan, juga terdapat beberapa kawasan yang masih berupa sawah dan ladang kering. Meski tidak luas dan hanya sebagian kecil dari Kota Samarinda, tidak lebih dari 300 hektare. Letaknya di daerah pinggiran.
Sehingga persawahan yang banyak berada di daerah Sambutan, Kota Samarinda tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh warganya. Bahkan sebagian besar masih mengandalkan kiriman dari luar daerah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapangtani) Kota Samarinda Darham mencatat sekitar 80 persen kebutuhan pangan Kota Samarinda masih dipasok dari daerah lain. Termasuk dari sektor ternak.
“Dari luar itu Sulawesi dan Jawa, termasuk beras dan ternak, sampai NTT untuk ternak kita datangkan,” jelas Darham kepada Kaltim Faktual belum lama ini.
“Tapi secara kualitas, Kota Samarinda sudah bisa menyamai kualitas dari daerah luar. Kita terbatas lahan saja,” tambahnya.
Tahun ini, Darham menyebut pihaknya tengah berproses memperluas lahan pertanian dengan mencetak sawah baru. Targetnya hingga tahun depan 2025 sudah rampung sampai 150 hektaree sawah untuk pertanian.
Percetakan Sawah di Sambutan
Belum lama ini, percetakan sawah baru sudah dicoba di Kelurahan Sambutan. Terdapat tambahan sekitar 30 hektaree sawah baru. Dan kata Darham, sudah berhasil. Yang mulanya merupakan lahan kosong dan lahan banjir.
“Selama tiga tahun tidak bisa digunakan, setelah kerja sama dengan BWS dan PUPR Kaltim itu sudah bisa digunakan.”
“Untuk di daerah Sambutan itu sudah sekitar 130 hektare. Nanti kita tambah menjadi 180 hektare. Di daerah utara diperkirakan ada 120 hektare. Jadi kalau ditotal akan lebih 300 hektare nantinya,” hitung Darham.
Jumlah itu diharapkan mampu menambah produksi pangan lokal, utamanya beras, untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal. Meski jumlah itu belum bisa mencover kebutuhan secara keseluruhan.
Catat Darham, jumlah itu mampu menambah produksi pangan lokal sebanyak 10 persen. Sehingga yang semula 20 persen menjadi 30 persen. Setidaknya sedikit mengurangi jumlah pasokan pangan dari luar daerah.
“Untuk bantuan pupuk, alat, dan lainnya setiap tahun juga berjalan. Kita terus upayakan peningkatan,” pungkasnya. (ens/fth)
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoRudy Mas’ud Rotasi 49 Pejabat Pemprov Kaltim, Enam Kepala OPD Bergeser
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoBacklog Perumahan Kaltim Tembus 591 Ribu KK, Pemprov Genjot Subsidi Biaya Rumah dan RTLH
-
KUKAR5 hari agoAtlet Kukar Matangkan Persiapan Jelang Porprov Kaltim di Paser
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoTarget Bedah Rumah Kaltim Turun, 2026 Hanya 519 Unit
-
BALIKPAPAN2 hari agoUniba Jadi Kampus Pertama di Kaltim Gandeng BPJS Ketenagakerjaan
-
BALIKPAPAN4 hari agoBacitra Segera Meluas ke Manggar dan Km 23, Angkot Diminta Tak Tersisih
-
KUKAR4 hari agoProsesi Sakral Erau Adat Kutai 2026 Berakhir, Rangkaian Dilanjutkan dengan Ziarah
-
SAMARINDA1 hari agoYamaha Gear Ultima Family Picnic Meriahkan Yamaha Customer Day 2026 di Samarinda

