OLAHRAGA
Ditahan Imbang PSS, Pelatih Borneo FC: Kartu Merah dan Gol Bunuh Diri Mengubah Banyak Hal
Borneo FC melewatkan kesempatan mengudeta PSM dari puncak klasemen saat melawat ke kandang PSS yang berstatus tim juru kunci. Namun keberuntungan tidak berpihak pada mereka. Bermain dengan 10 orang sejak babak pertama, serta gol bunuh diri bek andalan membuat perbedaan besar.
Laga antara PSS Sleman kontra Borneo FC Samarinda di pekan keempat Liga 1 musim 2024/25, yang berlangsung di Stadion Manahan Solo, Kamis sore, awalnya berjalan seru. Kedua tim sama-sama ingin menang, sehingga menampilkan permainan terbuka. Ada banyak celah di lini bertahan yang bisa dieksploitasi oleh penyerang masing-masing tim.
Tapi laga baru berjalan 12 menit, petaka datang untuk Pesut Etam. Nadeo Argawinata secara reflek menepis bola dengan tangannya di luar kotak penalti. Awalnya wasit memberi kartu kuning, namun setelah tinjauan VAR, kartu kuningnya dicabut dan berganti jadi kartu merah langsung.
Rencana Pieter Huistra tentu langsung buyar. Angga Saputro masuk menggantikan Leo Guntara yang berposisi sebagai bek kiri. Mariano Peralta yang sedianya bermain sebagai penyerang sayap kanan, berganti posisi jadi bek kiri sekaligus penyerang kiri.
PSS yang tampil ngotot sukses mematikan beberapa aliran bola Pasukan Samarinda. Borneo FC tidak seberbahaya biasanya.
Tapi publik tuan rumah mendadak terhenyak, ketika pada menit ke-25, Leo Gaucho memecah kebuntuan Pesut Etam. Gol itu bertahan sampai turun minum babak pertama.
Di babak kedua, Peralta yang sebelumnya membuat asis dari sisi kanan pertahanan PSS, kembali ditempatkan sebagai penyerang. Stefano Lilipaly yang ditarik untuk memberi tempat pada Dandy Sonriza (bek kiri).
Gol Bunuh Diri Perparah Keadaan
Pasukan Samarinda masih berjuang sekuat tenaga untuk minimal menjaga keunggulan. Syukur-syukur mendapat gol kedua. Sayang bagi tim tamu, justru PSS yang mampu menyamakan kedudukan.
Bermula dari umpan matang ke Hoki Caraka yang berdiri di sisi kanan, posisinya berdekatan dengan Christope. Nama terakhir sedikit maju dan menjauhi Hoki untuk membuat perangkap offside. Naas Ronaldo tidak berdiri sejajar.
Hoki lepas dari perangkap, sekaligus tanpa kawalan. Ia menendang bola sangat keras dari jarak dekat, Angga mampu menepisnya, tapi bola membentur mistar gawang dan mengenai tubuh Christope yang berniat datang meng-cover posisi Angga. Gol bunuh diri yang tak disengaja.
Itu adalah gol pertama PSS di Liga 1 musim ini. Sekaligus gol yang membuat mereka mendapat poin pertama dari 4 laga. Sedangkan bagi Pesut Etam, gol itu memupuskan mereka mengudeta PSM di puncak klasemen.
Sebenarnya setelah gol balasan pada menit ke-75 itu, Borneo FC memiliki beberapa peluang matang. Tapi eksekusi akhir para penyerang tak menemui sasaran. Pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1.
Kata Pelatih Borneo FC
“Saya rasa jelas dalam 20 menit pertama bagi kami, dapat kami kontrol pertandingannya, kami melakukan apa yang kami inginkan. Kartu merah jelas mengubah semuanya.”
“Kami mengambil banyak sekali risiko dengan membawa kiper baru (Angga) masuk dan melepas bek kiri (Leo).”
“Tapi itu terbayar, kami bisa mengejutkan tim lawan (gol Gauchor), kami senang bisa membuat banyak peluang yang berbeda, mungkin di babak kedua kami bisa menambah 2-3 gol.”
“Dan di jeda babak adalah pertarungan taktik karena tentu saja bermain antara 10 lawan 11 pemain. Pemain lawan melakukan sesuatu dan juga kami melakukan sesuatu. Di babak kedua, kami mengontrol hampir seluruh pertandingan, kami membuat 3-4 peluang besar tetapi kami membuat gol bunuh diri. Dan kamu harus tahu kami harus menerimanya.”
“Mungkin dalam 1-2 pertandingan akan ada kondisi seperti ini yang membuat kamu tidak beruntung, yang membuat kamu tidak mendapatkan apa yang seharusnya kamu dapatkan. Para pemain saya bermain sangat bagus pada hari ini dan kami seharusnya berhak mendapatkan tiga poin, tapi pada akhirnya kami hanya mendapatkan satu poin,” ujar Pieter Huistra usai laga. (dra)
-
PARIWARA4 hari agoTim Monster Energy Yamaha MotoGP Memasuki Era V4, Launching Livery 2026 di Indonesia
-
PARIWARA3 hari agoYamaha Anniversary 70 Tahun, Livery Ikonik Edisi Spesial Resmi Mengaspal !
-
PARIWARA1 hari agoGas Awal Tahun Nyaman Setahun Penuh, Trik Jitu Yamaha Kaltim Bawa Pulang Nmax Neo atau Aerox Alpha
-
PARIWARA2 hari agoMAX Special Livery & TMAX TECHMAX2026 Tampil MAXimal, Dapatkan Segera MAX Special Livery & TMAX TECHMAX Melalui Order Online
-
PARIWARA14 jam agoJadi Kado Spesial di Awal Tahun, Yamaha Resmi Jual Skutik Premium TMAX di Indonesia
-
EKONOMI DAN PARIWISATA1 hari agoEks Bandara Temindung “Hidup Lagi”, Dispar Kaltim Janjikan Agenda Kreatif Tiap Bulan
-
SEPUTAR KALTIM3 jam agoDrama ‘Prank’ Beasiswa S2 Eksekutif Berakhir, Pemprov Kaltim dan ITK Sepakat Lanjutkan Program Gratispol
-
SAMARINDA1 hari agoAkses Pedalaman Kaltim Terbuka Lagi, Bandara APT Pranoto Operasikan 6 Rute Perintis

