Connect with us

SAMARINDA

Duit Rp5 M untuk Perbaikan Trotoar, DPRD Samarinda: Kalau cuma Ganti Keramik, Mending Gak Usah!

Published

on

TROTOAR SAMARINDA
DIPERCANTIK: Pemkot Samarinda ingin merevitalisasi trotoar di 3 jalan tengah kota menggunakan anggaran dari bankeu provinsi. (IST)

Pemkot Samarinda akan merevitalisasi trotoar di 3 jalan tengah kota. Biayanya Rp5 miliar. Legislator Samarinda menilai, kalau uangnya cuma cukup untuk ganti keramik saja, mending proyeknya dialihkan.

Pemkot Samarinda berencana melanjutkan proyek revitalisasi trotoar di jalan tengah kota. Yakni Jalan Bhayangkara, Jalan Basuki Rahmat, dan Jalan Agus Salim.

Belum lama ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, Desy Damayanti membenarkan wacana tersebut. Dia bilang, revitalisasi trotoar kali ini hanya proyek ‘kecil’. Karena hanya bernilai Rp5 miliar. Yang uangnya bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Kaltim tahun 2023.

Tujuan revitalisasi ini tak lain untuk mempercantik tepi jalan Kota Samarinda. Selain menambah kenyamanan pengguna trotoar.

Baca juga:   Natal 2022, Polisi Jaga Ketat 114 Gereja di Samarinda

“Proyeknya bertahap, sebab dana juga terbatas. Dana tersebut akan dimaksimalkan sesuai pagu anggaran,” ujar Desy.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani menyebut proyek ini kurang tepat. Dari segi prioritas penggunaan anggaran.

Terlebih dari isu yang beredar, pembangunan fisik tidak mencakup perbaikan atau peningkatan badan trotoar. Melainkan hanya menambah keindahan dengan memasangi trotoar dengan keramik.

“Kalau hanya ganti keramik, tanpa ada perbaikan pondasi dasar, ya untuk apa?” tanya Angkasa saat dikonfirmasi via telepon, Senin, 12 Desember 2022.

Belum lagi, untuk sebuah proyek infrastrukktur jalan. Angka Rp5 miliar terbilang kecil. Ia khawatir jika pemkot tetap memaksakan proyek itu berjalan. Bakal berpengaruh ke kualitas.

Baca juga:   Biar Semua Kebagian, PDAM Samarinda Imbau Warga Tak Timbun Air

“Jika dibangun dengan anggaran terbatas, pasti hasilnya kurang berkualitas. Jadi fungsinya tidak sesuai dengan harapan yang kita inginkan,” lanjut Angkasa.

Lagi menurut Angkasa, bahwa mempercantik trotoar belum menjadi urgensi saat ini. Mengingat Kota Samarinda masih kerap diterjang banjir.

Meski pemkot sudah menaruh penanganan banjir sebagai program prioritas tahun depan. Yang akan menyerap lebih banyak porsi APBD 2023. Ia menyarankan agar adanya dana seperti bankeu ini turut dimaksimalkan untuk proyek-proyek penanggulangan banjir. Di luar dari apa yang sudah diplot oleh pemkot.

“Trotoar dibangun cantik-cantik. Tapi hujan sedikit, malah terendam, ya enggak guna.”

“Mending perbaiki drainase, parit, atau buat saluran baru. Itu lebih bermanfaat,” sambungnya.

Baca juga:   Varia Niaga akan Jualan Air Bersih ke Kapal yang Melintas di Mahakam

Terlepas dari itu, Angkasa tak menampik jika kondisi trotoar di Samarinda masih tergolong minim. Dari sisi jumlah maupun fungsi. Di beberapa ruas misalnya, trotoar bukannya digunakan sebagai akses pejalan kaki. Malah digunakan pengendara roda 2. Bahkan dijadikan area parkir ataupun lapak pedagang kaki lima.

Ke depan, pemaksimalan fungsi trotoar memang harus menjadi perhatian besar oleh pemkot.

“Manfaat trotoar sangat banyak, tetapi jika revitalisasinya tidak sesuai standar, ya percuma,” pungkasnya. (sgt/dra)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.