OLAHRAGA
Fun Fact: Borneo FC Gagal Menang dari PSM Gegara Irfan Ghafur
Selebgram gondrong Irfan Ghafur bikin ulah lagi. Sudah tahu ‘pembawa sial’, malah dukung Borneo FC saat lawan PSM. Kan jadi gagal menang!
Borneo FC Samarinda gagal menjadi juara paruh musim karena hanya berbagi poin dengan PSM Makassar. Pada partai final paruh musim, Jumat malam lalu.
Pesut Etam yang selalu menang dalam 3 pertemuan terakhir dengan PSM. Unggul lebih dulu lewat sepakan Stefano Lilipaly pada menit ke-64. Namun kemenangan di depan mata sirna ketika Wiljan Pluim nyekor pada menit ke-85.
Lima menit sebelumnya, Pasukan Samarinda sebenarnya punya kans membunuh pertandingan lebih cepat. Sayangnya pelanggaran kiper PSM di dalam kotak penalti. Tidak berbuah tendangan penalti. Wasit memutuskan memberi hadiah sepakan bebas dari luar kotak.
Usai pertandingan, kejadian itu menjadi sorotan besar. Pecinta bola, khususnya suporter Borneo FC. Menyesalkan kualitas wasit kompetisi Tanah Air. Terlebih pada dua laga sebelumnya melawan PSS. Pesut Etam juga ‘dijahili’ wasit yang menganggap gol Pato offside.
Tak banyak yang menyadari, bahwa penyebab tidak menangnya Pesut Etam sebenarnya bukan hanya faktor wasit saja. Namun ada pengaruh dari Irfan Ghafur.
Selebgram gondrong tapi tidak begal itu didapuk sebagai komentator pada sesi live commentary Borneo FC vs PSM. Di kanal YouTube resmi klub.
Sedari awal, Ghafur sudah dengan tegas menjagokan Borneo FC menang, lalu menjadi juara paruh musim. Bahkan dia memakai jersey Pesut Etam saat sesi live itu.
Ghafur memprediksi babak pertama berakhir 0-0. Lalu babak kedua, Borneo akan menang 2-0. Ternyata benar, 45 menit pertama kedua tim tidak berhasil bikin gol.
Pasukan Samarinda lalu unggul lebih dulu, menyusul pelanggaran di dalam kotak yang dianggap di luar itu.
Tebakan Ghafur bisa saja sangat tepat. Kalau saja wasit menghadiahkan penalti, plus kartu merah untuk kiper PSM. Unggul 2-0, dengan asumsi sepakan penalti masuk. Dan PSM bermain dengan 9 pemain. Pertandingan itu bisa saja menjadi milik Borneo lewat keunggulan 2-0.
Yang jadi masalahnya, Irfan Ghafur. Selama perhelatan Piala Dunia. Dia kerap membuat konten bola. Menariknya, prediksinya lebih sering meleset. Bahkan hampir setiap dia mendukung sebuah tim, tim itu tidak menang.
Kata asistennya, kesialan Ghafur itu setara dengan Aaron Ramsey. Yang setiap bikin gol, ada saja tokoh dunia yang meninggal.
Andai saja Irfan Ghafur tidak koar-koar mendukung Borneo FC. Bahkan memakai jersey-nya selama pertandingan. Besar kemungkinan Pato cs yang akan menang. Parah sih.
Beberapa menit sebelum tambahan waktu babak kedua berakhir. Ghafur sempat mengalihkan dukungannya untuk PSM. Namun sepertinya tidak ikhlas. Parah sih.
Pendukung Setia
Tentu saja, kejadian di atas hanya kebetulan semata. Permainan solid PSM, beserta kualitas wasit. Adalah dua hal utama yang bikin Pesut Etam gagal menang. Soal pengaruh Ghafur? Ya tidak lah.
Irfan Ghafur sendiri adalah pendukung setia Borneo FC. Dia sudah mengikuti perkembangan klub yang bermarkas di Stadion Segiri itu sejak era Divisi Utama.
Bahkan ketika Pasukan Samarinda main di kandang. Dan dia sedang tidak ada jadwal pekerjaan. Ghafur selalu mendukung langsung di stadion.
Uniknya, dia selalu menonton dari tribun ekonomi. Tempat duduknya pun jarang berubah, yakni berada di dalam rombongan Pusamania, sang penguasa Tribun Timur.
Soal pemilihan Tribun Timur. Ghafur bilang kalau awalnya karena faktor ekonomi. Dulu dia selain tidak lucu, juga belum punya banyak uang. Namun karena sudah terlalu sering dan akrab dengan kebisingan Tribun Timur. Irfan Ghafur malah ketagihan.
Jadi saat sekarang dia sudah mulai lucu dan banyak uang. Ghafur tetap memilih menonton pertandingan dari Tribun Timur. Respek! (dra)
-
EKONOMI DAN PARIWISATA5 hari agoCuma Disokong Rp5 Juta, Kampung Ramadan Temindung Sukses Gerakkan Ekonomi Samarinda
-
SAMARINDA5 hari agoBukan Pasar Musiman Biasa, Dispar Kaltim Apresiasi Kampung Ramadan Temindung yang Jadi Magnet Ngabuburit Baru Samarinda
-
NUSANTARA4 hari agoDua Hari Safari di IKN, Menag Nasaruddin Umar Bicara Toleransi hingga Kota yang Dirindukan
-
NUSANTARA4 hari agoMenag Gagas Istiqlal dan IKN Jadi ‘Masjid Kembar’, Siapkan Beasiswa Ulama via LPDP
-
NUSANTARA4 hari agoRun The City by Grand Filano Jadi Cara Baru Anak Muda untuk Menikmati Olahraga Sambil Hangout Bareng
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoBukan Sekadar Gelar, Pemprov Kaltim dan KPK Saring Ketat Kandidat Desa Antikorupsi 2026
-
KUTIM2 hari agoAkhiri Penantian 13 Tahun, Jembatan Sungai Nibung Rp176 Miliar Resmi Beroperasi di Kutai Timur
-
KUTIM2 hari agoTinggalkan Era Jual Bahan Mentah, Gubernur Rudy Mas’ud Kebut Hilirisasi di KEK Maloy

