Connect with us

SAMARINDA

Gas Melon Sering Langka, PMII Samarinda Demo Pertamina

Published

on

PMII
PMII Samarinda gelar aksi kelangkaan gas melon. (Nur Asih Damayanti/Kaltim Faktual).

PMII Samarinda mendemo Pertamina Patra Niaga. Selain protes soal kebijakan tanggal merah. Mereka juga menuntut Pertamina untuk mengetatkan pengawasan. Agar distribusinya tepat sasaran.

Pergerakkan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Samarinda merespons fenomena kelangkaan gas melon. Dengan menggelar unjuk rasa di depan PT Pertamina Patra Niaga wilayah Samarinda, di Jalan Cendana. Pada jam 11 menjelang siang.

Wakil Ketua II PMII Samarinda, Holis mengungkapkan sebelum menggelar aksi. Mereka telah lebih dulu melakukan pemantauan ketersediaan gas melon di Samarinda.

“Mulai daerah Sempaja, Pramuka, Karang Asam, hingga Samarinda Seberang pun mengalami kelangkaan yang serupa.”

“Kami dari PMII Samarinda, melakukan giat aksi ke jalanan ini, untuk menyampaikan aspirasi masyarakat soal fenomena gas elpiji 3 kg,” ucap Holis.

Baca juga:   Jelang Musim Kemarau, BPBD Samarinda Antisipasi Karhutla

Isu besar yang mereka garisbawahi adalah pendistribusian. Banyaknya pengecer yang membuat harga tidak stabil. Adalah bukti bahwa alur distribusi gas bersubsidi tersebut tidak berjalan.

“Salah satu persoalannya, fungsi pendistribusian yang tidak tepat sasaran. Yang seharusnya untuk masyarakat kalangan bawah, malah orang-orang yang dianggap mampu, mendapatkan gas bersubsidi itu,” ujarnya.

Karena itu, PMII Samarinda menuntut pada Pertamina untuk melakukan controlling secara berkala. Dan tidak lagi memberi ruang pada oknum agen atau pangkalan yang nakal.

Sampai kondisi normal, mereka juga meminta solusi jangka pendek dari Pertamina. Untuk mengatasi kelangkaan ataupun kenaikan harga gas melon di masyarakat. Yakni dengan menambah stok untuk sementara.

Mengenai kebijakan tanggal merah yang menjadi biang kemacetan pengiriman. Mereka juga menentangnya. Holis bilang regulasi dari Pusat itu tidak efektif. Karena meski hari libur, perdapuran rumah tangga dan penjual makanan harus tetap mengepul.

Baca juga:   Sosialisasikan Regulasi Perbukuan, Hetifah Dorong Penulis Kaltim Cetak Buku Bermutu

“Bagi kami itu tidak efektif, kebutuhan masyarakat sangat tinggi. Kami juga meminta, controlling pendistribusian harus lebih baik lagi, mengingat ini sudah dekat menjelang Hari Raya Iduladha,” tutupnya.

3 Tuntutan PMII

Sementara itu, Rolly selaku coordinator lapangan menjelaskan. Mereka membawa 3 tuntutan pada PT Pertamina Patra Niaga Samarinda.

Pertama, Mendesak PT Pertamina Patra Niaga Nasional Kaltim, khususnya pada rayon II Samarinda dan Kukar, untuk melakukan evaluasi dan controlling pendistribusian gas LPG 3 Kg bersubsidi agar tepat sasaran.

Kedua, Meminta PT Pertamina Patra Niaga untuk menindak tegas oknum distributor yang melakukan kecurangan.

Terakhir, Meminta PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, untuk mengajukan penambahan kuota gas bersubsidi di Kaltim.

Baca juga:   DPRD Optimis Samarinda Raih Predikat Kota Layak Anak Kategori Utama

Ditanya soal respons Pertamina, Rolly mengatakan belum ada jawaban konkret. Pertamina, katanya, hanya menyampaikan di media sosial. Bahwa mereka telah mengeluarkan kuota gas melon hingga 88 persen.

“Namun berdasarkan data dan fakta di lapangan masih susah ditemui,” ungkap Rolly kesal.

Pertamina sendiri, sebelumnya sudah berkomitmen untuk melakukan kontrol lapangan lebih ketat. Saat pertemuan dengan DPRD Samarinda tempo hari. PMII berharap, mereka tidak menunda waktu untuk menjalankan janji itu.

“Agar masyarakat tidak sulit untuk mencari gas elpiji. Karena pada dasarnya gas ini adalah bagian kebutuhan pokok masyarakat,” pungkasnya. (*/dmy/dra)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.