Connect with us

EKONOMI DAN PARIWISATA

Harga Komoditas Pasar Naik Jelang Iduladha, Masyarakat Balikpapan Diimbau Konsumsi Daging Alternatif

Published

on

Harga Komoditas Pasar Naik Jelang Iduladha, Masyarakat Balikpapan Diimbau Konsumsi Daging Alternatif
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan Arzaedi Rahman. (istimewa)

Dinas Perdagangan Kota Balikpapan memantau, fenomena kenaikan harga kebutuhan pokok jelang hari raya keagamaan masih terjadi. Sepekan sebelum perayaan Iduladha di bulan Juli ini, terlihat kenaikan harga komoditas di pasar.

Misalnya, daging sapi yang kini mencapai harga Rp150 ribu per kilogram. Menurut Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Arzaedi Rahman, upaya yang bisa dilakukan untuk menekan harga ini antara lain dengan mengonsumsi daging beku atau daging kerbau.

“Masyarakat bisa beralih ke daging beku. Sebab harga daging beku lebih terjangkau dan murah dibanding daging segar. Ini untuk menjaga jangan sampai harga daging terlalu tinggi melambungnya,” tuturnya.

Arzaedi menjelaskan, harga daging sapi terus mengalami perubahan beberapa bulan terakhir. Misalnya setelah Idulfitri, harga daging sapi sempat menurun, kemudian naik kembali saat isu penyakit mulut dan kuku (PMK).

Baca juga:   Lindungi Konsumen, IKM Batik Kaltim Diharap Daftarkan Sertifikasi Batik Mark

“Kenaikan harga ini karena makin mendekati Iduladha. Karena kebutuhan daging yang meningkat. Saya imbau kepada masyarakat bisa konsumsi daging alternatif dulu. Seperti daging beku hingga daging kerbau,” bebernya.

Selain daging sapi, cabai dan bawang juga mengalami peningkatan harga. Ia menuturkan, ini bagian dari kondisi fluktuasi tahunan. Sebab banyak yang gagal panen dari daerah pemasok.

“Karena cuaca saat ini kemarau basah. Harusnya kemarau tapi hujan, jadi mengganggu,” terangnya.

Tak hanya komoditas tersebut, harga ayam pun mengalami peningkatan terutama sejak April hingga kini. Tidak ada pembibitan lagi yang akhirnya berdampak pada stok yang berkurang. Padahal, kebutuhan terus meningkat jelang Iduladha. Hal ini juga bagian dari fluktuasi tahunan.

Baca juga:   Nah Loh, Pemerintah Larang Impor Baju Bekas

Dirinya memprediksi harga ayam akan kembali normal pada akhir Juli, saat momen Iduladha sudah terlewati. “Selain harga naik karena meningkatnya kebutuhan, pembibitan ayam memang belum ada,” tandasnya. (redaksi)

Ikuti Berita Lainnya di GOOGLE NEWS

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.