BALIKPAPAN
DPRD Balikpapan Dorong Pemkot Maksimalkan Potensi PAD yang Masih Terpendam

Ketua DPRD Balikpapan menyoroti banyaknya potensi pendapatan daerah yang belum tergarap maksimal. Sektor parkir hingga reklame dinilai masih bocor, sementara target PAD 2026 mencapai Rp1,8 triliun.
Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, menilai Pemerintah Kota Balikpapan belum sepenuhnya menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara optimal. Sejumlah sektor, terutama yang terkait retribusi dan pajak daerah, masih menyimpan peluang besar yang belum tergarap maksimal.
Ia secara khusus menyoroti kinerja Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPDRD), serta mendorong kolaborasi aktif antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menggali dan mengelola potensi PAD yang tersebar di berbagai lini.
“Kita sebenarnya masih banyak kecolongan. Banyak kantong-kantong retribusi dan potensi pajak yang belum digarap serius. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah kota,” ujar Alwi, Jumat, 13 Juni 2025.
Soroti Sektor Parkir dan Reklame
Alwi menyebut sektor parkir dan reklame sebagai contoh konkret yang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap PAD. Menurutnya, pengelolaan dua sektor ini perlu dibenahi melalui inovasi kebijakan dan penguatan koordinasi antar OPD.
“OPD seperti Dinas Perhubungan, Disdag, dan BPPDRD harus proaktif memberikan usulan dan solusi. Bagaimana sistem parkir dikelola, bagaimana reklame ditata dengan baik, itu harus dikaji agar potensi PAD bisa dimaksimalkan,” jelasnya.
Saat ini, realisasi PAD dari retribusi parkir baru menyentuh angka 50 persen dari target. Sementara untuk tahun 2026, Pemkot Balikpapan menargetkan PAD mencapai Rp1,8 triliun.
Butuh Sistem Digital dan Pendekatan Terpadu
Alwi menegaskan bahwa target sebesar itu hanya bisa dicapai jika seluruh perangkat daerah bekerja secara terintegrasi dan fokus pada optimalisasi sumber-sumber penerimaan lokal. Ia juga menekankan pentingnya penggunaan data dan sistem digital yang transparan untuk meminimalkan kebocoran dan memperkuat akuntabilitas fiskal.
“Target PAD bukan semata soal angka, tapi soal kemampuan kita mengelola potensi yang ada dengan cara yang efisien, adil, dan terbuka,” tegasnya.
DPRD, lanjut Alwi, akan terus melakukan pengawasan sekaligus mendorong kebijakan-kebijakan yang mendukung peningkatan PAD, sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah. (man/sty)
-
SAMARINDA4 hari agoRatusan Sopir Truk Demo di Balai Kota Samarinda, Tolak Pembatasan Kupon Biosolar dan Blokir Fuel Card
-
HIBURAN2 hari agoAkhir Pekan di Temindung Creative Hub, 111 Film Pendek Ikut Festival Film Kaltim
-
KUKAR3 hari agoKarnaval GEAR Ultima Yamaha Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Ribuan Warga Bukit Pariaman Antusias
-
BALIKPAPAN4 hari agoMulai 1 September, Aturan Baru BBM Subsidi Balikpapan: Mobil Isi Pertalite Pukul 22.00-06.00 WITA
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoAnggaran Dishut Kaltim Sempat Dipangkas 60 Persen, Dikembalikan untuk Tangani Karhutla
-
SAMARINDA9 jam agoMuka Air Turun 20 Sentimeter, Bendungan Lempake Diperkirakan Hanya Bertahan 2 Minggu
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoDebit Sungai Mahakam Menyusut, Air Laut Mulai Masuk tapi Pasokan Air Baku Kaltim Disebut Aman
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoKarhutla Kaltim Meluas, BPBD Akui Sulit Cari Sumber Air untuk Pemadaman

