POLITIK
Hasanuddin Mas’ud Usul ke KPU untuk Siapkan Souvenir di TPS supaya Warga Kaltim Tertarik Nyoblos

Selain menggalakkan sosialisasi, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud mengusulkan agar KPU menyiapkan souvenir untuk warga yang menggunakan hak suaranya di TPS. Cara ini menurutnya bisa mendongkrak angka partisipasi pada Pilkada mendatang.
Tingkat partisipasi selalu jadi isu besar setiap Pilkada atau Pemilu. Ketidaktertarikan masyarakat pada politik membuat jumlah pemilih sulit menyentuh angka 100 persen. Mendekatinya pun susah.
Pada Pemilu sekaligus Pilpres 2024, Februari lalu, tingkat partisipasi di Kaltim cukup tinggi, yakni mencapai 79,82 persen. Hanya sedikit di bawah angka nasional yang mencapai 81,48 persen. Karenanya, Hasanuddin Mas’ud optimis pada Pilkada nanti bisa mencapai 77-80 persen. Itu pun, kalau sosialisasinya kencang.
Nah, supaya Pilkada semakin menarik, Hamas –sapaannya- mengusulkan pada KPU untuk menyediakan souvenir di TPS. Jenisnya terserah saja, tapi akan lebih bagus kalau membeli produk UMKM sekitar TPS.
“Pemberian souvenir itu untuk memberi kesan khusus pada pemilih, selain sosialisasi dan edukasi.”
“Di negara lain atau daerah lain memberikan insentif kepada masyarakat yang datang ke TPS berupa produk dengan kekhasan lokal yang dihasilkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seperti kaus bermotif tradisional atau suvenir lainnya.”
“Semoga KPU dan pemerintah daerah mempertimbangkan usulan ini. Dengan pemberian suvenir ini, masyarakat akan merasa lebih dihargai atas kontribusinya dalam membangun demokrasi, sekaligus meningkatkan angka partisipasi pemilih yang signifikan di Kalimantan Timur,” ungkapnya baru-baru ini.
Sosialisasi Adalah Kunci
Di luar itu, Hamas mengingatkan bahwa sosialisasi dan pendidikan politik memiliki peran yang strategis pada peningkatan partisipasi masyarakat.
“Menyediakan informasi yang mudah diakses mengenai prosedur pemilihan termasuk cara mendaftar sebagai pemilih, cara mengecek status pemilih, dan informasi tentang calon yang akan dipilih. Hal ini penting untuk mengurangi kebingungan di kalangan pemilih pemula,” terangnya.
Selian itu, penting untuk berkolaborasi dengan tokoh masyarakat, pemuda, dan agama. Memanfaatkan platform media sosial untuk menyebarkan informasi tentang pemilu dan cara berpartisipasi.
Konten yang menarik dan informatif dapat menjangkau generasi muda dengan lebih efektif. Mengadakan lomba atau kegiatan interaktif yang berkaitan dengan pemilu untuk menarik perhatian generasi muda. Kegiatan ini bisa berupa kuis, diskusi panel, atau kompetisi konten kreatif di media sosial yang membahas isu-isu politik. Yang jelas, tinggi tidaknya angka pemilih bergantung pada aksi seluruh stakeholder terkait.
“Sebagai representasi rakyat, DPRD Kalimantan Timur mengajak seluruh pihak untuk menempuh langkah-langkah taktis dan strategis demi keberhasilan Pilkada Serentak 2024 di Provinsi Kalimantan Timur serta 10 kabupaten/kota,” pungkasnya. (adv/fth)
-
SEPUTAR KALTIM5 hari ago134 Hotspot Terdeteksi di Kaltim, Asap Mulai Ganggu Penerbangan dan Aktivitas Warga
-
BERAU4 hari agoKabut Asap Karhutla, Sekolah di Berau Terapkan Belajar dari Rumah hingga 19 September
-
BALIKPAPAN4 hari ago160 Masjid di 8Kalimantan Terhubung Internet Lewat Program Masjid Berdaya Indosat
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoISPU Kaltim Memburuk, Kutai Barat Masuk Kategori Berbahaya dengan Nilai 363
-
SEPUTAR KALTIM15 jam agoSeleksi Dirut MMP Kaltim Dipersoalkan, Batas Usia Maksimal Jadi Sorotan
-
EKONOMI DAN PARIWISATA20 jam agoHarga Sawit Kaltim Naik, TBS Umur 10–20 Tahun Tembus Rp3.604 per Kg
-
PARIWARA1 hari agoBAF Friends Festival di Yamaha Sentral Balikpapan, Ada Service dan Ganti Oli Gratis
-
SEPUTAR KALTIM15 jam agoAntrean BBM di Kaltim, Rudy Mas’ud Sebut Masalah Ada di SPBU

