EKONOMI DAN PARIWISATA
Ini Alasan Pj Akmal Malik Minta per Januari 2025 OPD Pemprov Kaltim Gelar Rapat di Maratua Seminggu Sekali
Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik meminta semua dinas di lingkup Pemprov Kaltim untuk bergiliran mengadakan rapat di Maratua, seminggu sekali. Setiap rapat, minimal 50-70 orang.
Penjabat Gubernur Kaltim Akmal Malik akan mencoba mengembangkan potensi Maratua untuk menjadi destinasi premium di Indonesia. Layaknya Labuan Bajo.
Menurutnya, Maratua memiliki semua syarat untuk menjadi wisata premium. Asal dikelola dengan benar, serta mendapat dukungan besar. Pasarnya pun tak terbatas pada wisatawan domestik, wisatawan mancanegara juga akan menyukai apa yang disajikan Maratua.
“Hanya saja, selama ini pola pendekatan penanganan Maratua dan sekitarnya cenderung parsial, sehingga tidak ada pesawat yang berminat untuk terbang (reguler) ke Maratua,” katanya baru-baru ini.
Kerahkan ‘Pasukan ASN’
Untuk rencana ini, Akmal mengaku sudah memanggil Sekda Kaltim Sri Wahyuni dan sejumlah OPD terkait. Dia menunjukkan keseriusannya untuk terus menjual Maratua sebagai destinasi premium di Kaltim.
“Saya mau nanti mulai Januari, rapat-rapat OPD digelar di Maratua. Setiap minggu satu ODP,” tegasnya.
Ia lantas membuat kalkulasi, jika setiap rapat OPD minimal diikuti 50 hingga 70 peserta. Maka bisa dibayangkan kemajuan Maratua jika ini bisa dilakukan seluruh OPD lingkup Pemprov Kaltim secara berkelanjutan.
Untuk transportasi, Akmal mengaku sudah menghubungi dua pimpinan maskapai penerbangan di Indonesia, Citilink dan Wings Air.
“Mereka siap terbang, sepanjang ada penumpangnya dan bayar,” tegas Akmal meyakinkan.
“Kita akan mulai nanti Januari. Kita akan mulai dengan menggelar acara Maratua Run 10K dan 5K,” sambung Akmal.
Jaga Kelestarian Maratua
Namun ia menegaskan, pengembangan Maratua sebagai destinasi unggulan diharapkan tetap selaras dengan upaya menjaga kelestarian dan keindahan Pulau Maratua dan sekitarnya.
Kedatangan pengunjung diharapkan membawa kemajuan ekonomi dan membantu upaya penyelamatan alam dan lingkungan setempat, dan bukan sebaliknya hanya menambah tumpukan sampah.
“Maratua adalah potensi besar yang harus dikelola dengan baik dan memberi manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat, bukan untuk kita rusak,” pungkasnya. (fth)
-
KUKAR5 hari agoPegawai Diskominfo Kukar Jadi Tersangka, Bakar Ruang Rapat karena Kesal Jadi Bahan Olokan
-
BERAU21 jam agoHUT RI ke-81, Dispar Kaltim Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut Pulau Miang
-
OLAHRAGA5 hari agoPWI Kaltim Gelar Turnamen Biliar 9 Ball Piala Ketua PWI, Semarak HUT ke-81 RI
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoDua Dekade Tak Ada Upacara, PWI Kaltim Hidupkan Lagi Tradisi HUT Kemerdekaan
-
NUSANTARA8 jam ago9.405 Narapidana di Kaltim-Kaltara Terima Remisi HUT RI, 203 Langsung Bebas
-
SAMARINDA46 menit agoParkir Berlangganan Samarinda 2026 Mulai Diuji Coba, Pemkot Siapkan Satgas Berantas Jukir Liar

