Connect with us

SAMARINDA

ISPA di Samarinda Tembus 9.970 Kasus, Warga di Tengah Asap Karhutla Perlu Waspada

Published

on

Warga beraktivitas di luar ruangan di Samarinda. Dinas Kesehatan mencatat 9.970 kasus ISPA selama 1–23 Oktober 2026. (Ilustrasi)

Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Samarinda masih menjadi perhatian di tengah persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dinas Kesehatan Kota Samarinda mencatat 9.970 kasus ISPA selama 1–23 Oktober 2026, dengan kelompok usia produktif menjadi penyumbang kasus terbanyak.

Data tersebut menunjukkan gangguan pernapasan masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu diwaspadai masyarakat. Aktivitas di luar ruangan, paparan debu, serta kondisi lingkungan menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan.

Usia Produktif Paling Banyak Terdampak

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih, menjelaskan kelompok usia 20–45 tahun mencatat 2.561 kasus atau sekitar 25,69 persen dari total kasus ISPA pada periode tersebut.

Setelah itu, kelompok anak usia 5–9 tahun mencatat 1.607 kasus, disusul anak usia 1–4 tahun sebanyak 1.567 kasus.

Sementara itu, kelompok usia 46–59 tahun tercatat sebanyak 1.145 kasus. Adapun kelompok usia 10–14 tahun mencapai 988 kasus dan usia 15–19 tahun sebanyak 855 kasus.

Untuk kelompok lanjut usia di atas 60 tahun, tercatat 804 kasus. Sedangkan bayi berusia di bawah satu tahun mencapai 443 kasus.

Ismed mengatakan tingginya kasus pada kelompok usia produktif berkaitan dengan jumlah penduduk dalam rentang usia tersebut serta aktivitas sehari-hari di luar ruangan.

“Usia produktif itu paling besar karena memang mereka paling banyak beraktivitas di luar, dari sisi pekerjaan kemudian pelajar yang berkontak langsung dengan kondisi cuaca,” ujar Ismed, Senin (26/10/2026), sebagaimana dikutip Kaltim Post.

Tren kasus ISPA di Samarinda juga mengalami peningkatan dalam beberapa bulan sebelumnya. Pada Juli 2026 tercatat 8.610 kasus, kemudian meningkat menjadi 10.681 kasus pada Agustus dan mencapai 12.812 kasus pada September.

Warga Diimbau Menggunakan Masker

Selain aktivitas masyarakat, paparan debu dan dampak karhutla turut menjadi perhatian dalam penanganan gangguan pernapasan di Samarinda.

Dinkes Samarinda mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama saat kondisi udara berdebu atau terpapar asap.

“Pasti imbauan tetap menggunakan masker,” kata Ismed.

Meski demikian, angka 9.970 kasus tersebut merupakan data kumulatif periode 1–23 Oktober, bukan jumlah kasus yang terjadi hanya pada satu hari. Data tersebut juga belum menggambarkan keseluruhan kondisi setelah 23 Oktober.

Karena itu, perkembangan terbaru kasus ISPA dan kualitas udara masih perlu dipantau untuk mengetahui apakah kondisi kesehatan masyarakat membaik atau justru kembali memburuk.

Masyarakat yang mengalami sesak napas atau keluhan pernapasan yang semakin berat disarankan segera mencari pertolongan medis. (Am)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

POPULER