PARIWARA
Isran Noor Kembali Raih Penghargaan sebagai Penggerak Pemuda Pelopor

Prestasi membanggakan kembali diraih Gubernur Kaltim Isran Noor. Kali ini orang nomor satu di Benua Etam ini mendapatkan Penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Kepeloporan di Puncak Hari Sumpah Pemuda (HSP) 94 tahun 2022 di Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN), Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), Kamis (28/10/2022).
Menariknya penghargaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ini sudah tiga kali berturut-turut diraih Kaltim.
“Atas nama masyarakat Kaltim saya mengucapkan terimakasih atas penghargaan yang ke tiga kalinya,” tutur Isran.
Ketua Panitia HSP Asrorun Ni’am Sholeh menjelaskan, para penerima anugerah Kepemudaan 2022 dipilih melalui proses seleksi yang bertahap. Sejak bulan Mei 2022 hingga puncaknya Jumat kemarin.
Disampaikan, para pemuda yang berkumpul di Titik Nol IKN sejak 27-28 Oktober masing-masing mewakili 34 provinsi untuk merumuskan manifesto Kepemudaan.
“Diikuti oleh anak muda dari 34 provinsi, yang berkumpul, berdiskusi melakukan refleksi sekaligus introspeksi. Bagaimana mereka berkontribusi untuk mencatat sejarah di masa depan,” papar Asrorun.
Diuraikan, puncak kegiatan HSP digelar dari dan untuk anak muda. Dengan berbagai rangkaian mulai dari peluncuran dan kick off bulan Pemuda.
Pada 27-28 Oktober yang tergabung dalam kemah Pemuda Kenusantaraan yang merumuskan sekaligus mendeklarasikan manifesto kepemudaan serta berkomitmen untuk membangun sejarah di masa depan.
“Ini menjadi salah satu tonggak sejarah masa depan, dalam menyongsong era keemasan,” tegas Asrorun. (redaksi/ADV DIKOMINFO KALTIM)
-
OLAHRAGA16 jam agoDe’Ale Billiard Gratiskan Arena Latihan PWI Kaltim Biliar Club, Bidik Prestasi Wartawan
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoPemprov Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Palaran, Pastikan Kesiapan Fasilitas Pendidikan
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoMangrove Kaltim Diklaim Capai 239 Ribu Hektare
-
OPINI16 jam agoMereka Menjaga Kehidupan
-
NUSANTARA18 jam agoAngklung Menggema Sambut MAXI Yamaha Day 2026 Jawa Barat, Padukan Touring dan Budaya dalam Satu Perjalanan Menuju Kuningan

