Connect with us

OLAHRAGA

Jadi Pahlawan Timnas, Rabbani Pantas Dimainkan Borneo FC?

Published

on

rabbani borneo fc
Rabbani menjadi penentu kemenangan Timnas U-20 saat mengandaskan perlawanan ketat dari Vietnam. (IST)

Borneo FC memang menyiapkan Rabbani Tasnim sebagai pemain masa depan. Namun setelah tampil gacor bersama Timnas U-20, bahkan menjadi pahlawan kemenangan di laga penentu. Pantaskah Rabbani mendapat menit bermain di BRI Liga 1 musim ini?

Nama Rabbani Tasnim kini sedang melejit. Dari bukan siapa-siapa, pemuda kelahiran Planet Bekasi itu mendadak jadi idola pecinta sepak bola Indonesia.

Ya, aksi gemilangnya bersama Timnas U-20 dalam Kualifikasi Piala Asia U-20 adalah penyebabnya. Diplot sebagai penyerang pelapis, Rabbani berhasil bikin 3 gol dari 3 laga yang dia mainkan.

Yang paling gokil tentu saja satu golnya pada laga hidup mati melawan Vietnam. Karena gol yang dia bikin lewat aksi tap in itu, adalah gol penyelawat bagi timnas. Memang kelolosan timnas ke putaran final Piala Asia U-20 berkat kerja keras semua pemain. Namun gol itulah yang menjadi jawaban dari kerja keras mereka. Rabbani, dari zero menjadi hero!

Tugas bersama timnas usai. Setidaknya untuk sementara waktu. Rabbani akan kembali ke realita kehidupan aslinya di klub. Borneo FC Samarinda.

Baca juga:   4 Menu Paling Rekomendasi di Bakso Lapangan Tembak Senayan

Jika dalam sepekan terakhir namanya sering disebut-sebut. Sorot kamera mengarah kepadanya. Dalam beberapa hari ke depan, euforia itu akan hilang. Berganti dengan suasana latihan yang tak terliput.

Berbeda dengan rekannya, Marselino yang sudah jadi tulang punggung Persebaya. Nasib Rabbani di Borneo FC adalah kebalikannya.

Musim ini, dia belum sekalipun bermain di BRI Liga 1. Jangankan main, masuk daftar pemain yang dibawa Milomir Seslija pada 10 pertandingan liga saja, belum pernah. Pekerjaan Rabbani di Borneo FC ya berlatih saja, berlatih terus.

Namun jangan salah paham. Ini sama sekali bukan karena Borneo FC atau Milo abai dengan kualitas Rabbani. Sang wonderkid memang diikat kontrak jangka panjang, hingga 2026. Karena ingin menyiapkannya sebagai penyerang masa depan klub.

Treatment yang sama dengan yang dijalani Fajar Fathur Rahman dan Komang Teguh dari generasi teranyar. Atau seperti Arya Gerryan, Sihran, Wahyudi, dan banyak pemain muda lainnya.

Mereka dikontrak panjang bukan untuk langsung jadi andalan. Namun memberi kesempatan pemain-pemain muda potensial itu untuk berproses. Kasus Fajar, tentu bukan jadi acuan mutlak. Karena dia matang lebih awal dari yang diperkirakan.

Baca juga:   Milomir Seslija: Beruntungnya Saya Punya Pemain yang Ingin Selalu Menang

Proyeksi jangka panjang ala Borneo FC ini jelas bagus. Sangat bagus. Karena para pemain muda mendapatkan atmosfer tim liga teratas. Terbiasa di kompetisi internal dengan standar tinggi. Yang jika mereka mampu menembus, berarti mereka memang pantas dan berkualitas.

Namun dalam episode Rabbani kali ini akan berbeda. Penyerang muda itu kadung dapat sorotan besar dari publik. Para ‘pemirsa’ tentu ingin melihat aksinya lebih sering. Dan inilah mula dilemanya.

Melihat prospek Rabbani, tentu ia pantas mendapat kesempatan mentas di BRI Liga 1 musim ini. Ia butuh jam terbang untuk terus mengasah naluri membunuhnya.

Namun di sisi lain, Borneo FC sudah punya 2 penyerang yang sangat bisa diandalkan. Pato sebagai penyerang utama begitu produktif dan sedang memimpin daftar pencetak gol terbanyak. Pelapisnya, Hardianto, punya atribut yang bisa melengkapi Pato.

Hardianto yang punya positioning bagus ditunjang kemampuan menyundul bola yang efektif. Adalah senjata rahasia Milo jika Pato sedang deadlock. Dengan formasi 1 penyerang, Pesut Etam sejatinya sudah sangat cukup mengandalkan dua nama ini.

Baca juga:   Persis Lagi Ngeri, Borneo FC akan Hati-Hati

Sampai sini, sudah jelas bahwa kans Rabbani bermain untuk Borneo FC musim ini terbilang kecil. Hanya jika Pato atau Hardianto cedera atau terkena sanksi larangan bermain. Rabbani baru punya peluang.

Kecuali, Milo mengubah pandangannya pada jebolan Diklat Ragunan itu. Usai jadi bintang timnas. Dengan memberinya kartu naik kelas. Dan untuk ini, Milo harus mereduksi menit bermain Pato atau Hardianto. Demi memberi panggung pada bintang anyar mereka. Minimal, Rabbani bisa dimainkan pada 10-20 menit terakhir. Ketika Pesut Etam dalam kondisi unggul dan aman.

Lagi-lagi, semua pilihan punya risikonya sendiri. Memoles atau memeram Rabbani. Memberi jalur khusus atau tetap memperlakukan Rabbani seperti sebelum ke timnas. Akan memiliki konsekuensi masing-masing.

Kalau kamu jadi Milo, mana yang kamu pilih, Wal? (DRA)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.