NUSANTARA
Kejar Target Pembangunan 2026, OIKN Siapkan Tata Kelola APBN dan Selaraskan Program
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono gelar pembekalan APBN 2026 untuk 24 PPK. Pastikan anggaran terserap cepat dan selaras dengan 8 prioritas Presiden Prabowo.
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bergerak cepat memastikan kesiapan mesin birokrasinya dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026. Langkah ini diambil untuk menjamin percepatan pembangunan Nusantara berjalan sesuai jalur dan selaras dengan agenda nasional.
Upaya tersebut dimatangkan melalui pembekalan intensif mengenai tata kelola APBN yang diikuti puluhan pegawai di Auditorium Kantor Balai Kota Otorita IKN, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Jumat 9 Januari 2026.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa penyamaan persepsi di internal OIKN sangat krusial. Pasalnya, saat ini struktur kerja OIKN sudah terbagi spesifik ke dalam enam satuan kerja (Satker) dengan dukungan 24 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
“Melalui pembekalan ini, kami menyamakan starting point dalam pengelolaan DIPA agar setiap program berjalan searah,” ujar Basuki.

Dipantau Menteri Keuangan
Basuki mengungkapkan, pembekalan ini juga merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Menteri Keuangan. Pemerintah pusat menuntut setiap kementerian dan lembaga (K/L) tidak hanya cepat dalam menyerap anggaran, tetapi juga tepat sasaran dan akuntabel.
“Kami di sini melaksanakan perintah Menteri Keuangan, untuk dilakukan pelatihan kepada setiap kementerian atau lembaga, bagaimana mengelola dan mempercepat penyerapan anggaran. Karena, beliau akan memonitor betul, setiap pelaksanaan pengelolaan anggaran K/L yang ada,” tegas Basuki.
Kawal 8 Prioritas Presiden
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Anggaran Bidang Perekonomian dan Kemaritiman Ditjen Anggaran Kemenkeu, Tri Budhianto, mengingatkan peran strategis APBN 2026. Anggaran negara harus berfungsi sebagai instrumen untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen serta mendukung “Asta Cita” pemerintahan baru.
Tri memaparkan, anggaran OIKN harus selaras dengan delapan agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto. Agenda tersebut meliputi ketahanan pangan dan energi, program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan pendidikan, kesehatan, pembangunan desa, hingga pertahanan keamanan.
“Ada delapan prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto, sebagai mesin pembangunan. Untuk tahun 2026, fokus kebijakan fiskal kita sesuai dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen,” jelas Tri.
Ia juga menekankan filosofi dasar penggunaan uang negara kepada jajaran OIKN.
“APBN bukanlah tujuan, melainkan merupakan tools untuk mencapai tujuan bernegara, termasuk prioritas dan target kita dalam bidang sosial-ekonomi,” pungkasnya.
Langkah penguatan kapasitas ini menjadi sinyal bahwa Otorita IKN berkomitmen menghadirkan tata kelola anggaran yang transparan, sekaligus memastikan setiap rupiah yang keluar berdampak nyata bagi progres fisik dan non-fisik di ibu kota baru. (ens)
-
SAMARINDA5 hari agoRatusan Sopir Truk Demo di Balai Kota Samarinda, Tolak Pembatasan Kupon Biosolar dan Blokir Fuel Card
-
HIBURAN3 hari agoAkhir Pekan di Temindung Creative Hub, 111 Film Pendek Ikut Festival Film Kaltim
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoAnggaran Dishut Kaltim Sempat Dipangkas 60 Persen, Dikembalikan untuk Tangani Karhutla
-
BALIKPAPAN4 hari agoMulai 1 September, Aturan Baru BBM Subsidi Balikpapan: Mobil Isi Pertalite Pukul 22.00-06.00 WITA
-
KUKAR3 hari agoKarnaval GEAR Ultima Yamaha Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Ribuan Warga Bukit Pariaman Antusias
-
SAMARINDA16 jam agoMuka Air Turun 20 Sentimeter, Bendungan Lempake Diperkirakan Hanya Bertahan 2 Minggu
-
OLAHRAGA13 jam agoTurnamen Biliar Deadline Headline Bola 9 di De Ale Diikuti 64 Peserta, PWI Kaltim Dorong Lahirnya Talenta Baru
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoDebit Sungai Mahakam Menyusut, Air Laut Mulai Masuk tapi Pasokan Air Baku Kaltim Disebut Aman

