SEPUTAR KALTIM
Kemenag Kaltim: 88 Persen Calhaj Tahun Ini Sudah Lunasi Biaya Haji
Kemenag Kaltim menyebut, jika calon jemaah haji (Calhaj) belum melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Sampai Jumat besok. Calhaj di daftar tunggu siap-siap berangkat.
Menjelang keberangkatan ibadah haji tahun ini. Ternyata belum semua calon jemaah haji asal Kaltim yang melunasi BPIH-nya.
Kabid Penyelenggara Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Kaltim Ahmad Ridani. Mengatakan Kaltim mendapat kuota sebanyak 2.586 orang. Untuk berangkat ke Tanah Suci tahun ini.
“Kami merekap ada 2.301 jemaah haji Kaltim sudah melunasi BPIH, dari total kuota untuk pemberangkatan tahun 2023,” katanya, Rabu 17 Mei 2023.
Deadline Pelunasan
Ahmad Ridani bilang, tenggat waktu pelunasan BPIH adalah pada Jumat 19 Mei besok. Jam 4 sore. Bagi jemaah yang sudah masuk daftar berangkat, namun belum membayar penuh.
Kemenag Kaltim akan memanggil calhaj yang berada di daftar tunggu. Untuk memenuhi kuora 2.586 orang tersebut. Namun ia berharap, pergeseran tersebut tidak sampai terjadi.
“Kami Masih menunggu perkembangan terbaru untuk data pelunasan BPIH yang ditutup sampai Jumat nanti. Sehingga nanti kita tinggal tindaklanjuti persiapan keberangkatan,” lanjutnya.
Untuk keberangkatan, calhaj Kaltim dibagi menjadi 7,5 kloter. Setengah kloternya akan digabung dengan jemaah asal Surakarta, Jawa Tengah.
Kloter pertama akan mulai diterbangkan dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Balikpapan. Pada 25 Mei 2023 mendatang.
“Kami sudah menyiapkan tenaga pendamping. Masing-masing 5 pendamping untuk 299 jemaah per kloter.
“Tim pendamping itu terdiri dari tiga tenaga medis, satu ketua kloter dan satu pembimbing ibadah,” ujar Ridani.
Biaya Haji
Secara umum, biaya haji tahun ini mengalami penurunan hingga Rp8 juta. Dibandingkan tahun lalu.
“Total BPIH 2023 per jemaah untuk jemaah haji reguler adalah 90 juta, dari yang sebelumnya 98 juta pada tahun 2022,” sebut Ahmad Ridani.
Sementara itu, dari data pelunasan BPIH, jemaah haji asal Kaltim terbanyak berasal dari Kota Samarinda sejumlah 495 orang. Kutai Kartanegara 483 orang, Balikpapan 482 orang, dan Paser sebanyak 215 orang.
Selanjutnya, Kutai Timur 162 orang, Berau 133 orang. Bontang 131 orang, Penajam Paser Utara 117 orang, Kutai Barat 77 orang, dan terakhir Mahakam Ulu hanya enam orang. (nad/dra)
-
PARIWARA5 hari agoTim Monster Energy Yamaha MotoGP Memasuki Era V4, Launching Livery 2026 di Indonesia
-
PARIWARA3 hari agoYamaha Anniversary 70 Tahun, Livery Ikonik Edisi Spesial Resmi Mengaspal !
-
PARIWARA1 hari agoGas Awal Tahun Nyaman Setahun Penuh, Trik Jitu Yamaha Kaltim Bawa Pulang Nmax Neo atau Aerox Alpha
-
PARIWARA3 hari agoMAX Special Livery & TMAX TECHMAX2026 Tampil MAXimal, Dapatkan Segera MAX Special Livery & TMAX TECHMAX Melalui Order Online
-
PARIWARA18 jam agoJadi Kado Spesial di Awal Tahun, Yamaha Resmi Jual Skutik Premium TMAX di Indonesia
-
SEPUTAR KALTIM7 jam agoDrama ‘Prank’ Beasiswa S2 Eksekutif Berakhir, Pemprov Kaltim dan ITK Sepakat Lanjutkan Program Gratispol
-
EKONOMI DAN PARIWISATA1 hari agoEks Bandara Temindung “Hidup Lagi”, Dispar Kaltim Janjikan Agenda Kreatif Tiap Bulan
-
SAMARINDA1 hari agoAkses Pedalaman Kaltim Terbuka Lagi, Bandara APT Pranoto Operasikan 6 Rute Perintis

