Connect with us

SEPUTAR KALTIM

Kemendagri Beri Penghargaan Pemprov Kaltim karena Gelar 8 Aksi Konvergensi Stunting

Published

on

Kemendagri Beri Penghargaan Pemprov Kaltim karena Gelar 8 Aksi Konvergensi Stunting
Kepala Bappeda Kaltim Aswin (kanan) menerima penghargaan dari Kemendagri. (Foto: Diskominfo Kaltim)

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Penghargaan diberikan karena Kaltim menjadi penyelenggara penilaian delapan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting di Regional II.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim Aswin yang menerima penghargaan menyatakan, Pemprov sangat konsisten dalam menyelesaikan permasalahan stunting. Bahkan penanganan stunting sudah menjadi tugas bersama, yakni bagaimana menurunkan angka stunting di masing-masing daerah.

Delapan aksi konvergensi di kabupaten/kota yaitu analisa situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, perbup/perwali tentang peran desa, kader pembangunan manusia, manajemen data, pengukuran, dan publikasi serta review kinerja tahunan.

“Tujuan dari penilaian kinerja dilakukan untuk mengukur tingkat penilaian kinerja pemerintah Kabupaten/kota dalam pelaksanaan delapan aksi konvergensi penurunan stunting,” sebut Aswin.

Baca juga:   Menang Adu Penalti, Ribhatul Khail Juara Liga Santri PSSI 2022 Wilayah Kaltim

Khusus di lingkup Provinsi, berdasarkan hasil penilaian bersama Kemendagri, penghargaan juga diberikan kepada Kab/Kota di Kaltim yang memperoleh peringat tiga besar yakni untuk peringkat pertama diraih oleh Kota Samarinda, peringkat kedua Kabupaten Kutai Kartanegara dan peringkat ketiga yakni Kab Penajam Paser Utara.

“Kami mulai dari memastikan akuntabilitas kinerja pemerintah Kabupaten/kota dalam pelaksanaan delapan aksi konvergensi penurunan stunting, lalu mengevaluasi, hingga mengapresiasi kinerja. Penilaian berlangsung dengan paparan dari perwakilan Tim KP2S kab/kota lalu dilanjutkan dengan sesi wawancara dari tim penilai dan tim panelis secara bergantian per Kabupaten/Kota,” terangnya.

Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 angka prevalensi stunting di Kalimantan Timur telah berada di bawah rata-rata nasional. Di mana angka prevalensi stunting nasional 24,4 persen sedangkan Kaltim diangka 22,8 persen. (redaksi)

Baca juga:   Kabupaten/Kota di Kaltim Diharapkan Dukung Usaha Developer Dipermudah

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.