Connect with us

SAMARINDA

Kenapa Listrik Samarinda Mati Bergilir? Ini Penjelasan PLN

Published

on

Manajer PLN UP3 Samarinda, Adrian Sitompul (baju putih)menjelaskan gangguan pembangkit yang berdampak pada pemadaman listrik bergilir di Samarinda dihadapan mahasiswa. (Gio/KaltimFaktual)

Pemadaman listrik bergilir di Samarinda yang dikeluhkan masyarakat masih menyisakan pertanyaan mengenai penyebab gangguan pembangkit. Menanggapi persoalan tersebut, Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Samarinda, Adrian Sitompul, mengatakan sejumlah pembangkit mengalami gangguan sehingga tidak bisa beroperasi secara maksimal.

Namun, PLN belum memaparkan secara terperinci penyebab teknis gangguan tersebut. Adrian menyebut pihaknya masih perlu berkoordinasi dengan unit yang menangani pembangkitan untuk memastikan kondisi dan kemampuan operasional pembangkit.

Penjelasan ini disampaikan dalam pertemuan dengan perwakilan mahasiswa yang sebelumnya mendatangi PLN untuk meminta transparansi penyebab pemadaman, kejelasan penambahan pasokan daya, serta kompensasi bagi pelanggan terdampak.

PLN Akui Pembangkit Tidak Beroperasi Maksimal

Adrian mengatakan gangguan yang terjadi membuat pembangkit tidak mampu beroperasi sesuai kemampuan semestinya. Meski begitu, ia belum merinci pembangkit mana yang mengalami gangguan, faktor penyebabnya, maupun besaran daya yang terdampak.

“Memang tidak bisa beroperasi maksimal ini bisa dari tenaga operasional, bisa dari hal-hal ini yang memang kita akan koordinasi lagi dengan bidang pembangkit,” ujar Adrian.

Ia menjelaskan, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab gangguan dan kemampuan pembangkit dalam menghasilkan daya.

“Untuk masalah pembangkit, memang terjadi gangguan. Tidak bisa beroperasi maksimal. Ini akan kita tanyakan lagi, sebenarnya seperti apa. Dalam artian memang dia tidak bisa memenuhi daya mampunya sendiri,” katanya.

Meski mengakui adanya gangguan, Adrian belum menyampaikan data teknis mengenai kapasitas pembangkit yang tersedia, besaran penurunan daya, maupun penyebab pasti gangguan. Kondisi cadangan daya untuk menjaga pasokan listrik di Samarinda juga belum dijelaskan secara terperinci.

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa turut mempertanyakan perkembangan penambahan pasokan daya sebesar 270 megawatt (MW). Mereka meminta PLN menjelaskan realisasi penambahan daya tersebut di tengah pemadaman bergilir yang masih menjadi persoalan.

Namun, keterangan Adrian dalam pertemuan itu belum merinci realisasi penambahan daya 270 MW yang dipertanyakan mahasiswa.

Kompensasi Pelanggan Masih Dievaluasi

Selain penyebab gangguan pembangkit, PLN juga mendapat pertanyaan mengenai kompensasi bagi pelanggan yang terdampak pemadaman listrik. Adrian mengatakan hasil evaluasi akan disampaikan kepada unit di atasnya dan pelaksanaannya mengikuti regulasi yang berlaku.

“Untuk evaluasinya akan kita sampaikan ke unit di atas kita mengenai regulasinya seperti apa. Kami patuh pada regulasi. Jika memang ada kompensasi yang diberikan, maka akan kami kabari,” kata Adrian.

Ia menyebut persoalan pemadaman dan kemungkinan kompensasi telah dibahas dalam sejumlah pertemuan. Pertemuan pertama, menurut dia, berlangsung pada 7 Oktober dengan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Gubernur Kalimantan Timur, Wakil Gubernur, perwakilan kepolisian, perwakilan TNI, serta general manager PLN.

“Kami benar-benar juga membuka ruang. Pertama itu dengan Forkopimda. Itu di tanggal 7 Oktober. Di situ ada Pak Gubernur di Balikpapan waktu itu. Ada GM kami, di situ juga ada Pak Wagub, kemudian ada perwakilan Kapolda dan perwakilan Pangdam,” ujarnya.

Adrian juga menyebut pertemuan berikutnya berlangsung pada 14 Oktober dengan melibatkan Aliansi Cipayung dan mahasiswa. Dalam pertemuan itu, pihak PLN mengaku telah menjelaskan persoalan yang dibahas.

“Kemudian kita juga melakukan pertemuan di tanggal 14 Oktober. Di sini kan sudah dihadiri oleh Aliansi Cipayung, teman-teman mahasiswa yang mau datang silakan. Di situ kita sudah jelaskan hal yang sama,” katanya.

Meski demikian, penjelasan yang disampaikan belum memuat rincian teknis yang dapat menjawab seluruh pertanyaan mengenai penyebab gangguan pembangkit dan dampaknya terhadap pasokan listrik di Samarinda.

PLN menyatakan akan menindaklanjuti persoalan tersebut melalui koordinasi dengan unit terkait. Sementara itu, penyebab pasti gangguan pembangkit, realisasi penambahan daya 270 MW, serta keputusan mengenai kompensasi pelanggan masih menunggu penjelasan lebih lanjut. (Gi/am)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

POPULER