Connect with us

SEPUTAR KALTIM

Klarifikasi Bayan Resources Soal Ratusan Miliar Donasi ke Luar Kaltim: Itu Pribadi, Bukan CSR

Published

on

Klarifikasi Bayan Resources Soal Ratusan Miliar Donasi ke Luar Kaltim: Itu Pribadi, Bukan CSR
Dato Low Tuck Kwong Presiden Direktur Bayan Resources, salah satu konglomerat Tanah Air. (ist)

Bantuan dana pendidikan ratusan miliar dari perusahaan tambang batu bara Kaltim ke sejumlah perguruan tinggi di Pulau Jawa, yang ramai diperbincangkan publik Kaltim, mendapat titik terang. PT Bayan Resources Tbk – perusahaan yang memberikan donasi – mengklarifikasi informasi tersebut.

External Relation Bayan Group, Syahbuddin, mengatakan, donasi tersebut bukan berasal dari corporate social responsibility (CSR) PT Bayan Resources Tbk. Namun bantuan ratusan miliar ke sejumlah perguruan tinggi di Pulau Jawa tersebut diklaim sebagai bantuan pribadi Dato Low Tuck Kwong.

Low Tuck Kwong – nama familiarnya – adalah pendiri, pemegang saham kendali, sekaligus Presiden Direktur Bayan Resources, salah satu konglomerat Tanah Air. Donasi bantuan pendidikan tersebut, kata dia, diberikan kepada 3 perguruan tinggi sejak tahun 2019. Semua bersumber dari dana pribadi Dato Low Tuck Kwong selaku pendiri Bayan Group.

“Jadi pemberitaan yang ada itu adalah dana pribadi bukan CSR. Datu (Dato Low Tuck Kwong) secara pribadi donasi, itu hak beliau. Jadi perlu diluruskan bahwa itu bukan dana CSR melainkan dana pribadi beliau,” tegasnya, saat konferensi pers kepada awak media (13/5/2022).

Dalam hal CSR, Bayan Resources, memiliki dokumen rencana dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan. Hal ini berbeda dengan dana pribadi Dato Low Tuck Kwong, yang diberikan kepada Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Kepada siapa Dato memberikan bantuan, perusahaan tidak bisa mengaturnya.

Syahbuddin menegaskan bahwa polemik tersebut segera disampaikan kepada Dato Low Tuck Kwong. Bahkan ke depannya, kata dia, Bayan Group akan terus menjalin kerja sama dengan Universitas Mulawarman dan perguruan tinggi lain di Kaltim, termasuk memberikan bantuan dana pendidikan. “Setelah ini ada komunikasi dengan perguruan tinggi,” katanya.

Ia kemudian menjelaskan soal tanggung jawab sosial Bayan Group dengan beberapa program pendidikan di Kaltim. Di antaranya dari bidang pendidikan berupa beasiswa bagi masyarakat Tabang, Kutai Kartanegara, yang kurang mampu. Di Project Tabang, ada bantuan Rp 10 juta per tahun bagi 74 mahasiswa. Termasuk dua mahasiswa yang kuliah di luar negeri yang diberi bantuan Rp 105 juta per tahun dan masih banyak lagi.

Diketahui, polemik CSR perusahaan tambang ke perguruan tinggi di luar Kaltim diungkapkan Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi beberapa waktu lalu. Hadi menyebut, Bayan Resources telah menyalurkan bantuan ke sejumlah universitas di Pulau Jawa dengan total ratusan miliar.

Wagub geram, karena perusahaan tambang besar di Kaltim, pemegang PKB2B dianggap tidak serius menyalurkan dana CSR di Kaltim. “Ini nyata di depan mata. Mereka (Bayan Resources) memberi bantuan Rp 100 miliar untuk ITB, Rp 50 miliar untuk UGM, dan Rp 50 miliar untuk UI. Unmul mana? Kok, tidak ada,” sebut Hadi. (redaksi)

Bagikan

advertising

POPULER