Connect with us

SEPUTAR KALTIM

Klarifikasi Bayan Resources Soal Ratusan Miliar Donasi ke Luar Kaltim: Itu Pribadi, Bukan CSR

Published

on

Klarifikasi Bayan Resources Soal Ratusan Miliar Donasi ke Luar Kaltim: Itu Pribadi, Bukan CSR
Dato Low Tuck Kwong, pendiri Bayan Resources disebut memberikan donasi ke kampur luar Kaltim. (Dok.istimewa)

Perusahaan tambang batu bara yang disebut memberikan dana CSR-nya ke perguruan tinggi di Jawa, salahsatunya UI, ternyata Bayan Group.  Perusahaan tambang batu bara terbesar di Kaltim.

Perusahaan tambang batu bara terbesar di Kalimantan Timur (Kaltim) Bayan Group menanggapi pemberitaan terkait pemberian dana tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat atau Corporate Social Responsibility (CSR), untuk 3  perguruan tinggi di Pulau Jawa senilai ratusan miliar, yang dianggap sebagian orang tidak tepat.

Dilansir dari Media Kaltim, Direktur Bayan Group, Lim Chai Hock memberikan klarifikasi terkait hal ini. Ia menjelaskan, bantuan dana pendidikan yang diberikan pemilik Bayan Group, Dato Low Tuck Kwong bukanlah dana CSR Bayan Group. “Jadi perlu diluruskan bahwa itu bukan dana CSR melainkan dana pribadi beliau,” ujar Lim.

Dengan demikian, kata Lim, kepada siapa Dato memberikan bantuan maka perusahaan tidak bisa mengatur, termasuk kemana Dato akan memberikan bantuan.

Bantuan dana pendidikan yang diberikan ke beberapa perguruan tinggi itu juga sifatnya dana abadi. Artinya sangat mungkin penerima beasiswa dari universitas ternama itu adalah mahasiswa asal Kaltim. “Dan harapan itu juga sudah kita sampaikan ke penerima,” katanya.

Baca juga:   Rektor Rasis Dituntut Mundur, Kampus ITK Minta Masyarakat Bersabar

Dari berbagai sumber, Dato Low Tuck Kwong adalah Presiden Direktur dari PT Bayan Resources, Tbk. Salah satu konglomerat di Tanah Air. Ia adalah pendiri Bayan Grup Tbk sekaligus pemegang saham pengendali.  

Kembali ke Direktur Bayan Group, Lim Chai Hock. Soal bantuan untuk pendidikan di Kaltim, pada 23 Februari 2019, Dato didampingi beberapa manajemen Bayan Group berkunjung ke Universitas Mulawarman (Unmul). “Di pertemuan itu juga membahas bantuan pendidikan untuk generasi muda Kaltim,” katanya.

Bahkan kata Lim, Jumat (13/5/2022) pagi, bertempat di Hotel Ibis Samarinda, diadakan pelatihan softskill dan kewirausahaan kepada mahasiswa Unmul penerima beasiswa Bayan Group Tabang Project.

“Penting digarisbawahi bahwa pemberian bantuan ini bukan dalam rangka meng-counter pemberitaan soal kami. Tapi ini sudah sejak beberapa bulan lalu kita rancang. Bisa ditanyakan ke Unmul,” ujar Lim.

Baca juga:   Demi Kesejahteraan, Isran Noor Minta Perizinan Tambang Masyarakat Dipermudah

Selama ini Gunung Group juga bekerjasama dengan Unmul untuk melakukan kajian atau penelitian terkait aktivitas perusahaan. Perusahaan juga banyak mempekerjakan alumnus Unmul.

Selain itu, Bayan Group sudah bertemu Gubernur Kaltim dan Bupati Kutai Kartenegara (Kukar) perihal rencana perusahaan membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Peternakan di Tabang Kukar. “Harapannya ada generasi yang unggul dari sekolah itu,” ujarnya.

Ricardo Simanjuntak, Department Head Community Development (Comdev) PT Bara Tabang, salah satu member dari Bayan Group dalam konfrensi pers nya kepada wartawan, menyatakan, tiap tahun sejumlah perusahaan yang tergabung dalam Bayan Group telah menyalurkan dana CSR untuk sejumlah bidang mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur serta lainnya.

Kata dia, ada 5 PKP2B yang dikerjakan oleh 4 perusahaan dan 3 IUP yang konsesinya ada di Kaltim. Semua perusahaan tersebut telah mengalokasikan anggaran CSR sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Biaya masing-masing perusahaan.

Baca juga:   Arus Lalu Lintas Mudik Lebaran di Kaltim Terpantau Lancar

“Senilai Rp 21,9 miliar CSR dari Bara Tabang, PT Fajar Sakti Prima sebanyak Rp 7,35 miliar, PT Tiwa Abadi Rp 500 juta, dan PT Bayan Resources sebuah perusahan holding untuk jeti  sebesar Rp 1,8 miliar. Bayan Group ini banyak, makanya kita tidak tahu persis CSR masing-masing perusahaan,” terangnya.

Salah satu program CSR PT Bara Tabang, jelasnya, adalah bantuan dana pendidikan untuk 74 mahasiswa yang berdomisili di ring 1 dan ring 2 konsesi perusahaan. Masing-masing mendapat beasiswa hingga Rp 10 juta dan juga pelatihan soft skill dan kewirausahaan.

“Jumat hari ini, ada pelatihan untuk mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi yang berdomisili di ring 1 dan 2. Yang menerima beasiswa ini adalah mereka yang kurang mampu dan juga berprestasi. Untuk tingkat SD hingga SMA juga ada bantuan pendidikan,” tandasnya. (redaksi)

Ikuti Berita Lainnya di GOOGLE NEWS

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.