Connect with us

EKONOMI DAN PARIWISATA

Menikmati Kesegaran Sapi dalam Bakso Gobyos Tombo Ati

Published

on

bakso gobyos tombo ati
Bakso Gobyos Tombo Ati beserta daging sapi utuh. Dipotret Senin lalu ketika berwisata ke Sangatta oleh penulis. (Dok)

Jika menyambangi atau melewati Sangatta, mampirlah ke Warung Bakso Gobyos Tombo Ati. Review ini bukan endors, silakan baca sampai tuntas untuk membayangkan kelezatannya.

Seperti Balikpapan, Sangatta adalah kota singgah. Bedanya, Balikpapan kota agak besar, Sangatta kota kecil. Balikpapan menjadi persinggahan perjalanan antarprovinsi. Sangatta persinggahan antarkabupaten.

Setidaknya itu kesan saya untuk ibu kota Kutai Timur ini. Setiap kali melakukan perjalanan ke Berau. Atau pulang kampung ke Kaliorang. Saya selalu beristirahat di Sangatta.

Kalau masih kenyang, saya akan mencari tempat teduh di lepas kota. Dekat kawasan KPC. Kalau lapar, tentu cari makan to. Persoalannya, kota kecil ini tidak memiliki keragaman kuliner layaknya di Samarinda atau Balikpapan. Namun uniknya, bakso di sini banyak yang enak.

Dahulu, favorit saya adalah warung bakso di jalan poros Yos Sudarso 2. Lupa nama dan lokasi persisnya. Tapi melewati STC, sebelum pasar lama.

Namun sejak awal 2021, saya berpaling ke Bakso Gobyos. Kalau dari Bontang, kita akan disambut Simpang Patung Burung. Selepas ‘jalan pisah’ ada marka putar balik alias kapsulan pertama. Sebelum Jembatan Pinang. Nah, di seberang kapsulan itu, Warung Bakso Gobyos Tombo Ati berada.

Baca juga:   Bandara APT Pranoto Kembali Layani 6 Rute Perintis Bersubsidi, Ini Daftarnya

Tempatnya tidak elite. Khas warung bakso kaki lima. Outdoor di bawah atap semi permanen. Namun baksonya, super elite!

Alasannya, karena ada banyak pilihan menu berbasis bakso. Ada bakso biasa, bakso telur, tetelan, iga, daging sapi, dan banyak lagi. Gobyos sendiri adalah varian bakso yang ada sambalnya di dalam adonan.

Jadi kalau pesan menu gobyos, tuang sambal sedikit demi sedikit ke kuahnya. Takutnya begitu bakso dibelah, pedasnya tambah. Dan jadi tidak bisa dinikmati.

Oke, sebagai gambaran. Bakso Gobyos Tombo Ati menyajikan kesegaran daging sapi. Baik di kaldu kuahnya, ataupun dalam ‘pentol’ baksonya.

Pemiliknya menjamin kesegaran dagingnya, dengan hanya mengolah daging segar, alias bukan daging beku. Pada pagi harinya, untuk disajikan pada hari yang sama. Pernah saya dapati di media sosial pemiliknya, mereka tidak buka warung saat tidak mendapat daging fresh di pasar pada pagi harinya. Sebegitunya.

Ada beberapa tipe bakso. Pertama, tipe bakso keliling. Biasa bisa kita beli dengan harga Rp10 ribu. Komposisi daging sapinya tidak terlalu banyak. Mengandalkan penyedap dari bahan racikan instan. Kedua, bakso sapi segar. Dari pentol dan kuahnya. Tapi beningan. Kuahnya mengandalkan kaldu sapi segar, dengan sedikit bumbu dan rempah.

Baca juga:   PAD Samarinda 2022 Lewati Target, DPRD: Tahun Ini Bisa lah Rp1 T

Ketiga, bakso sapi segar berbumbu. Menandainya, pentolnya sangat terasa sapi, kuahnya kental; paduan kaldu sapi asli dan bumbu-rempah.

Nah, Gobyos Tombo Ati adalah tipe yang ketiga. Pentol atau basonya sangat sapi, tapi tidak terlalu sapi. Ah, gimana ya jelasinnya. Pokoknya perpaduan daging, tepung, dan pengenyalnya pas. Jadi rasanya seimbang.

Kuahnya sedap mantap. Dan bagian favorit saya adalah topping-nya. Kalau masih kebagian, saya selalu memesan Bakso Gobyos Iga. Btw, namanya bukan begitu. Jujur penamaan menunya bikin saya pusing memilih.

Jadi kalau ke sana, langsung bilang ke penjualnya, bakso iga, bakso (topping) daging, atau tetelan. Lebih praktis.

Kalau tidak ada iga, saya pilih topping daging sapi utuh. Baik iga ataupun dagingnya, telah dimasak dengan proses tertentu. Sehingga dagingnya lembut banget. Lumer di mulut.

Memakan daging lembut bersama seruputan kuah sedap nan pedas. Ah, mantap betul.

Baca juga:   Aturan Baru Ekspor Kepiting Bikin Nelayan Kaltim Pusing

Karena enak itu relatif. Dan setiap lidah memiliki referensi masing-masing. Dan karena lagi, ini review jujur. Maka saya harus jujur, kalau Gobyos Tombo Ati bukan bakso terenak di Indonesia. Versi saya.

Tapi Gobyos punya tempat sendiri di daftar menu favorit saya karena keunikannya. Unik dan enak. Dan karenanya, setiap mengunjungi atau melewati Sangatta. Saya selalu mampir ke sini. Saya kadang suka nahan lapar demi bisa menikmati Gobyos Tombo Ati dalam versi yang paling enak.

Kalau makan enak dalam keadaan lapar, bukan main enaknya kan? Hehe.

Ya, begitulah. Kalian harus coba sendiri lain kali. Gobyos Tombo Ati belakangan buka cabang baru. Di Poros Koba. Masih di Sangatta juga. Saya tidak bisa deskripsikan tempatnya karena belum pernah ke warung barunya.

SkoRasa dari saya untuk Gobyos Tombo Ati + iga atau daging utuhnya, 9/10. (dra)

Penulis: Ahmad A. Arifin

Kamu ingin mengirim tulisan tentang makanan dan wisata juga? Hubungi Kaltim Faktual langsung ya. Kontak ada Instagram.

Bagikan
Lanjut Membaca
Advertisement

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.