POLITIK
Menilik Peluang Rudy-Seno dan Isran-Hadi di Pilgub Kaltim 2024, Pengamat: Keduanya Punya Kelebihan dan Kekurangan
Jika pasangan Isran-Hadi mendapatkan restu DPP PDIP, maka Pilgub Kaltim akan berlangsung dengan dua pasangan calon. Menurut pengamat, baik Rudy-Seno atau Isran-Hadi, keduanya sama-sama punya peluang untuk menang.
Maju tidaknya pasangan petahana Isran Noor dan Hadi Mulyadi dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2024 ini masih belum pasti. Sebab masih menunggu keputusan Ketua DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.
Meski begitu, potensi besar pasangan Isran-Hadi semakin terbuka lebar. Terutama setelah mendapatkan rekomendasi dari Demokrat. Selain itu PDIP Kaltim juga terang-terangan menolak kotak kosong, dan mengajukan Isran-Hadi ke DPP PDIP.
Sementara lawannya, bakal pasangan calon Rudy Mas’ud-Seno Aji sudah lebih dulu mengamankan posisi. Setelah berhasil meraih dukungan dengan koalisi gemuk 44 kursi dari 7 partai politik.
Semua Paslon Berpeluang Menang
Pengamat Politik dari Unmul Syaiful Bachtiar menjelaskan, jika Rudy-Seno berhadapan dengan Isran-Hadi, maka keduanya memiliki peluang yang sama. Karena masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.
Misalnya, Isran-Hadi. Ketika kembali maju, pasangan petahana ini sudah memiliki keberhasilan dan rekam jejak selama menjabat menjadi gubernur dan wakil gubernur periode 2018-2023 lalu.
“Keberhasilan itu bisa disampaikan lagi kepada publik. Mereka mempunyai bukti konkret terkait kinerja mereka selama menjabat,” katanya Syaiful belum lama ini.
Selain itu, secara popularitas, Isran-Hadi punya keunggulan. Pengalaman memimpin satu Provinsi Kaltim, membuat keduanya lebih dikenal oleh masyarakat Kaltim hingga ke pelosok daerah.
Menurut Syaiful, meski warga daerah pelosok pernah bertemu dengan Isran-Hadi ketika menjabat, namun ingatan itu justru bisa berlangsung lama. Sehingga ketika Isran-Hadi kembali mencalon, bisa dipilih lagi.
“Mungkin di daerah agak terpencil gitu ya, itu ingatnya itu misalnya dia pernah bertemu sekali saja. ‘Oh, ini kan gubernur dulu gitu’,” tambahnya.
“Terutama jika berkontribusi terhadap mereka. Misalnya akses jalan atau yang lain-lainnya gitu, bisa masih ingat,” tambah Syaiful lagi.
Sementara kekurangan Isran-Hadi dari segi program yang dijanjikan saat kampanye di 2018 ternyata tidak berjalan dengan baik atau bahkan tidak mencapai tujuan yang diinginkan. Atau ada kebijakan dari keduanya yang tidak menguntungkan masyarakat.
“Maka, warga yang kecewa dengan kinerja pasangan Isran-Hadi, akan berpotensi memilih calon lain.”
Perlawanan Duo Legislator
Sementara Rudy-Seno, juga memiliki peluang. Misalnya menjadi calon alternatif atau harapan bagi mereka yang kecewa dengan kinerja Isran-Hadi. Namun di sisi lain Rudy-Seno juga sudah memiliki pendukungnya sendiri.
Mengingat Rudy Mas’ud kembali terpilih menjadi anggota DPR RI Dapil Kaltim. Begitu pula Seno Aji juga kembali terpilihnya menjadi anggota DPRD Kaltim. Meski daerah popularitasnya tidak sebesar Isran-Hadi.
“Popularitas politiknya itu memang berbeda dengan kepala daerah. Menjadi anggota DPR atau DPRD itu dia segmennya tidak umum seperti kepala daerah.”
Namun, Syaiful menyebut Rudy-Seno bisa saja mengklaim dan menunjukkan kinerja keduanya selama menjabat sebagai wakil rakyat. Sehingga masyarakat Kaltim punya alasan kuat untuk memilih.
“Jadi menurut saya ada plus minusnya dua pasangan ini. Tentu kita berharap dari sisi KPU dna Bawaslu bisa menjalankan kontestasi Pilkada dengan baik. Terutama pengawasannya,” pungkasnya. (ens/fth)
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoSinyal Positif Pertanian Kaltim, Produksi Padi 2025 Naik Tembus 270 Ribu Ton
-
BALIKPAPAN3 hari agoSasar 14 Sekolah di Balikpapan-PPU, JNE dan Rumah Zakat Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah ke Ratusan Siswa Yatim Dhuafa
-
PARIWARA3 hari agoTampil di IIMS 2026, AEROX ALPHA Pamerkan Warna & Grafis Anyar yang Anti-Mainstream
-
PARIWARA2 hari agoYamaha Gebrak Maksimal di Panggung IIMS 2026, Pamerkan Model Terbaru dan Rayakan Momen Istimewa
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoKemiskinan di Kaltim Naik Tipis per September 2025, Beras dan Rokok Jadi Pemicu Utama

