EKONOMI DAN PARIWISATA
Pembebasan Lahan Belum Kelar, Andi Harun Kukuh Ground Breaking Terowongan Gunung Manggah
Andi Harun tetap akan melakukan ground breaking Terowongan Gunung Manggah pekan depan. Meski pembebasan lahan belum kelar. Ini pertimbangan wali kota.
Wali Kota Samarinda Andi Harun tak ingin mengulur waktu pembangunan Terowongan Gunung Manggah lagi. Direncanakan sejak 2021, proyek senilai Rp411 miliar ini baru bisa dimulai tahun 2023 ini.
Dalam perencanaan, proyek ini akan selesai dalam waktu 18 bulan dari 2023 hingga 2024. Dan untuk memulai kegiatan pembangunan secara simbolis, Pemkot Samarinda akan melakukan ground breaking alias peletakan batu pertama pekan depan.
“Kalau tidak ada aral melintang, ground breaking dilakukan minggu depan, tepatnya pada Jumat 20 Januari,” ungkap Andi Harun, Jumat 13 Januari 2023.
Mengenai pembebasan lahan yang belum rampung, Andi meminta warga terdampak bersabar dulu. Karena pemkot masih mengurus birokrasi ganti untung tanah warga sesuai alur yang benar.
“Pasti nanti akan ada pembicaraan antara pemkot dan warga di sana. Tinggal menunggu waktu saja.”
Proses ganti untung tidak bisa dilakukan secara kilat, karena ini bukan urusan pemkot dan warga saja. Melainkan ada keterlibatan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Untuk mengukur dan menilai harga lahan.
“Jadi kalau pemkot mungkin bisa cepat (proses pembebasan lahan). Tapi ini melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan KJPP. Dan yang melakukan penilaian adalah KJPP. Nah setelah melakukan pengukuran, kemudian penilaian. Tetapi pasti akan akan dilakukan pembicaraan secepatnya,” sambung Andi Harun.
Sembari mengukur dan menghitung harga lahan. Proses pembangunan akan dimulai perlahan. Dimulai dengan peletakan batu pertama. Fase awal ini kata Andi, adalah bentuk komitmen pemkot pada proyek Terowongan Gunung Manggah.
“Masyarakat harus mendukung pembangunan. Ini juga menjadi upaya serius yang dilakukan pemkot untuk mengurai kemacetan dan menjadi jalan alternatif selain di Jalan Otista.”
Andi Harun pun menegaskan, jika proyek pembangunan Terowongan Gunung Manggah masih dengan skema pembiayaan Multi Years Contract (MYC).
“Insyaallah sebelum tugas saya selesai sebagai wali kota Samarinda. Terowongan itu juga akan selesai. Karena pemkot tak asal ambil langkah dengan menggunakan skema tersebut,” tegasnya. (sgt/dra)
-
SAMARINDA5 hari agoFebruari 2026, Bandara APT Pranoto Targetkan Penerbangan Langsung Samarinda-Kuala Lumpur
-
SAMARINDA5 hari agoKritik Desain Revitalisasi Pasar Segiri, Andi Harun: Jangan Sampai Megah tapi Kosong
-
SAMARINDA5 hari agoParipurna HUT ke-358 Samarinda: Andi Harun Pamer Ekonomi Tumbuh 8,62 Persen dan IPM Tertinggi se-Kaltim
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoSeragam ASN Kaltim Diperketat: Atribut Dinas Dicopot, Lengan Baju Diatur Jabatan
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoMasih Banyak Kendala, Target Cetak 20 Ribu Hektare Sawah di Kaltim Baru Terealisasi 6.600
-
BALIKPAPAN5 hari agoDPR RI Cek ‘Kesehatan’ Bankaltimtara, Gubernur: Ekonomi Sedang Tak Ideal, Kami Butuh Masukan
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoPindah Tugas ke Pusat, Wagub Seno Aji Apresiasi Kinerja Kepala BI Kaltim Budi Widihartanto
-
MAHULU5 hari agoTuntaskan ‘Blank Spot’, 50 Kampung di Mahakam Ulu Kini Terkoneksi Internet Desa

