SEPUTAR KALTIM
Pembuatan NKV di Kaltim Gratis, Kini Sudah Ada 70 Unit Usaha Produk yang Sudah Terdaftar

Sebanyak 70 unit usaha produk hewan yang tersebar di berbagai sektor saat ini sudah memiliki NKV. Proses pembuatannya pun gratis dan tidak dipungut biaya.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kalimantan Timur (Kaltim), Fahmi Himawan, mengungkapkan bahwa sebanyak 70 unit usaha produk hewan di Kaltim telah memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV).
Unit-unit usaha ini tersebar di berbagai sektor, termasuk Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPHR) sebanyak 7 unit, Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) 7 unit, gudang berpendingin (cold storage) 21 unit, gudang kering 1 unit, retail 18 unit, usaha pengolahan daging dan pangan asal hewan lainnya 12 unit, penampungan susu 1 unit, serta pengumpulan, pengemasan, dan pelabelan telur konsumsi 3 unit.
“Registrasi produk hewan ini menjadi salah satu standar yang dirumuskan lebih rinci dalam Permentan No. 15 Tahun 2020 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Standar Produk,” ujar Fahmi saat memberikan arahan pada Pertemuan Peningkatan sertifikasi NKV dan Registrasi Produk Hewan, yang berlangsung di Hotel Midtown, Selasa 9 September 2024.
Perbedaan Registrasi Produk Hewan dan NKV
Dalam hal ini, Fahmi menekankan bahwa registrasi produk hewan ini berbeda dengan NKV.
NKV adalah nomor yang diberikan sebagai jaminan hygiene sanitasi pada unit usaha.
Sedangkan, registrasi produk hewan menjamin keamanan dan mutu produk yang dihasilkan.
Meskipun begitu,registrasi produk hewan ini penting untuk melindungi masyarakat dari peredaran produk hewan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan dan mutu.
Produk yang terdaftar akan lebih mudah ditelusuri dan dapat mencegah pemalsuan jenis maupun komposisi produk hewan yang diproduksi.
Pelaku usaha juga akan diuntungkan, karena dalam kasus terkait keamanan produk, tidak semua produk harus ditarik dari pasaran.
Seiring dengan adanya Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim, Fahmi menegaskan bahwa provinsi ini harus lebih siap dalam penjaminan keamanan produk hewan.
“Pemerintah tidak akan berhasil tanpa dorongan dari para pelaku usaha dan kesadaran konsumen mengenai pentingnya NKV dan registrasi produk hewan dalam menjamin keamanan serta mutu produk yang mereka beli,” kata Fahmi.
Ia juga menegaskan bahwa proses pembuatan NKV di Kaltim gratis dan tidak dipungut biaya, sehingga para pelaku usaha diharapkan dapat mendaftarkan usahanya untuk meningkatkan daya saing dengan produk-produk dari luar Pulau Kalimantan.
Menurutnya pemerintah bertanggung jawab dalam sertifikasi NKV dan registrasi produk hewan sebagai bentuk jaminan keamanan produk hewan yang beredar di masyarakat agar tetap Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha untuk memastikan ketersediaan pangan asal hewan yang ASUH bagi masyarakat.
Fahmi mengimbau agar setiap unit usaha yang bergerak di bidang produk hewan seperti daging, telur, dan susu, termasuk produk olahannya, segera memiliki NKV dan registrasi produk hewan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Hal ini penting agar produk-produk hewan yang beredar di masyarakat, khususnya di Kalimantan Timur, aman untuk dikonsumsi. (rw)
-
BERAU5 hari agoHUT RI ke-81, Dispar Kaltim Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut Pulau Miang
-
EKONOMI DAN PARIWISATA2 hari agoCIMB Niaga Luncurkan OCTO Arena di Jakarta, Satukan Padel, Wellness dan Komunitas
-
SAMARINDA4 hari agoParkir Berlangganan Samarinda 2026 Mulai Diuji Coba, Pemkot Siapkan Satgas Berantas Jukir Liar
-
OPINI1 hari agoKaltim Kehilangan Kursi Ketua Komisi
-
BALIKPAPAN3 hari agoBPJS Ketenagakerjaan Dorong Penerima Manfaat Kembali Berdaya Lewat Program PEKA
-
NUSANTARA4 hari ago9.405 Narapidana di Kaltim-Kaltara Terima Remisi HUT RI, 203 Langsung Bebas
-
NUSANTARA1 hari agoPuncak MAXI Tour Boemi Nusantara, Rayakan Kemerdekaan di Tana Para Raja
-
GAYA HIDUP4 hari agoBertanding dengan Ratusan Karya, Ini 5 Grand Filano Hybrid Peraih Gelar ‘Best of The Best’ Classy Modifest

