SAMARINDA
Pemkot Samarinda akan Putuskan Konsep Akhir Bus Listrik Bulan Depan
Setelah mendengar pemaparan vendor bus listrik, Dishub Samarinda akan mematangkan rencana pengadaan bus listrik yang akan beroperasi tahun depan. Keputusan soal anggaran, jumlah bus dan trayek, hingga skema pengadaannya akan diputuskan bulan Agustus mendatang.
Kota Samarinda bakal segera menyusul Kota Balikpapan. Yang sudah lebih dulu melakukan uji coba transportasi massal bus untuk dalam kota sejak awal Juli. Yang bernama Balikpapan City Trans (Bacitra).
Sementara Dinas Perhubungan Samarinda, masih berhitung dalam perencanaan transportasi massal Bus Rapid Transit (BRT) Bus listrik. Karena ada banyak pertimbangan untuk merealisasikannya.
Sebetulnya, konsepnya sendiri sudah matang. Meski sebelumnya sempat melalui tarik ulur konsep yang cukup panjang. Kini menyisakan dua opsi penerapan yang harus diputuskan dahulu. Dan berpengaruh pada banyak aspek.
Yakni dua opsi skema yang akan digunakan. Beli bus sendiri, atau menggunakan skema buy the service (BTS) yang sudah diterapkan oleh berbagai pemerintah daerah di Indonesia. Masing-masing punya perhitungan sendiri.
Mulai dari anggaran yang disiapkan, jumlah trayek dan jalurnya, titik pemberhentian, jenis bus listrik yang akan digunakan, tarif untuk masyarakat, perawatan bus, hingga standar pelayanan minimal yang harus ditetapkan.
Vendor Bus Listrik Sudah Melirik
Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu menjelaskan ada beberapa vendor pengelola bus yang tertarik untuk berinvestasi di Kota Tepian dalam menyediakan BRT yang sedang direncanakan.
“Ada salah satu vendor yang sudah dipakai di Jakarta. Dia sudah berjalan sekitar 2 tahun 7 bulan. Dengan nol penalti. Dan itu dia sudah menggunakan skema buy the service,” jelasnya Selasa, 16 Juli 2024.
“Balikpapan juga buy the service. Jadi sistemnya beli layanan itu, kita akan bayar ke operator, rupiah per kilomaternya. Dan bisa juga memberikan penalti ke operator jika tidak menjalankan sesuai SOP,” tambahnya.
Rencananya, akan direalisasikan pada tahun 2025. Pada tahun ini, Pemkot Samarinda akan memutuskan hasil kajian dan perencanaan, terutama skema yang akan digunakan nanti. Tepatnya di Agustus nanti. Termasuk mulai mengajukan anggarannya ke APBD.
Lalu, bus akan digratiskan selama 3 bulan pertama. Untuk bulan ke-4 dan seterusnya akan dikenakan tarif yang murah dan bersubsidi. Misal dari tarif Rp20 ribu, menjadi Rp3 ribu. Angka pastinya juga masih dihitung.
“Kita juga akan menentukan titik-titik SPKL (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).”
“Untuk vendor, ada 3. Yang satu masih hanya kunjungan saja.”
Manalu menambahkan, ketika usulan disetujui, diperlukan waktu sekitar 6 bulanan untuk mempersiapkan semuanya. Mulai dari bus, trayek, dan segala detail lainnya. Batu bisa dioperasikan.
“Nanti di Agustus keputusannya. Awal-awal 2 koridor dulu lah di 2025 targetnya,” pungkas Manalu. (ens/dra)
-
PARIWARA5 hari agoGathering Team AEROX Hadir kembali, Ratusan Bikers dan Modifikasi AEROX Kepung Jalanan Kota Bandung dan Surabaya
-
PARIWARA4 hari agoWorld Supersport 2026 Kick Off, Aldi Satya Mahendra El’ Dablek Jadikan Momentum Awal Positif Musim Ini
-
SAMARINDA4 hari agoBuka Safari Ramadan Pemprov Kaltim, Rudy Mas’ud Minta Masjid Jadi Wadah Kaderisasi Pemuda
-
NUSANTARA3 hari agoAnti Worry! Healing ke Swiss van Java Jadi Semakin Syahdu Bareng Warna Terbaru Classy Yamaha
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoWaspada Banjir Rob, BMKG Peringatkan Pasang Laut Kaltim Capai 2,8 Meter Sepekan ke Depan
-
EKONOMI DAN PARIWISATA1 hari agoCuma Disokong Rp5 Juta, Kampung Ramadan Temindung Sukses Gerakkan Ekonomi Samarinda
-
SAMARINDA4 hari agoCetak Rekor di Kalimantan, Korem 091/ASN Raih Kartika Award sebagai Wilayah Bebas Korupsi
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoAngka Kebugaran Warga Benua Etam Mengkhawatirkan, KORMI Kaltim Turun Tangan Gagas ‘Kaltim Aktif’

