SAMARINDA
Pemkot Samarinda Larang Gerai Zakat Pasang Tenda di Pinggir Jalan
Pemkot Samarinda tak lagi mengizinkan gerai zakat baik swasta maupun plat merah. Mendirikan tenda di pinggir jalan. Stand penukaran uang juga tak boleh. Ini penjelasannya.
Jelang Ramadan 2023, Wali Kota Samarinda Andi Harun mengeluarkan Surat Edaran Nomor 300/0711/011.04. Tentang larangan pemasangan gerai zakat dan penukaran uang di tepi jalan.
Kalau edaran ini efektif, maka sepanjang Ramadan kali ini. Pemandangan Kota Samarinda akan berbeda. Lantaran sejak beberapa tahun terakhir. Berbagai Rumah Amil Zakat selalu mendirikan tenda layanan zakat di pinggir jalan.
Bahkan, satu badan amil zakat, bisa mendirikan puluhan tenda di berbagai penjuru kota. Bagi badan amil, tenda pinggir jalan bisa meningkatkan ‘omset’ zakat fitrah, sedekah, dan infaq. Yang akan dibagikan kepada para mustahik jelang Lebaran Idulfitri.
Bagi masyarakat, terutama yang sibuk bekerja. Tenda-tenda itu memudahkan mereka untuk menunaikan kewajiban zakat fitrah.
Namun pemkot memiliki alasan kuat dan logis kenapa melarang tenda zakat dan penukaran uang di pinggir jalan. Yakni, agar fungsi trotoar tidak disalahgunakan.
Bukan Larangan Buka Gerai Zakat
Kepala Kanwil Kemenag Kota Samarinda Baequni merespons Surat Edaran tersebut. Dia bilang, pemkot tidak mempermasalahkan pendirian gerai zakat.
“Tidak tidak ada larangan (mendirikan gerai zakat), yang diatur adalah (gerai) tidak boleh menempati trotoar,” kata Baequni, Kamis 16 Maret 2023.
Ia menyarankan, agar pengelola lembaga amil zakat membuka gerai di tempat-tempat yang aman. Seperti ruko, halaman toko atau kantor yang luas, area parkir kantor pemerintahan, ataupun di sekretariat sendiri.
“Yang penting jangan di trotoar. Kami kasih solusi menyewa di tempat warga atau kerja sama dengan instansi yang berlokasi potensial,” ucap Baequni.
Demi Kebaikan Bersama
Terpisah, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Samarinda Widiasmoro Eko Prawito. Mengatakan bahwa SE ini sangat baik. Demi keamanan dan ketertiban umum.
“Sebelumnya banyak yang buat gerai di trotoar dan pinggir jalan. Mengganggu estetika Kota Tepian kan?”
“Itu dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna jalan yang melintas,” ungkap Widi.
Terkait tenda zakat sudah kadung identik bertempat di trotoar. Widi mengimbau agar lembaga amil zakat bisa mengubah kebiasaan tersebut.
Baznas Kota Samarinda sendiri akan membuka gerai di sekertariat mereka. Di Jalan Dahlia dan di kantor-kantor kecamatan di Samarinda. Untuk masyarakat yang tidak mau repot, Baznaz menyediakan jasa jemput zakat ke rumah-rumah. (mhn/dra)
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoSetelah Kemarau Panjang, Hujan Kembali Datang di Kaltim, Bagaimana Cuaca Hari Ini?
-
OLAHRAGA4 hari agoJelang Lawan PSIM, Mauro Jeronimo Ingatkan Borneo FC Waspadai Perubahan Lawan
-
OLAHRAGA3 hari agoBorneo FC Diunggulkan atas PSIM, Tapi Misi Bangkit Tuan Rumah Bisa Jadi Ancaman
-
VIRAL4 hari agoKontroversi Raffi Ahmad dan Willie Salim Meluas, Artis Ikut Call Out hingga RANS Carnival Terdampak
-
OLAHRAGA4 hari agoDulu Akhir Pekan Identik Nongkrong, Sekarang Banyak Anak Muda Pilih Olahraga
-
OLAHRAGA4 hari agoBukan Sekadar Latihan, Ini yang Dimatangkan Borneo FC Sebelum Hadapi PSIM
-
NUSANTARA4 hari agoDari Konten ke Aksi Nyata, Kreator Kaltim Tanam 1.000 Pohon di Tahura Soeharto
-
VIRAL3 hari agoPolda Metro Minta Maaf, Raffi Klarifikasi, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Bukan Mahasiswa

