SEPUTAR KALTIM
Pemprov Kaltim Terus Jaga Ketersediaan dan Keseimbagan Harga Daging Sapi di Pasar
Saat bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri, permintaan daging sapi melonjak naik. Untuk itu, Pemprov Kaltim terus berupaya untuk menjaga ketersediaan dan keseimbangan harga daging sapi bagi masyarakat.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) berupaya menjaga ketersediaan dan keseimbangan harga daging sapi bagi masyarakat. Terutama untuk memenuhi permintaan di bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.
“Kami senantiasa memantau stok dan harga daging sapi di pasar lokal setiap hari untuk memastikan stabilitas harga dan pengendalian inflasi. Ini penting, terutama dalam menghadapi momen hari-hari besar keagamaan menghadapi permintaan daging cenderung meningkat,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kalimantan Timur (Kaltim) Ali Wardana, di Samarinda, Rabu 13 Maret 2024.
Pemantaua stok dan harga daging sapi ini menurut Ali Wardana untuk membantu pemerintah dalam memberikan informasi yang akurat untuk membuat sebuah kebijakan. Seperti mengambil langkah antisipasi atau tindakan yang diperlukan.
“Dengan data yang kami kumpulkan, tentu dapat menggambarkan kondisi pasar sebenarnya,” katanya dikutip melalui Antaranews Kaltim.
Ali Wardana melanjutkan bahwa pasar daging di Samarinda mengalami kenaikan harga yang signifikan.
Sejak awal tahun, telah terpantau pergerakan harga daging mengalami kenaikan.
Menurut pantauan, di beberapa daerah tertentu, harga daging sapi telah mencapai Rp160 ribu per kilogram, melebihi harga acuan yang ditetapkan sebesar Rp140 ribu per kilogram.
Pemerintah daerah pun enggak tinggal diam menghadapi situasi ini. Sejak Desember lalu, telah dilakukan serangkaian langkah strategis untuk mengatasi dan mengantisipasi lonjakan harga.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pembentukan toko penyeimbang, yang pertama kali diresmikan di Pasar Segiri Samarinda.
Ali Wardana mengatakan bahwa toko penyeimbang ini dapat menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok di pasar.
Pada toko penyeimbang yang diberi nama Kios Siap Jaga Harga Pasokan (SIGAP) yang telah diresmikan awal Maret lalu, daging segar yang dipotong pada subuh dijual dengan harga yang lebih kompetitif, yaitu Rp145ribu per kilogram. Selain daging, toko penyeimbang juga menyediakan beras, minyak goreng, gula, dan telur.
Ia menegaskan bahwa toko penyeimbang tidak hanya berfungsi sebagai pengendali harga, tetapi juga sebagai platform untuk membantu petani maupun peternak lokal memasarkan hasil produksinya.
Dengan begitu, maka dapat tercipta keseimbangan harga yang adil bagi produsen dan konsumen. (rw)
-
KUKAR5 hari agoKredit Kukar Idaman Terbaik Sasar Empat Sektor Usaha
-
KUKAR3 hari agoKebakaran Hebat Melanda Permukiman Padat Tenggarong, 75 Rumah dan Bangunan Ludes
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoTemuan BRIN soal Vape Jadi Perhatian, Angka Gangguan Kesehatan Diminta Tak Disalahartikan
-
OLAHRAGA3 hari agoIndonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Drama 120 Menit Berakhir Manis di GBK
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoGowes Wisata Kaltim Jelajah Tenggarong, Gowes Sambil Menyeberangi Sungai Mahakam
-
KUKAR3 hari agoPemkab Kukar Kembali Dorong Penataan Wilayah Sedulang dari Muara Kaman
-
BONTANG3 hari ago40 Motor Fazzio dan Grand Filano Ramaikan Rolling City Yamaha Classy di Bontang
-
KUKAR2 hari agoKukarGO Pangkas Hambatan UMKM Masuk Pasar Digital

