SEPUTAR KALTIM
Potret Stunting di Kaltim yang Meningkat: Kukar Paling Banyak, Butuh Perhatian Semua Pihak
Dear orangtua, tolong perhatikan gizi anaknya baik-baik. Karena angka stunting di provinsi Kaltim mengalami peningkatan. Kabupaten Kukar paling tinggi. Pemerintah tidak bisa atasi sendiri. Butuh perhatian semua pihak.
Angka stunting di Tanah Air tengah menjadi perhatian pemerintah. Karena kecenderungan mengalami peningkatan. Beragam kebijakan telah dikeluarkan.
Satu diantaranya dengan memperbaiki lingkungan dan meningkatkan gizi terhadap anak-anak. Seluruh pemerintah daerah diminta menurunkan hingga di bawah 14 persen.
Di Kaltim sendiri masih jauh dari target itu. Angka prevalensi stunting pada 2022, berdasarkan rilis Dinas Kesehatan provinsi mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Provinsi Kaltim bahkan masuk dari 6 provinsi yang alami kenaikan. Selain, Sulawesi Barat, Papua, NTB, Papua Barat, dan Sumatera Barat.
Pada tahun 2021, angka stunting Kaltim tercatat sebesar 22,8 persen. Meningkat 1,1 persen tahun 2022 menjadi 23,9 persen. Dari akumulasi tersebut, Masih jauh dari target nasional yang hanya 14 persen. Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi daerah teratas sebesar 27,1 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin menerangkan penyebabnya. Mulai dari wilayah geografis yang sangat luas, perilaku hidup tidak sehat, fasilitas sanitasi yang tidak memadai, hingga kurangnya asupan gizi yang diberikan pada anak-anak.
“Dari kenaikan angka stunting sebesar 1,1 persen tersebut angka stunting kita masih relatif rendah ketimbang dengan provinsi lain di Pulau Kalimantan. Saat ini kita berada di posisi kedua di bawah Kaltara sebesar 22,1 persen,” ungkap Jaya kepada awak media, saat Jumpa Pers di Kantor Diskominfo Kaltim, Jumat, 3 Februari 2023.
“Walaupun Kaltara di angka 22,1 persen. Tapi masih ada daerah mereka yang angkanya masih tembus 30,7 persen. Dan itu besar sekali.”
2024 Ditargetkan Turun Sesuai Target Nasional

Jaya optimis Kaltim dapat menurunkan angka stunting hingga mencapai angka 14 persen. Sesuai dengan target secara nasional. Targetnya tiap tahun bisa turun diangka 4 persen.
Artinya, pada akhir 2023, target penurunan stunting Kaltim dipatok menjadi 18,9 persen. Dan pada akhir 2024, bisa mencapai 14 persen. Sesuai target standar minimum nasional.
Namun, itu bisa dicapai bukan kerja dinasnya sendiri. Bahkan tak hanya dukungan antar stakeholder pemerintah saja. Tapi perlu juga perhatian semua pihak.
“Target penurunan sebesar 14 persen tapi bukan hanya Dinkes yang bekerja. Namun seluruh pihak yang mempunyai kepentingan dalam menuntaskan angka stunting di Kaltim. Kita perlu bahu-membahu agar semua terlaksana,” imbuhnya.
“Seluruh elemen masyarakat juga mempunyai pengaruh dalam mengurangi angka stunting. Program-program di tingkat terendah yakni RT hingga kelurahan atau desa,” ujarnya.
Jaya menggarisbawahi. Tak hanya Kukar yang harus menurunkan angka stunting. Namun seluruh daerah di Kaltim wajib menekan tingginya kasus ini. Apalagi dengan masih besarnya angka kasus yang terjadi.
Dalam catatannya, setelah Kukar, ada Samarinda sebesar 25,3 persen. Kemudian dibawahnya kabupaten Paser dengan angka 24,9 persen dan Kutai Timur 24,7 persen.
Dilanjutkan, Kutai Barat 23,1 persen, Penajam Paser Utara 21,8 persen, Berau 21,6 persen, kemudian Bontang 21 persen, Balikpapan 19,6 persen dan terakhir ada Mahakam Ulu sebesar 14,8 persen.
Perlu diketahui, jika penurunan angka stunting menjadi program prioritas yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Dan Peraturan Gubernur Nomor 56 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2019 sampai 2023.
Untuk mengenali gejala dan mencegah stunting Anda bisa baca artikel lain di sini. (sgt/am)
-
POLITIK4 hari agoDPRD Kaltim Siapkan Tindak Lanjut Temuan BPK, Dari Beasiswa Gratispol hingga Kredit Produktif Bankaltimtara
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoKisah Si Bejo, Sapi 1 Ton Asal Kaltim yang Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo Subianto
-
SAMARINDA3 hari agoUtang Pemkot Samarinda Rp400 Miliar, Andi Harun Alihkan 80 Persen APBD 2026 untuk Bayar Kewajiban
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoKaltim Raih Penghargaan Nasional, Sekolah Swasta Diakui Jadi Mitra Strategis Pendidikan
-
POLITIK3 hari agoHak Angket DPRD Kaltim Tetap Jalan, Gerindra Bantah Ada Konflik Rudy Mas’ud dan Seno Aji
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoWujud Kepedulian, Rudy Mas’ud Serahkan Sapi Kurban untuk PWI Kaltim
-
POLITIK4 hari agoParipurna Hak Angket DPRD Kaltim Dijadwalkan 10 Juni, Banmus Klaim Sudah Final
-
OLAHRAGA2 hari agoAldi Satya Mahendra Bidik Hasil Impresif di World Supersport Aragon

