SEPUTAR KALTIM
Produksi Budidaya Perikanan Kaltim Terus Meningkat, Saat Ini Sudah Mulai Diekspor
Komoditas perikanan di Kaltim ini cukup menjanjikan untuk penyediaan protein hewani. Produksi budidaya perikanan terus meningkat, bahkan hasil perikanan yang biasa digunakan untuk ketahanan pangan kini sudah mulai diekspor.
Dikutip melalui laman Diskominfo Kaltim, produk perikanan dari wilayah Kalimantan Timur terus berkembang dan menjadi primadona bagi masyarakat mancanegara.
Hal ini terbukti dengan belasan negara yang menjadi sasaran tujuan ekspor hasil perikanan seperti Kepiting, Ikan Kerapu, Udang Windu, Udang Pink dan Udang Putih di tahun 2022 mencapai nilai Rp 510.90 Miliar.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kaltim, Irhan Hukmaidy menjelaskan produksi budidaya perikanan terus meningkat, bahkan hasil perikanan yang biasa digunakan untuk ketahanan pangan kini sudah mulai diekspor.
Untuk pemenuhan pangan, sektor perikanan siap menjadi garda terdepan. Karena orientasi bukan lagi pemenuhan dalam daerah tapi perdagangan antar pulau bahkan ekspor yang menjadi tolak ukur, artinya komoditas perikanan di Kaltim ini cukup menjanjikan untuk penyediaan protein hewani apalagi menyongsong IKN.
“Hampir 80 persen komoditas ekspor berasal dari perikanan budidaya. Kami ingin mendongkrak pertumbuhan ekonomi dari budidaya ikan. Kami sektor perikanan siap menyiapkan pasokan pangan untuk IKN. Karena pasar kami tidak hanya lokal tapi sudah ekspor. Dalam rangka ketahanan pangan kami siap berada di garis depan khususnya kebutuhan hewani lainnya di perikanan,” jelas Irhan saat kegiatan jumpa pers yang dilaksanakan Diskominfo Kaltim, Jumat, 8 September 2023.
Irhan mengakui bahwa tahun 2022 belum bisa mencapai target yang diinginkan karena ada perubahan pola mata pencaharian karena pasca Covid-19, bukan berarti pelaku budidaya perikanan tidak bisa mendongkrak budi daya karena daya beli masyarakat saat Covid memang turun.
“Untuk produksi perikanan tahun 2022 dari target 164.441 ton ikan budidaya hanya terealisasi 162.115 ton. Sedangkan untuk ikan tangkap dengan target 162.593 ton mengalami peningkatan sebesar 177.514 ton. Namun pencapaian lainnya dari perikanan yakni naiknya pertumbuhan nilai ekspor hasil perikanan sebesar 37,402 USD. Konsumsi ikan juga mengalami peningkatan dari target 56 kg/kapita menjadi 56,39 kg/kapita,” papar Irhan.
Ia juga menambahkan bahwa beberapa kali sektor perikanan telah berhasil mencapai surplus dalam penyediaan pangan, berbeda dengan daging merah yang masih harus diimpor dari daerah lain dan sektor pertanian.
Namun, dalam sektor perikanan, terutama di wilayah yang heterogen seperti ini, Kaltim memiliki keunggulan yang signifikan. Suku Bugis, misalnya, memiliki preferensi untuk makanan dari laut, sedangkan suku Kutai dan Banjar cenderung menyukai ikan air tawar. Sehingga, pemenuhan permintaan ikan laut maupun air tawar sangat baik.
“Ada dua kab/kota di Kaltim yang sudah ditunjuk untuk budidaya dari 120 kab/kota di Indonesia. Kepulauan Maratua mengembangkan Kerapu, lalu ada Kampung budidaya ikan nila di loa kulu. Dengana adanya penetapan kampung budidaya tersebut, baik bantuan dari pemerintah pusat atau daerah kita bisa integrasikan. Yang jelas hamper 80 persen komoditas ekspor berasal dari budidaya perikanan,” tutupnya. (RW)
-
EKONOMI DAN PARIWISATA2 hari agoCIMB Niaga Luncurkan OCTO Arena di Jakarta, Satukan Padel, Wellness dan Komunitas
-
SAMARINDA5 hari agoParkir Berlangganan Samarinda 2026 Mulai Diuji Coba, Pemkot Siapkan Satgas Berantas Jukir Liar
-
OPINI2 hari agoKaltim Kehilangan Kursi Ketua Komisi
-
BALIKPAPAN4 hari agoBPJS Ketenagakerjaan Dorong Penerima Manfaat Kembali Berdaya Lewat Program PEKA
-
NUSANTARA5 hari ago9.405 Narapidana di Kaltim-Kaltara Terima Remisi HUT RI, 203 Langsung Bebas
-
NUSANTARA2 hari agoPuncak MAXI Tour Boemi Nusantara, Rayakan Kemerdekaan di Tana Para Raja
-
GAYA HIDUP4 hari agoBertanding dengan Ratusan Karya, Ini 5 Grand Filano Hybrid Peraih Gelar ‘Best of The Best’ Classy Modifest
-
SAMARINDA3 hari agoAsap Karhutla Lintas Daerah di Kaltim, Wali Kota Samarinda Dorong Pemprov Bentuk Gerakan Bersama

