SAMARINDA
Ratusan Kendaraan Dirazia, Pajak Mati Wajib Bayar di Tempat
Sejumlah pengendara di Samarinda terpaksa menepikan kendaraannya saat melintas di Jalan Apt. Pranoto. Mereka terjaring razia penertiban surat kendaraan dan kelengkapan berkendara. Pengendara dengan pajak kendaraan mati diwajibkan membayar langsung di tempat.
Penertiban ini dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (UPTD PPRD) bersama Tim Pembina Samsat Samarinda, yang terdiri dari Bapenda Kaltim, Kepolisian, dan Jasa Raharja.
Razia berlangsung pada Selasa 18 Februari 2025 sore, mulai pukul 15.00 hingga 17.00, di depan Batalyon Infanteri 611/Awang Long Kompi Senapan C, Samarinda Seberang.
Meningkatkan Kepatuhan Masyarakat
Ketua UPTD PPRD, Bambang Erryanto, menjelaskan bahwa razia ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan dan mematuhi aturan berkendara.
Selain pajak kendaraan, petugas juga memeriksa kelengkapan lain seperti SIM, helm, kaca spion, serta menindak penggunaan knalpot brong yang menimbulkan polusi suara.
“Penertiban ini juga bagian dari Operasi Keselamatan Mahakam 2025,” ujar Bambang.
Bayar Pajak di Tempat atau Buat Surat Pernyataan
Pengendara yang kedapatan belum membayar pajak diminta untuk melunasinya di lokasi. Samsat keliling telah disediakan untuk mempermudah pembayaran.
Namun, bagi mereka yang belum memiliki dana, diberikan opsi mengisi surat pernyataan dan diberi waktu tujuh hari untuk menyelesaikan pembayaran di loket Samsat terdekat.
“Jika pengendara tidak membawa dana, kami siapkan blangko surat pernyataan,” jelas Bambang.
Imbauan bagi Orangtua
Selain pajak kendaraan, razia juga menemukan banyak pelajar yang mengendarai motor tanpa SIM atau tidak menggunakan helm.
Kanit Regident Satlantas Polresta Samarinda, AKP Fajar Hayyi Noviyanti, menyatakan bahwa bagi pelajar yang melanggar, orangtua mereka dipanggil untuk menyelesaikan masalah.
“Jika mereka tidak memakai helm, orangtuanya wajib mengantar helm ke lokasi razia,” kata Fajar.
Ia mengimbau agar orangtua lebih mengawasi anak-anak mereka yang belum memiliki kelengkapan berkendara dan menyarankan alternatif transportasi lain, seperti diantar langsung atau menggunakan ojek online.
“Kalau memang sibuk, usahakan anak-anak tidak berkendara sendiri. Bisa diantar atau naik ojek online,” pungkasnya. (tha/sty)
-
SAMARINDA5 hari agoYamaha Gelar Pelatihan Ekonomi Kreatif di SMAN 9 & SMAN 16 Samarinda, Siswa Antusias Ikuti Kelas Merangkai Bunga dan Menghias Kue
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoDarlis Pattalongi Resmi Nahkodai KKW Kaltim, Bawa Semangat Persatuan Warga Wajo dan Harmoni Antar Etnis
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoPeringati Hari Lingkungan Hidup, Kaltim Dorong Perubahan Pola Pengelolaan Sampah
-
KUKAR3 hari agoBelasan Alumni Santriwati di Kukar Laporkan Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes, Korban Mengaku Terjadi Bertahun-Tahun
-
KUKAR4 hari agoYamaha Dorong Kreativitas Pelajar, Siswa SMKN 1 Tenggarong Antusias Ikuti Pelatihan Merangkai Bunga dan Dekorasi Kue
-
EKONOMI DAN PARIWISATA5 jam agoHarga Pertamax Resmi Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Pertamina Sebut Ikuti Harga Minyak Dunia
-
OLAHRAGA1 hari agoTetap Semangat di Musim Perdana, Arai Agaska Terus Kejar Performa Terbaik di World Sportbike

