OLAHRAGA
Suporter Borneo FC Minta Lini Depan Dirotasi, Pieter Huistra Jawab Begini
Para pendukung Borneo FC menuntut Pelatih Pieter Huistra untuk merotasi lini depan, menyusul hasil buruk di 2 laga terakhir. Di mana Pesut Etam gagal melesakkan 1 gol pun dari 32 upaya tembakan.
Dengan permainan dominan dan super menyerang, Borneo FC Samarinda mendapati hal yang kontradiktif. Yakni sulit mencetak gol. Dari 12 pekan yang berlalu, Pesut Etam baru membuat 16 gol, alias hanya 1,3 gol per laga. Raihan ini kalah dari Persib dan Arema misalnya, yang sudah membuat 19 gol dari 11 dan 12 laga. Padahal kedua tim bermain reaktif, alias mengandalkan serangan balik.
Lalu dari 3 hasil imbang dan 3 kekalahan yang diderita Pasukan Samarinda sejauh ini. Hanya 1 laga di mana mereka kalah karena masalah pertahanan. Yaitu saat kalah 3-2 dari Persis. Sisanya, lebih disebabkan karena tidak efektifnya lini depan.
Titik nadirnya adalah pada 2 laga terakhir kontra Persib dan PSM. Borneo FC gagal mencetak gol di dua laga beruntun tersebut. Padahal total tembakan yang dilakukan berjumlah 32.
Kondisi ini tidak hanya bikin pelatih pening, pendukung pun ikut gemas. Karena kerap dipertontonkan aksi pemain depan yang membuang-buang peluang.
Untuk lepas dari situasi itu, pendukung berharap Pelatih Pieter untuk berani melakukan rotasi di lini depan. Terutama untuk Leo Gaucho dan Stefano Lilipaly.
Leo Gaucho yang menggila di awal musim, belakangan kehilangan magisnya di kotak penalti. Ketidakmampuannya mencetak gol membuat kelemahan permainannya terkespos. Seperti kontrol dan dribble, hingga caranya mencari ruang tembak. Sementara Fano, sejak cederanya pada akhir musim lalu, belum menemukan permainan terbaiknya lagi. Sehingga pendukung ingin Fano menjadi super sub untuk sementara waktu, sampai kemampuan aslinya kembali.
Jawaban Pelatih Borneo FC
Merespons soal itu, Pieter Huistra menjelaskan bahwa 11 pemain awal yang ia pilih, telah melalui mekanisme yang benar.
“Saat ini kami selalu mencari tim terbaik untuk pertandingan yang spesifik. Jadi, kami berusaha untuk memainkan pemain terbaik, tentu saja untuk membuat tim terbaik.”
“Ini tentuk saja campuran dari otomatisasi, jadi pemain tahu apa yang harus dilakukan dan energi terbaik yang akan masuk. Jadi, kami selalu berusaha untuk melihat itu,” ujarnya, Kamis sore.
Lewat pernyataan ini, Pieter seperti ingin menjelaskan bahwa pengalaman pemain di pertandingan sebelumnya dan performa mereka di sesi latihan adalah penilaian utamanya. Jika ada pemain pelapis yang ingin menjadi starter atau setidaknya bermain dari bangku cadangan, mereka harus menunjukan kapasitasnya di sesi latihan. Serta memberikan kontribusi ketika mendapat sedikit waktu bermain di lapangan.
Musim ini, Pieter memang beberapa kali membongkar starting XI. Di awal musim misalnya, Peralta memulai debutnya di pertandingan kedua Liga 1 dari bangku cadangan. Ia bermain 25 menit, mengesankan, dan menjadi langganan starter setelahnya.
Di pekan ke-15, Komang Teguh menjadi starter di posisi bek kiri, padahal Leo Guntara tersedia di pertandingan itu. Sementara Christophe yang tak tersentuh, akhirnya merasakan bangku cadangan pekan lalu, untuk membiarkan Ronaldo Rodrigues menempati posisinya, berduet dengan Furtado.
Kedalaman Skuad
Tidak banyaknya rotasi starting XI, menurut Pieter, juga karena kedalaman skuad. Pelatih asal Belanda secara tersirat berkata jika kualitas antara pemain utama dan pelapis berada di level yang berbeda. Ia berharap para pemain pelapis meningkatkan kualitasnya, supaya saat pemain utama under perform, mereka setiap saat bisa diandalkan.
“Tim kami tak terlalu besar saat ini. Ada banyak pemain muda yang belajar cepat saat ini. Mereka harus berusaha memastikan bahwa ini adalah tantangan untuk mereka bisa masuk ke dalam posisi starting.”
“Ini berjalan bagus di latihan. Tetapi, banyak dari mereka harus berkembang lebih jauh lagi. Jadi, tim tak terlalu besar saat ini,” pungkasnya. (dra)
-
PARIWARA5 hari agoRutin Sambangi Sulsel, Yamaha Cup Race Kembali Gebrak Sidrap Gelar MAXi Race dan Endurance GEAR Ultima
-
PARIWARA4 hari agoYamaha Luncurkan Aplikasi YAMAHA MOTOR ON, Digital Hub untuk Pengalaman Berkendara Lebih Menyenangkan
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoSekda Berprestasi Belajar Keamanan Siber di Korea Selatan, Dorong Transformasi Digital Daerah
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoPWI Kaltim Gelar Halalbihalal, Angkat Tema Jurnalisme Kenabian Bersama Wali Kota Samarinda
-
OLAHRAGA3 hari agoYamaha Racing Indonesia Konsisten Podium di ARRC Sepang 2026, Optimistis Hadapi Seri Buriram
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoIsu Rp25 Miliar Tidak Benar, Ini Penjelasan Lengkap Anggaran Jamuan Pemprov Kaltim
-
OLAHRAGA2 hari agoAldi Satya Mahendra Inginkan Assen Jadi Arena Comeback Bersinar Lagi
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoMelihat Kondisi Rumah Dinas Gubernur Kaltim yang Viral karena Renovasi Rp25 Miliar, Ini Kondisi Sebenarnya

