<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Fajar Alam Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<atom:link href="https://kaltimfaktual.co/tag/fajar-alam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/fajar-alam/</link>
	<description>Mengabarkan Menginspirasi &#38; Menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Dec 2023 08:33:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/04/cropped-ab250959a0684d6d235c1bf402c8efd8-32x32.png</url>
	<title>Fajar Alam Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/fajar-alam/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Estafet Pengetahuan, Fajar Alam Giat Arsipkan Sejarah Lokal</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/estafet-pengetahuan-fajar-alam-giat-arsipkan-sejarah-lokal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Dec 2023 13:03:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SAMARINDA]]></category>
		<category><![CDATA[ADV DPK KALTIM 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Fajar Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Samarinda Bahari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=25886</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fajar Alam dan beberapa rekannya berupaya untuk mengabadikan sejarah. Melalui berbagai tulisan yang menjadi kemudian arsip penting bagi sejarah lokal. Sebagai upaya estafet pengetahuan agar tak terputus dengan generasi mendatang. Semakin jauh berlalu peristiwa di masa lalu. Maka potensi gap antara sejarah dengan generasi mendatang akan semakin besar. Semakin lama, generasi yang akan datang bisa [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/estafet-pengetahuan-fajar-alam-giat-arsipkan-sejarah-lokal/">Estafet Pengetahuan, Fajar Alam Giat Arsipkan Sejarah Lokal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Fajar Alam dan beberapa rekannya berupaya untuk mengabadikan sejarah. Melalui berbagai tulisan yang menjadi kemudian arsip penting bagi sejarah <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Timur">lokal</a>. Sebagai upaya estafet pengetahuan agar tak terputus dengan generasi mendatang.</p>



<p>Semakin jauh berlalu peristiwa di masa lalu. Maka potensi gap antara sejarah dengan generasi mendatang akan semakin besar. Semakin lama, generasi yang akan datang bisa tak lagi mengenal sejarah.</p>



<p>Padahal, peristiwa sejarah sangatlah penting. Sebab dalam sejarah mengandung asal usul, identitas dan jati diri untuk memahami nilai-nilai masyarakat yang beredar dari masa ke masa.</p>



<p>Karena minimnya rekam jejak sejarah atau arsip yang menggambarkan sejarah lokal, utamanya di Kota Tepian. Dua orang yang&nbsp; memiliki ketertarikan lebih akan sejarah; Fajar Alam dan Muhammad Sarip, akhirnya menginisiasi pengarsipan sejarah.</p>



<p>Melalui grup Facebook Samarinda Bahari yang berdiri pada tahun 2014. Menjadi wadah berbagi informasi baik berupa artikel, dokumen, foto, gambar, dan video tentang Kota Samarinda pada masa lampau.</p>



<p>Pemerhati Sejarah Kalimantan Timur sekaligus pendiri Samarinda Bahari itu mengaku upaya yang dilakukan sebagai upaya agar estafet pengetahuan terus berjalan. Apalagi di Samarinda sendiri sudah terjadi banyak sekali perubahan.</p>



<p>&#8220;Supaya estafet pengetahuan aja. Budaya tutur kalau nggak ditulis ya memori itu akan hilang,&#8221; jelas Fajar belum lama ini.</p>



<p>Fajar cerita, kalau hasil tulisannya itu bersumber dari saksi sejarah yang kebetulan merupakan kakeknya. Sehingga berkesempatan meneruskan penuturan saksi sejarah, untuk generasi mendatang.</p>



<p>&#8220;Rekap sejarah Lapangan Pemuda yang ada Soekarno, nggak sengaja merekam penuturan dari Mbah saya waktu itu,&#8221; kisahnya.</p>



<p>&#8220;(Mbah) warga Loa Kulu yang kemudian pindah ke Samarinda. Dari SMP SMA, kemudian kuliah di Undip, baru balik jadi guru. Dari memori kolektif itu, dari saksi sejarah sih, saya coba rekonstruksi,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Fajar menyadari ketika penuturan saksi sejarah itu tidak segera ditulis. Maka akan hilang. Dan generasi mendatang tidak bisa mengakses pengetahuan sejarah kotanya sendiri.</p>



<p>Dari gerakan mulia Fajar alam dan Muhammad Sarip, telah melahirkan banyak karya sejarah. <a href="https://kaltimfaktual.co/kesah-kata-siapa-jadi-pemain-bola-itu-enak/">(<strong>ens/fth)</strong></a></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>



<p class="has-small-font-size"><strong><a href="https://dpk.kaltimprov.go.id/" data-type="link" data-id="https://dpk.kaltimprov.go.id/">ADVERTORIAL DINAS PERPUSTAKAAN &amp; KEARSIPAN KALTIM</a></strong></p>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/estafet-pengetahuan-fajar-alam-giat-arsipkan-sejarah-lokal/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/estafet-pengetahuan-fajar-alam-giat-arsipkan-sejarah-lokal/">Estafet Pengetahuan, Fajar Alam Giat Arsipkan Sejarah Lokal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cerita di Balik Penulisan Sejarah Loa Kulu yang Menjadi Arsip Penting</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/cerita-di-balik-penulisan-sejarah-loa-kulu-yang-menjadi-arsip-penting/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Dec 2023 14:37:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KUKAR]]></category>
		<category><![CDATA[ADV DPK KALTIM 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Fajar Alam]]></category>
		<category><![CDATA[loa kulu]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Loa Kulu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=25817</guid>

					<description><![CDATA[<p>Buku sejarah Loa Kulu menjadi arsip dan rujukan yang penting di Kalimantan Timur. Ditulis berdasarkan penuturan saksi sejarah. Di balik penulisannya memiliki cerita tersendiri yang menarik. Pada tahun 2017 lalu, sejarah daerah Loa Kulu ditulis oleh Pemerhati Sejarah Kalimantan Timur (Kaltim) Fajar Alam. Dalam buku setebal 142 halaman yang berjudul Kejayaan &#38; Keruntuhan Kota Tambang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/cerita-di-balik-penulisan-sejarah-loa-kulu-yang-menjadi-arsip-penting/">Cerita di Balik Penulisan Sejarah Loa Kulu yang Menjadi Arsip Penting</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Buku sejarah <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Loa_Kulu,_Kutai_Kartanegara">Loa Kulu</a> menjadi arsip dan rujukan yang penting di Kalimantan Timur. Ditulis berdasarkan penuturan saksi sejarah. Di balik penulisannya memiliki cerita tersendiri yang menarik.</p>



<p>Pada tahun 2017 lalu, sejarah daerah Loa Kulu ditulis oleh Pemerhati Sejarah Kalimantan Timur (Kaltim) Fajar Alam. Dalam buku setebal 142 halaman yang berjudul Kejayaan &amp; Keruntuhan Kota Tambang Kolonial di Tanah Kutai 1888–1970.</p>



<p>Buku itu ditulis, sebab, kecamatan yang terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) itu memiliki sejarah penting. Sempat mengalami masa kejayaan sebagai daerah penghasil batubara pada era pemerintahan kolonial Hindia Belanda.</p>



<p>Buku itu ditulis oleh Fajar Alam melalui penuturan saksi sejarah yang kebetulan kakeknya. Seorang guru yang pernah tinggal di Loa Kulu. Banyaknya cerita soal daerah yang sekarang menjadi sentra tempe itu, membuat Fajar penasaran. Apalagi di sana ada jejak tambang batubara era Belanda. Semakin menambah minat geolog yang sempat bekerja di perusahaan tambang ternama di Kaltim itu.</p>



<p>&#8220;Mumpung Mbah masih hidup. Jadi setelah beberapa hari bertutur, langsung mengingat lagi lokasinya. Kita datang ke situ, validasi langsung,&#8221; jelasnya belum lama ini.</p>



<p>&#8220;Ada 15 lokasi yang bisa dijangkau dalam kurun waktu 2 jam,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Kemudian tulisan selesai. Fajar sempat kebingungan untuk membagikan hasil tulisannya pada platform mana. Maka selain mencetaknya ke buku, dia juga memuatnya dalam bentuk digital, pun beberapa diunggah begitu saja di akun Facebook pribadinya.</p>



<p>&#8220;Waktu itu mikirnya yang penting banyak orang ngerti tanpa harus membeli deh. Saya gratisin saya unggah,&#8221; kisahnya.</p>



<p>Hingga kini buku tulisan Fajar Alam jadi hasil penelusuran yang penting dan jadi rujukan untuk banyak hal. Termasuk disimpan di Kantor Kecamatan Loa Kulu sebagai arsip penting dan berharga. <strong><a href="https://kaltimfaktual.co/basri-rase-ungkap-pentingnya-arsip-untuk-penegakkan-hukum/">(ens/dra)</a></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>



<p class="has-small-font-size"><strong><a href="https://dpk.kaltimprov.go.id/" data-type="link" data-id="https://dpk.kaltimprov.go.id/">ADVERTORIAL DINAS PERPUSTAKAAN &amp; KEARSIPAN KALTIM</a></strong></p>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/cerita-di-balik-penulisan-sejarah-loa-kulu-yang-menjadi-arsip-penting/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/cerita-di-balik-penulisan-sejarah-loa-kulu-yang-menjadi-arsip-penting/">Cerita di Balik Penulisan Sejarah Loa Kulu yang Menjadi Arsip Penting</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Misi Mulia Fajar Alam Arsipkan Sejarah Loa Kulu Lewat Buku</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/misi-mulia-fajar-alam-arsipkan-sejarah-loa-kulu-lewat-buku/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Dec 2023 13:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KUKAR]]></category>
		<category><![CDATA[ADV DPK KALTIM 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Fajar Alam]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Loa Kulu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=25746</guid>

					<description><![CDATA[<p>Buku Sejarah Loa Kulu. Ditulis oleh Fajar Alam dengan kesadaran penuh akan pentingnya mengarsipkan pengetahuan. Sampai kini, buku itu masih kerap jadi rujukan penting dalam berbagai hal. Kini Loa Kulu merupakan sebuah kecamatan yang terletak di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Di masa lampau, pada era pemerintahan kolonial&#160;Hindia Belanda. Loa Kulu pernah mengalami [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/misi-mulia-fajar-alam-arsipkan-sejarah-loa-kulu-lewat-buku/">Misi Mulia Fajar Alam Arsipkan Sejarah Loa Kulu Lewat Buku</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Buku Sejarah <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Loa_Kulu,_Kutai_Kartanegara">Loa Kulu</a>. Ditulis oleh Fajar Alam dengan kesadaran penuh akan pentingnya mengarsipkan pengetahuan. Sampai kini, buku itu masih kerap jadi rujukan penting dalam berbagai hal.</p>



<p>Kini Loa Kulu merupakan sebuah kecamatan yang terletak di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Di masa lampau, pada era pemerintahan kolonial&nbsp;Hindia Belanda. Loa Kulu pernah mengalami fase kejayaan sebagai daerah penghasil&nbsp;batubara&nbsp;yang cukup penting.</p>



<p>Selain itu, ada banyak peristiwa bersejarah yang terjadi di sana. Bahkan terdapat bangunan dan peninggalan bersejarah di Loa Kulu yang masih dapat ditelusuri hingga kini. Menjadi sisa dari kejayaan masa lalu dan saksi bisu perkembangan Loa Kulu.</p>



<p>Pemerhati Sejarah Kalimantan Timur Fajar Alam menyadari betapa berharganya sejarah dan riwayat perkembangan daerah Loa Kulu. Terutama pada masa kejayaannya ketika itu. Namun belum ada yang mengulas dengan baik bagaimana sejarah Loa Kulu.</p>



<p>Fajar kemudian melakukan penelusuran terhadap daerah Loa Kulu dengan kondisi saat ini. Berbekal penuturan seorang saksi sejarah yang kebetulan adalah kakeknya. Fajar kemudian mengarsipkan sejarah Loa Kulu menjadi tulisan dalam buku.</p>



<p>Buku itu berjudul Kejayaan &amp; Keruntuhan Kota Tambang Kolonial di Tanah Kutai 1888–1970. Buku setebal 142 halaman itu diterbitkan pada 2017 lalu. Oleh penerbit RV Pustaka Horizon bekerja sama dengan Komunitas Samarinda Bahari.</p>



<p>&#8220;Arsip sejarah Loa Kulu, kesadaran bahwa kalau cuma cerita dari saya akan hilang suatu masa. Sehingga itu harus dipindahkan, memori lisan itu ke tulisan,&#8221; jelas Fajar baru-baru ini.</p>



<p>Dengan latar belakang geologi yang baik, membuatnya menulis buku itu dengan apik. Disertai prolog soal geologi, dalam hal ini kondisi batubara. Yang kemudian buku itu menjadi referensi dan rujukan penting bagi beberapa tulisan teranyar.</p>



<p>Fajar tak ingin generasi mendatang terputus dengan masa lalu. Baginya pengetahuan berharga itu tak boleh hilang. Dan harus diarsipkan untuk kemudian diwariskan kepada generasi mendatang.</p>



<p>&#8220;Loa Kulu punya nilai penting di Kaltim, karena listrik awal Samarinda dan Tenggarong kan dari Loa Kulu. Sudah PLTU ketika itu,&#8221; pungkasnya. <strong><a href="https://kaltimfaktual.co/sihran-keluar-lapangan-dengan-pincang-pelatih-borneo-fc-kehabisan-bensin-dia/">(ens/dra)</a></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>



<p class="has-small-font-size"><strong><a href="https://dpk.kaltimprov.go.id/" data-type="link" data-id="https://dpk.kaltimprov.go.id/">ADVERTORIAL DINAS PERPUSTAKAAN &amp; KEARSIPAN KALTIM</a></strong></p>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/misi-mulia-fajar-alam-arsipkan-sejarah-loa-kulu-lewat-buku/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/misi-mulia-fajar-alam-arsipkan-sejarah-loa-kulu-lewat-buku/">Misi Mulia Fajar Alam Arsipkan Sejarah Loa Kulu Lewat Buku</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengarsipan Hasil Kajian Geologi di Kaltim Belum Memadai</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/pengarsipan-hasil-kajian-geologi-di-kaltim-belum-memadai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Nov 2023 07:51:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEPUTAR KALTIM]]></category>
		<category><![CDATA[ADV DPK KALTIM 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Fajar Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Geologi Kaltim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=24883</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hasil kajian geologi yang pernah dilakukan sudah pernah diarsipkan. Yakni dengan pelaporan data kepada instansi pemerintah. Namun memang penerapannya belum maksimal di Kaltim. Hasil dari kajian geologi lanjutan yang diarsipkan memiliki peran yang sangat vital bagi kelanjutan berbagai sektor. Di antaranya industri geologi, pendidikan, hingga sektor bisnis dan pembangunan tata kota. Hasil kajian lanjutan itu [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/pengarsipan-hasil-kajian-geologi-di-kaltim-belum-memadai/">Pengarsipan Hasil Kajian Geologi di Kaltim Belum Memadai</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Hasil kajian geologi yang pernah dilakukan sudah pernah d<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Arsip">iarsipkan</a>. Yakni dengan pelaporan data kepada instansi pemerintah. Namun memang penerapannya belum maksimal di Kaltim.</p>



<p>Hasil dari kajian geologi lanjutan yang diarsipkan memiliki peran yang sangat vital bagi kelanjutan berbagai sektor. Di antaranya industri geologi, pendidikan, hingga sektor bisnis dan pembangunan tata kota.</p>



<p>Hasil kajian lanjutan itu biasa meliputi kegiatan penelitian pada suatu wilayah. Terhadap kondisi di bawah permukaan tanah. Biasanya dilakukan sebelum memulai proyek besar atau adanya suatu pembangunan.</p>



<p>Misalnya kegiatan pengeboran atau seismik. Sebuah upaya untuk mendapatkan informasi tentang susunan, ketebalan, hingga kandungan dari batuan. Ataupun mengukur kedalaman untuk sampai ke sumber migas.</p>



<p>Ada pula geolistrik. Yakni teknik geofisika yang digunakan untuk mengukur karakteristik material di bawah permukaan tanah. Untuk penentuan potensi sumber air tanah di bawah permukaan. Atau rencana pembangunan jalan dan jembatan.</p>



<p>Biasanya kegiatan-kegiatan itu dilakukan oleh sebuah sebuah perusahaan atau instansi pemerintahan yang akan aian melaiukan priyek besar atau suatu pembangunan. Melalui pihak ke-3 yang dipercaya.</p>



<p>Namun, hasil kajian itu tidak dikumpulkan menjadi satu terpusat untuk kemudian disimpan diarsipkan. Karena tersebar dan menjadi kepemilikan masing-masing perusahaan. Dan data informasinya tidak diakses secara terbuka.</p>



<p>Menurut Pakar Geologi Kaltim Fajar Alam. Upaya pengarsipan itu pernah dilakukan terhadap suatu instansi. Ketika itu, setiap tahun sempat melaporkan rencana kerja dan anggaran biaya.</p>



<p>&#8220;Itu kan ada pembaruan informasi tentang sumber daya atau cadangan. Dahulu berapa sekarang berapa. Kalau berubah misalnya cadangannya ada yang lebih besar. Mestinya ada aktifitas tambahan berupa pengambilan data. Pengeboran,&#8221; jelas Fajar baru-baru ini.</p>



<p>Fajar mengungkap kalau pada kondisi tertentu, lampiran hasil pengeboran itu pernah disampaikan juga dijadikan halaman pada lampiran. Senagai upaya pengarsipan.</p>



<p>&#8220;Laporan ke SDM waktu itu, yang masih masuk di provinsi ya maupun pusat itu ada,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Namun Fajar mengira kalau itu mungkin bagian darinimprovisasi untuk mengaktualkan sumber datanya. Sehingga perusahaan bisa menyimpulkan cadangannya dengan lebih valid.</p>



<p>&#8220;Nah terus dilampirkan. Berarti kan ada data. Data interval batu bara misal dengan koordinatnya. Sehingga bisa divalidaai pihak ketiga.&#8221;</p>



<p>Dalam pandangannya. Fajar melihat pemerintah daerah pernah melakukan upaya kearsipan itu. Walaupun data yang dilampirkan mungkin berupa sampel.</p>



<p>&#8220;Ada pernah. Tapi belum terarsipkan dengan baik,&#8221; pungkasnya. <strong><a href="https://kaltimfaktual.co/line-up-pemain-pelapis-borneo-fc-mewah-juga/">(ens/fth)</a></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>



<p class="has-small-font-size"><strong><a href="https://dpk.kaltimprov.go.id/" data-type="link" data-id="https://dpk.kaltimprov.go.id/">ADVERTORIAL DINAS PERPUSTAKAAN &amp; KEARSIPAN KALTIM</a></strong></p>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/pengarsipan-hasil-kajian-geologi-di-kaltim-belum-memadai/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/pengarsipan-hasil-kajian-geologi-di-kaltim-belum-memadai/">Pengarsipan Hasil Kajian Geologi di Kaltim Belum Memadai</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Arsip Aktivitas Geologi Masih Tersebar, Belum Ada Regulasi Pengumpul</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/arsip-aktivitas-geologi-masih-tersebar-belum-ada-regulasi-pengumpul/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Nov 2023 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEPUTAR KALTIM]]></category>
		<category><![CDATA[ADV DPK KALTIM 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Fajar Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Geologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=24879</guid>

					<description><![CDATA[<p>Arsip kajian geologi lanjutan, masih banyak tersebar. Sebab menjadi milik inisiator proyek. Belum ada regulasi khusus yang mengumpulkannya menjadi satu dan dikelola. Kajian geologi lanjutan meliputi kegiatan kajian pada suatu wilayah. Terhadap kondisi di bawah permukaan tanah. Biasanya dilakukan sebelum memulai proyek besar atau adanya suatu pembangunan. Misalnya pengeboran. Sebuah upaya untuk mendapatkan informasi tentang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/arsip-aktivitas-geologi-masih-tersebar-belum-ada-regulasi-pengumpul/">Arsip Aktivitas Geologi Masih Tersebar, Belum Ada Regulasi Pengumpul</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap"><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Arsip">Arsip</a> kajian geologi lanjutan, masih banyak tersebar. Sebab menjadi milik inisiator proyek. Belum ada regulasi khusus yang mengumpulkannya menjadi satu dan dikelola.</p>



<p>Kajian geologi lanjutan meliputi kegiatan kajian pada suatu wilayah. Terhadap kondisi di bawah permukaan tanah. Biasanya dilakukan sebelum memulai proyek besar atau adanya suatu pembangunan.</p>



<p>Misalnya pengeboran. Sebuah upaya untuk mendapatkan informasi tentang susunan, ketebalan, hingga kandungan dari batuan. Ataupun mengukur kedalaman untuk sampai ke sumber migas.</p>



<p>Bisa juga berupa geolistrik. Merupakan teknik geofisika yang digunakan untuk mengukur karakteristik material di bawah permukaan tanah. Untuk penentuan potensi sumber air tanah di bawah permukaan. Atau rencana pembangunan jalan dan jembatan.</p>



<p>Namun, menurut Pakar Geologi Kaltim, Fajar Alam. Aktifitas kajian lingkungan biasanya dilakukan oleh pihak ke-3 yang dipercaya oleh inisiator atau pemilik proyek. Biasa sebagai pra-proyek. Alias masuk perencanaan sebelum proyek berjalan.</p>



<p>Karena tersebar dan menjadi kepemilikan masing-masing perusahaan. Akhirnya data arsip hasil kajian itu tidak terkumpul menjadi satu. Dan data informasinya tidak diakses secara terbuka. Apalagi belum ada regulasi khususnya.</p>



<p>&#8220;Dikumpulkan menjadi satu data, belum. Karena tergantung masing-masing client. Dan itu informasi yang diperoleh dengan pembiayaan yang privat,&#8221; jelas Fajar belum lama ini.</p>



<p>&#8220;Padahal sebenarnya data itu mungkin sudah selesai buat mereka, tapi bisa bermanfaat untuk yang lain kan. Ini jadi perbincangan kawan-kawan geologi sebenarnya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Menurut Fajar, pemerolehan data itu juga tidak bisa dipaksakan. Sebab masih menjadi hak milik masing-masing pemegang proyek. Ditambah belum adanya regulasi semakin mempersulit.</p>



<p>&#8220;Kita nggak maksa. Regulasinya nggak ada. Pemerintah perlu membuat regulasi soal itu. Sayangnya wawasannnya kurang bagus perihal ini,&#8221; tandasnya. <strong><a href="https://kaltimfaktual.co/line-up-pemain-pelapis-borneo-fc-mewah-juga/">(ens/fth)</a></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>



<p class="has-small-font-size"><strong><a href="https://dpk.kaltimprov.go.id/" data-type="link" data-id="https://dpk.kaltimprov.go.id/">ADVERTORIAL DINAS PERPUSTAKAAN &amp; KEARSIPAN KALTIM</a></strong></p>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/arsip-aktivitas-geologi-masih-tersebar-belum-ada-regulasi-pengumpul/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/arsip-aktivitas-geologi-masih-tersebar-belum-ada-regulasi-pengumpul/">Arsip Aktivitas Geologi Masih Tersebar, Belum Ada Regulasi Pengumpul</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kajian Geologi Lanjutan Tidak Mudah, Hasilnya Harus Diarsipkan</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/kajian-geologi-lanjutan-tidak-mudah-hasilnya-harus-diarsipkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Nov 2023 05:01:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEPUTAR KALTIM]]></category>
		<category><![CDATA[ADV DPK KALTIM 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Geologi]]></category>
		<category><![CDATA[Fajar Alam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=24877</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kajian geologi lanjutan tidak mudah dilakukan. Perlu biaya dan usaha yang besar untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi bawah permukaan tanah. Sehingga hasilnya harus diarsipkan. Dalam ilmu geologi, ada banyak hal yang bisa dijadikan bahan penelitian. Objeknya sangat beragam. Bisa mencakup informasi soal bumi, kondisi di bawah permukaan tanah, batuan, kondisi tanah, sumber daya alam,&#160; hingga [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/kajian-geologi-lanjutan-tidak-mudah-hasilnya-harus-diarsipkan/">Kajian Geologi Lanjutan Tidak Mudah, Hasilnya Harus Diarsipkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Kajian geologi lanjutan tidak mudah dilakukan. Perlu biaya dan usaha yang besar untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi bawah permukaan tanah. Sehingga hasilnya harus <a href="http://arsip - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas">diarsipkan</a>.</p>



<p>Dalam ilmu geologi, ada banyak hal yang bisa dijadikan bahan penelitian. Objeknya sangat beragam. Bisa mencakup informasi soal bumi, kondisi di bawah permukaan tanah, batuan, kondisi tanah, sumber daya alam,&nbsp; hingga peta wilayah.</p>



<p>Selain sektor penelitiannya yang kaya. Hasil penelitiannya pun selalu dinamis. Mengikuti perkembangan bumi dari masa ke masa. Sehingga selalu ada hal baru yang bisa dijadikan penelitian.</p>



<p>Meskipun begitu, arsip penelitian kajian geologi di masa lampau bukan lantas menjadi tidak terpakai. Justru masih menjadi referensi penting bagi penelitian teranyar. Dan sebagai rekam jejak perubahan kondisi bumi.</p>



<p>Namun, untuk penelitian tingkat lanjut. Yang mencakup kondisi di bawah permukaan bumi. Jelas Pakar Geologi Fajar Alam, pelaksanaannya tidaklah mudah.</p>



<p>Biasanya dilakukan oleh sebuah perusahaan yang akan melakukan proyek besar. Atau instansi pemerintah yang berencana membangun sesuatu yang besar dan berdampak pada lingkungan dan masyarakat.</p>



<p>&#8220;Yang sifatnya data di bawah permukaan ya, pengeboran seismik, Geolostrik misalnya yang sering dilakukan, di pupr biasanya di situ kan, sondir. Geolostrik kalau ada pembangunan jalan dan jembatan,&#8221; jelasnya akhir-akhir ini.</p>



<p>&#8220;Butuh effort lebih, biaya lebih kalau nggak sedang ada kegiatan oleh perusahaan nggak bakal dapat informasi seperti itu,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Fajar menyebut, kalau penelitian dasar biasanya terbatas hanya mampu mencakup pada kondisi di atas permukaan bumi. Kondisi tanah ataupun batuan.</p>



<p>Sehingga segala jenis penelitian yang berhasil dilakukan sangat penting untuk diarsipkan. Selain sebagai rujukan untuk penelitian teranyar. Juga sebagai bukti dan rekam jejak perubahan kondisi bumi dari masa ke masa. <strong><a href="https://kaltimfaktual.co/line-up-pemain-pelapis-borneo-fc-mewah-juga/">(ens/fth)</a></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>



<p class="has-small-font-size"><strong><a href="https://dpk.kaltimprov.go.id/" data-type="link" data-id="https://dpk.kaltimprov.go.id/">ADVERTORIAL DINAS PERPUSTAKAAN &amp; KEARSIPAN KALTIM</a></strong></p>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/kajian-geologi-lanjutan-tidak-mudah-hasilnya-harus-diarsipkan/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/kajian-geologi-lanjutan-tidak-mudah-hasilnya-harus-diarsipkan/">Kajian Geologi Lanjutan Tidak Mudah, Hasilnya Harus Diarsipkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Desa Sanggulan Bisa Jadi ‘Hidden Gems’ Pariwisata Kukar</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/desa-sanggulan-bisa-jadi-hidden-gems-pariwisata-kukar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2022 09:29:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI DAN PARIWISATA]]></category>
		<category><![CDATA[KUKAR]]></category>
		<category><![CDATA[SEPUTAR KALTIM]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Sanggulan]]></category>
		<category><![CDATA[Dialog Arian]]></category>
		<category><![CDATA[Fajar Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Goa Desa Sanggulan]]></category>
		<category><![CDATA[Gua Desa Sanggulan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Kukar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=9632</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selain memiliki 5 gua eksotis, Desa Sanggulan masih bisa menggali beberapa hal. Untuk melengkapi paket wisata hulu Mahakam tersebut. Kabid PKP Diskominfo Kukar, Ahmad Rianto mengunggah sebuah video dialog singkat bersama Akademisi Geologi UMKT Fajar Alam, Jumat 16 Desember 2022. Perbincangan 2 pria penyuka wisata lokal ini mengarah pada potensi wisata Desa Sanggulan. Kebetulan, Rianto; [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/desa-sanggulan-bisa-jadi-hidden-gems-pariwisata-kukar/">Desa Sanggulan Bisa Jadi ‘Hidden Gems’ Pariwisata Kukar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Selain memiliki 5 gua eksotis, Desa Sanggulan masih bisa menggali beberapa hal. Untuk melengkapi paket wisata hulu Mahakam tersebut.</p>



<p>Kabid PKP Diskominfo Kukar, Ahmad Rianto mengunggah sebuah <a href="https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02WJvRKBMMcy9p94B15eKRMDgKUSVQMTRPPrBBmGWa9e21dVcx6M1MWzybzN7ZzHYil&amp;id=100000044387965&amp;mibextid=Nif5oz">video</a> dialog singkat bersama Akademisi Geologi UMKT Fajar Alam, Jumat 16 Desember 2022.</p>



<p>Perbincangan 2 pria penyuka wisata lokal ini mengarah pada potensi wisata Desa Sanggulan. Kebetulan, Rianto; biasa disapa Arian. Beberapa waktu lalu mengunjungi gua di kawasan Desa Sanggulan bersama stakeholder pariwisata dan jurnalis. Untuk melihat, mencatat, dan mempublikasikan potensi wisata desa yang terletak di Sebulu, Kukar itu.</p>



<p>Fajar Alam mengaku belum pernah mengunjungi Desa Sanggulan. Namun berkat publikasi yang dilakukan, ia jadi tertarik untuk menyambangi desa itu.</p>



<p>Secara tersirat, Fajar mendorong adanya paket wisata di Desa Sanggulan. Bukan tanpa sebab, perlu setidaknya 5 jam perjalanan via Sungai Mahakam dari Tenggarong untuk sampai ke sana. Sehingga jika hanya ada gua, belum bisa menggaransi kepuasan wisatawan. Mesti ada hal lain yang bisa dinikmati.</p>



<p>“Biasanya, dalam kondisi umum. Yang pertama perlu ditampilkan adalah keragaman geologi. Karena saya berlatar pendidikan geologi,” sebut Fajar.</p>



<p>Mengapa wisata geologi? Karena selain keberadaan 5 gua; sebenarnya 6. Namun yang ramah wisatawan ada 5. Di mana gua-gua itu pasti menarik dari sisi geologi. Karena gua tersusun dari unsur-unsur bumi yang tentu unik. Buat sekadar dilihat ataupun dipelajari.</p>



<p>Selain itu, Desa Sanggulan sendiri sudah unik dari sisi geologi. Karena meski secara kewilayahan berada di tepi Sungai Mahakam. Namun memiliki gua yang identik dengan kawasan perbukitan.</p>



<p>“Kedua adalah keragaman hayati. Apa saja keragaman tumbuhan dan hewan yang ada di sana. Kemudian bagaimana adaptasi tumbuhan dengan kondisi geologi yang ada.”</p>



<p>“Ketiga adalah keragaman budaya yang ada. Bisa budaya benda dan budaya tak benda,” lanjut Fajar.</p>



<p>Lebih rinci, Fajar bilang kalau budaya benda bisa berupa makam tua. Atau bangunan tua seperti rumah, tempat ibadah, atau bangunan lainnya. Yang usianya minimal 50 tahun. Untuk memenuhi syarat menjadi cagar budaya.</p>



<p>Narasi yang dibangun untuk menceritakan peninggalan masa lampau ini bisa menarik wisatawan.</p>



<p>Sementara budaya tak benda ialah adat istiadat atau tradisi yang ada. Secara karakteristik, permukiman tepi Mahakam biasanya adalah kawasan tua. Sehingga tradisi ‘lama’ masyarakat setempat bisa dirangkai menjadi bagian dari pertunjukan wisata.</p>



<p>“Mungkin sekarang sudah tidak ada. Tapi kebudayaan 20-30 tahun lalu. Masih bisa diingat dan dikembangkan lagi oleh masyarakat,” pungkasnya.</p>



<p>Jika 3 hal ini bisa dikembangkan, bukan tidak mungkin Desa Sanggulan akan menjadi harta karun pariwisata Kukar pada masa mendatang. Tentunya, ini bisa berdampak baik pada kesejahteraan masyarakat setempat. <a href="https://kaltimfaktual.co/kek-maloy-di-ujung-tanduk-irwan-fecho-lekas-urus-amdal-nya-jangan-rapat-terus/"><strong>(dra)</strong></a></p>







<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>



<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CmBdb55hc1e/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style="background:#FFF;border:0;border-radius:3px;margin: 1px;max-width:540px;min-width:326px;padding:0;width:99.375%;width:-webkit-calc(100% - 2px);width:calc(100% - 2px)"><div style="padding:16px"> <a href="https://www.instagram.com/p/CmBdb55hc1e/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style="background:#FFFFFF;line-height:0;padding:0 0;text-align:center;text-decoration:none;width:100%" target="_blank" rel="noopener"> <div style="display: flex;flex-direction: row;align-items: center"> <div style="background-color: #F4F4F4;border-radius: 50%;flex-grow: 0;height: 40px;margin-right: 14px;width: 40px"></div> <div style="display: flex;flex-direction: column;flex-grow: 1;justify-content: center"> <div style="background-color: #F4F4F4;border-radius: 4px;flex-grow: 0;height: 14px;margin-bottom: 6px;width: 100px"></div> <div style="background-color: #F4F4F4;border-radius: 4px;flex-grow: 0;height: 14px;width: 60px"></div></div></div><div style="padding: 19% 0"></div> <div style="display:block;height:50px;margin:0 auto 12px;width:50px"></div><div style="padding-top: 8px"> <div style="color:#3897f0;font-family:Arial,sans-serif;font-size:14px;font-style:normal;font-weight:550;line-height:18px">Lihat postingan ini di Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0"></div> <div style="display: flex;flex-direction: row;margin-bottom: 14px;align-items: center"><div> <div style="background-color: #F4F4F4;border-radius: 50%;height: 12.5px;width: 12.5px"></div> <div style="background-color: #F4F4F4;height: 12.5px;width: 12.5px;flex-grow: 0;margin-right: 14px;margin-left: 2px"></div> <div style="background-color: #F4F4F4;border-radius: 50%;height: 12.5px;width: 12.5px"></div></div><div style="margin-left: 8px"> <div style="background-color: #F4F4F4;border-radius: 50%;flex-grow: 0;height: 20px;width: 20px"></div> <div style="width: 0;height: 0;border-top: 2px solid transparent;border-left: 6px solid #f4f4f4;border-bottom: 2px solid transparent"></div></div><div style="margin-left: auto"> <div style="width: 0px;border-top: 8px solid #F4F4F4;border-right: 8px solid transparent"></div> <div style="background-color: #F4F4F4;flex-grow: 0;height: 12px;width: 16px"></div> <div style="width: 0;height: 0;border-top: 8px solid #F4F4F4;border-left: 8px solid transparent"></div></div></div> <div style="display: flex;flex-direction: column;flex-grow: 1;justify-content: center;margin-bottom: 24px"> <div style="background-color: #F4F4F4;border-radius: 4px;flex-grow: 0;height: 14px;margin-bottom: 6px;width: 224px"></div> <div style="background-color: #F4F4F4;border-radius: 4px;flex-grow: 0;height: 14px;width: 144px"></div></div></a><p style="color:#c9c8cd;font-family:Arial,sans-serif;font-size:14px;line-height:17px;margin-bottom:0;margin-top:8px;overflow:hidden;padding:8px 0 7px;text-align:center"><a href="https://www.instagram.com/p/CmBdb55hc1e/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style="color:#c9c8cd;font-family:Arial,sans-serif;font-size:14px;font-style:normal;font-weight:normal;line-height:17px;text-decoration:none" target="_blank" rel="noopener">Sebuah kiriman dibagikan oleh Kaltim Faktual (@kaltimfaktual.co)</a></p></div></blockquote> 
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/desa-sanggulan-bisa-jadi-hidden-gems-pariwisata-kukar/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/desa-sanggulan-bisa-jadi-hidden-gems-pariwisata-kukar/">Desa Sanggulan Bisa Jadi ‘Hidden Gems’ Pariwisata Kukar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>CATATAN: Taman Samarendah: Pengaburan Sejarah?</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/catatan-taman-samarendah-pengaburan-sejarah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Oct 2022 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[SAMARINDA]]></category>
		<category><![CDATA[Fajar Alam]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[Lapangan Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Samarendah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=8062</guid>

					<description><![CDATA[<p>Taman Samarendah lagi-lagi ‘digugat’. Bagi para pemilik nostalgia, penamaan ‘Samarendah’ tidak hanya melukai kenangan mereka. Namun juga bentuk nyata dari pengaburan sejarah. Bagi generasi teranyar, Taman Samarendah barangkali dianggap sebagai taman tengah kota. Tempat bersantai atau lari-lari kecil di kala senja. Atau, sebagai taman tengah kota yang bermandikan cahaya saat malam tiba. Bagi orang ‘luar’, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/catatan-taman-samarendah-pengaburan-sejarah/">&lt;strong&gt;CATATAN: Taman Samarendah: Pengaburan Sejarah?&lt;/strong&gt;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><em>Taman Samarendah lagi-lagi ‘digugat’. Bagi para pemilik nostalgia, penamaan ‘Samarendah’ tidak hanya melukai kenangan mereka. Namun juga bentuk nyata dari pengaburan sejarah.</em></p>



<p class="has-drop-cap"><strong>B</strong>agi generasi teranyar, Taman Samarendah barangkali dianggap sebagai taman tengah kota. Tempat bersantai atau lari-lari kecil di kala senja. Atau, sebagai taman tengah kota yang bermandikan cahaya saat malam tiba.</p>



<p>Bagi orang ‘luar’, Taman Samarendah barangkali dianggap sebagai <em>landmark. </em>Yang kalau sudah berfoto dengan latar tulisan Taman Samarendah. Berarti sudah berkunjung ke Kota <a href="https://kaltimfaktual.co/3-makanan-yang-identik-dengan-3-kota-di-kaltim/">Samarinda.</a></p>



<p>Namun bagi alumni SMPN 1 dan SMAN 1 Samarinda. Bagi pemuda sekitaran Milono. Taman itu telah merenggut kenangan indah mereka. Lebih dari itu, Taman Samarendah adalah bentuk nyata dari pengaburan sejarah panjang yang terjadi di Samarinda.</p>



<p>Ya, jauh sebelum Samarinda berkembang sebagai kota metropolitan. Kawasan ‘Taman Samarendah’ sudah lebih dulu eksis. Ia adalah saksi tak bernyawa dari kependudukan kolonial Belanda di Bumi Etam. Ia adalah saksi presiden pertama dan kedua RI berpidato untuk pertama kalinya di Samarinda. Ia adalah saksi berdirinya SMA pertama di Kaltim. Dan dulunya, ia adalah Pemuda, bukan Samarendah.</p>



<p>Fajar Alam, seorang akademisi, pakar geologi, pegiat sejarah lokal, serta cucu ponakan dari Mbah Legiman, saksi langsung pergeseran fungsi lokasi itu dari masa ke masa. Membuat sebuah catatan. Yang menggambarkan betapa bersejarahnya kawasan itu.</p>



<p>Berikut adalah catatan Fajar Alam yang <em>Kaltim Faktual </em>terima. Berupa tulisan utuh dengan sedikit suntingan, menyesuaikan kaidah PUEBI. Selamat membaca.</p>



<p>***</p>



<p>Taman Samarendah adalah taman yang ada di lokasi yang sebelumnya merupakan komplek sekolah menengah dan komplek lapangan, di Jalan Bhayangkara, Kota Samarinda.</p>



<p>Komplek sekolah dan lapangan, hilang untuk satu alasan: dijadikan taman! Ada bangunan SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 1, serta beberapa lapangan olah raga: lapangan bola, lapangan voli, dan lapangan basket. Alumni lama, resah. Alumni baru, gelisah. Sekolah berpindah. Anak-anak dan remaja pasrah. Sarana olahraga gratis, musnah.</p>



<p>Taman Samarendah merupakan kawasan yang berupa dataran rawa dengan perbukitan ada pada tepi kawasan. Perbukitan ada sisi barat Taman Samarendah, dengan punggungan memanjang relatif berarah utara–selatan.</p>



<p>Bebatuan yang ada pada kawasan perbukitannya berupa perselingan batulempung dan batupasir dengan sisipan batubara. Keberadaan tanah terbuka berupa rawa, sudah tidak bisa ditemukan di kawasan ini. Beralih menjadi infrastruktur perkantoran, pertokoan, perumahan dan, badan jalan.</p>



<p>Kawasan Taman Samarendah sejatinya adalah kawasan dengan runtutan sejarah beragam. Peta kota besutan kurun tahun 1940-an menginformasikan pemanfaatan kawasan ini sebagai rumah sakit perusahaan batubara <em>Oost Borneo Maatschappij</em> (OBM) serta asrama polisi.</p>



<p>Rumah sakit ini kemudian pada tahun 1947 beralih menjadi Sekolah Menengah Pertama dan sebagian bangunan asrama polisi yang alih fungsi jadi asrama pelajar, difungsikan sebagai Sekolah Menengah Atas pada tahun 1953.</p>



<p>Sisa lain dari bangunan asrama polisi, menjadi kawasan kantor polisi hingga kini, berbagi ruang dengan kantor organisasi perangkat daerah lainnya.</p>



<p>Keberadaan rumah sakit OBM di Samarinda, berikut kantor (perwakilan) perusahaan di Samarinda (Thoma Linblad, Antara Dayak dan Belanda : Sejarah Ekonomi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan 1880—1942) adalah bagian dari perkembangan perekonomian kerajaan Kutai Kertanegara.&nbsp;</p>



<p>Belanda (melalui Jacobus Hubertus Menten) mendapatkan izin pertambangan batubara dari Sultan Aji Muhammad Sulaiman pada kurun 1880-an. OBM kemudian mengembangkan beberapa blok penambangan batubara hingga membangun infrastruktur kota tambang di Loa Kulu, 35 kilometer berkapal ke sisi hulu dari Samarinda.</p>



<p>Masih di masa koloni Belanda, ada rumah sakit lain yang dibangun oleh “The Koninklijke Nederlandsche Maatschappij tot exploitatie van oliebronnen” atau perusahaan (milik) kerajaan Belanda untuk eksploitasi sumur minyak pada tahun 1906 (bukan 1933) di Emma Straat atau jalan Emma, yang kini bernama Jalan Gurami, dengan nama “Landschap Hospital”. Landschap berarti kesultanan<strong><sup> 1</sup></strong>.</p>



<p>Sementara, di Loa Kulu pun didirikan layanan kesehatan dalam bentuk bangunan permanen lengkap dengan dokter dari Eropa. Bangunan ini oleh masyarakat disebut sebagai Rumah Sakit Belanda, dan sebagian bangunannya masih lestari sampai saat ini sebagai Puskesmas Loa Kulu.</p>



<p>Mengapa OBM sampai membuat lebih dari satu unit pelayanan kesehatan di masa lalu, belum sepenuhnya dipahami. Namun dengan adagium “<em>present is the key to the pas</em>t” yang populer di dunia geologi, bisa diperkirakan bahwa rumah sakit yang ada di Loa Kulu ini untuk mengakomodir pekerja yang ada di sekitar blok penambangan Loa Kulu.</p>



<p>Sementara yang di Samarinda untuk mengakomodir pekerja yang ada di sekitar blok penambangan Samarinda (Selili-Damar, Karang Asam, Teluk Lerong, Batu Panggal, Loa Janan) serta koloni Eropa yang ada di Samarinda.</p>



<p>Seperti halnya klinik kesehatan atau rumah sakit kecil yang ada di perusahaan pertambangan batubara yang beraktivitas pada kawasan terbatas, jauh dari perkotaan.</p>



<p>Sebagian informasi situasi silam kawasan ini, saya peroleh dari sosok bernama Muhammad Legiman. Beliau adalah paman dari bapak saya, yang saya sapa sebagai Mbah. Beliau kelahiran Loa Kulu, tahun 1943. Orang tua beliau hijrah dari Magelang ke Loa Kulu, karena menjadi pekerja tambang OBM sejak tahun 1920-an.</p>



<p>Tekad tinggi untuk belajar, menghantarkan beliau menjadi pelajar Sekolah Menengah Pertama Samarinda, dan menempati asrama pelajar selepas lulus Sekolah Rendah di Loa Kulu.</p>



<p>Beliau menjadi saksi ketika koloni Belanda berpamitan dari Loa Kulu pada 1949, sebagai penaatan hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) pada tanggal 27 Desember 1949. Ada pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat dan Belanda harus pergi dari Tanah Air. Anak-anak berbaris di Lapangan Loa Kulu (kini menjadi kawasan rumah masyarakat) membawa gelas seng masing-masing, menunggu giliran dituang air limus oleh tuan-tuan Belanda yang akan pergi. Semacam salam perpisahan.</p>



<p>Mbah Legiman yang menghabiskan masa remajanya di Samarinda untuk SMP dan SMA Negeri Samarinda menuturkan, bagaimana persiapan pemerintah daerah saat itu. Untuk menyambut Presiden Soekarno yang akan berpidato di tanah terbuka depan SMP dan SMA Negeri Samarinda.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="400" height="224" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/PEMUDA.jpg" alt="samarendah" class="wp-image-8064" srcset="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/PEMUDA.jpg 400w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/PEMUDA-300x168.jpg 300w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption class="wp-element-caption">Sumber: <a href="https://www.sejarahkaltim.com/2018/11/willem-oltmans-sukarno-samarinda.html">Sejarah Kaltim</a></figcaption></figure>
</div>


<p>Selepas pesisir timur Kalimantan disahkan sebagai provinsi baru bernama provinsi Kalimantan Timur berdasarkan UU No.25 Tahun 1956 dan diresmikan pada 9&nbsp; Januari 1957. Tanah terbuka di depan sekoah tersebut, merupakan rawa yang harus disiapkan sedemikian rupa sehingga masyarakat bisa berkumpul dengan nyaman. Tanah dari tempat lain digunakan untuk menguruk kawasan berair yang ada.</p>



<p>Willem Oltmans (Oltmans, 2001), pria Belanda yang banyak mendampingi Presiden Soekarno pada berbagai kegiatan bertutur, bahwa ia diajak naik panggung sewaktu Presiden Soekarno pidato di Samarinda pada tahun 1957. Pengakuan Oltmans ini terkonfirmasi dengan video YouTube: ‘Willem Oltmans, The Eight Million Dollar Man” (<a href="https://www.youtube.com/watch?v=cb6-HgBLMFo">https://www.youtube.com/watch?v=cb6-HgBLMFo</a>) yang menunjukkan dua foto sewaktu Oltmans bersama Presiden Soekarno di panggung.</p>



<p>Ada foto tampak punggung dengan latar tiang gawang dan bukit di latarnya. Mirip dengan situasi Lapangan Pemuda ketika belum digusur, ketika dipandang dari sisi rumah dinas Wakil Gubernur Kalimantan Timur.</p>



<p>Presiden Soeharto pada 20 Oktober 1968, di awal masa kepemimpinannya yang dilantik pada 27 Maret 1968, meluangkan waktu untuk berpidato pada rapat umum yang dilaksanakan di Lapangan Pemuda <strong><sup>2</sup></strong>.</p>



<p>Menandaskan pentingnya peran Lapangan Pemuda, sehingga Presiden Soeharto, 7 bulan setelah dilantik menjadi presiden, perlu untuk mengulang apa yang dilakukan oleh pendahulunya, Presiden Soekarno. Untuk berorasi di tempat yang sama, di hadapan masyarakat Kota Samarinda saat itu.</p>



<p>Di hadapan para pemuda, penggerak perekonomian negara dan masa depan Indonesia. Undang-undang nomer 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan memberikan batasan yang disebut pemuda sebagai anggota masyarakat yang berusia 16 tahun hingga 30 tahun. ‘Pemuda (Youth)’ didefinisikan WHO sebagai individu-individu yang berusia 15-24 tahun<strong><sup>3</sup></strong>.</p>



<p>Berita yang menyebutkan bahwa PBB mengeluarkan kriteria baru, usia 18–65 tahun masuk dalam kategori pemuda, adalah berita dusta.</p>



<p>Lapangan Pemuda yang kemudian digunakan sebagai sarana bermain sepak bola, rupanya telah dimitigasi oleh pengelola atau pemerintah setempat. Karena acapkali tetap digunakan meski sedang hujan.</p>



<p>Sehingga kemudian pada dinding turap perkantoran kawasan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda dan organisasi perangkat daerah lain di barat Lapangan Pemuda, ada 3 tulisan yang sama, bertuliskan LAPANGAN BOLA PEMUDA.</p>



<p>Satu tulisan berbeda, dekat dengan akar dari pohon beringin yang ada di tembok turap tersebut, bertuliskan HUJAN/ BECEK DILARANG MAIN. Tulisan tersebut telah ditutup dengan cat sehingga tak tampak lagi.</p>



<p>Banyak sekali jejak sejarah Lapangan Pemuda, berikut kawasan sekitarnya. Penggunaan pilihan Taman Samarendah, jauh dari tepat. Mengutip seloroh seorang kawan, Yustinus Sapto Hardjanto, Taman Samarendah bak pot kembang raksasa. Tanah diuruk pada kawasan yang dibatasi tembok sehingga untuk bisa berjalan keliling taman harus menapak undak tangga. Tidak sama rendah dengan jalanan berbahan blok paving, yang kadangkala tergenang air ketika hujan cukup deras melanda.</p>



<p>Penamaan taman tersebut sebagai Taman Samarendah, membuatnya ahistoris. Maka, selayaknya kegundahan para alumni yang pernah menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 1 Samarinda yang hanya berseberangan jalan dengan Lapangan Pemuda, menjadi perhatian bersama.</p>



<p>Taman Samarendah, selayaknya bernama Taman Pemuda. Taman yang menjadi simbol kemajuan kota, yang meneruskan semangat pembaruan para pemuda dalam membangun wilayahnya, pada kawasan yang sebelumnya ada lapangan dengan nama Lapangan Pemuda.</p>



<p>Sejarah bukanlah sekadar nostalgia mengenang masa lalu. Sejarah adalah rangkaian peristiwa masa lalu yang menjadi dasar dan pembelajaran bagi bangsa untuk perencanaan pembangunan masa kini dan mendatang demi kemajuan bangsa. (*)</p>



<p><strong>Pranala</strong></p>



<p><sup>1 </sup><a href="https://historicalhospitals.com/general-hospitals-company-hospitals/ind-hosp-samarinda/">https://historicalhospitals.com/general-hospitals-company-hospitals/ind-hosp-samarinda/</a></p>



<p><sup>2</sup> <a href="https://www.hmsoeharto.id/2015/07/1968-10-20-presiden-soeharto-rapat-umum.html">https://www.hmsoeharto.id/2015/07/1968-10-20-presiden-soeharto-rapat-umum.html</a></p>



<p><sup>3 </sup><a href="https://www.un.org/development/desa/youth/world-youth-report.html">https://www.un.org/development/desa/youth/world-youth-report.html</a>&nbsp;</p>



<p><strong>Tentang Penulis</strong></p>



<p>Fajar Alam kini aktif sebagai pengajar sekaligus Ketua Program Studi Teknik Geologi di Universitas Muhamadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Samarinda. Di luar keahliannya sebagai geolog. Fajar juga menggeluti sejarah lokal, terutama yang memiliki relevansi dengan kebatuan atau unsur geologi lainnya. Ia juga penyuka jalan-jalan, makan, dan jajan. Ikuti penulis dengan klik <a href="https://www.facebook.com/fajar.alam.7">ini.</a></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center has-text-color has-background" style="color:#23395d;background-color:#e7e7e7;font-size:12px;font-style:italic;font-weight:400"><strong><em>Kaltim Faktual </em></strong><em>menerima kiriman artikel dari pembaca. Baik karya tulis feature, opini/catatan hingga artikel maupun informasi berita. Kirimkan karya Anda disertai identitas lengkap dalam format word, melampirkan file foto berformat landscape, melalui kontak kami (<a href="mailto:kontak@kaltimfaktual.co">kontak@kaltimfaktual.co</a> atau <a href="https://wa.me/message/47SJMD67XX4VF1">Whatsapp</a>) dengan subject sesuai dengan karya tulis Anda. (ARTIKEL/OPINI/INFORMASI).</em> <em>Kami harap, karya Anda bisa memenuhi unsur tagline kami: <strong>Mengabarkan, Menginspirasi, Menyenangkan</strong>.</em></p>



<p class="has-text-color has-background" style="color:#23395d;background-color:#e7e7e7;font-size:12px;font-style:italic;font-weight:500"><em><strong>Catatan: </strong>Hak penerbitan menjadi keputusan redaksi. Tulisan yang terbit telah melalui penyuntingan redaksi tanpa mengurangi maksud pesan penulis. Semua materi tulisan merupakan tanggung jawab penulis.</em> Redaksi Kaltim Faktual tidak mewakili isi tulisan opini penulis. </p>
</div></div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/catatan-taman-samarendah-pengaburan-sejarah/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/catatan-taman-samarendah-pengaburan-sejarah/">&lt;strong&gt;CATATAN: Taman Samarendah: Pengaburan Sejarah?&lt;/strong&gt;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
