<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kuliner Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<atom:link href="https://kaltimfaktual.co/tag/kuliner/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/kuliner/</link>
	<description>Mengabarkan Menginspirasi &#38; Menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Dec 2025 15:13:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/04/cropped-ab250959a0684d6d235c1bf402c8efd8-32x32.png</url>
	<title>Kuliner Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/kuliner/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bukan Pisang Bakar Biasa, Mengenal Pisang Gapit Khas Kaltim yang Manis Legit</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/bukan-pisang-bakar-biasa-mengenal-pisang-gapit-khas-kaltim-yang-manis-legit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoirun Nisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Dec 2025 15:13:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FEATURE]]></category>
		<category><![CDATA[Khas Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Pisang Gapit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=52867</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pisang Gapit yang jadi kuliner lokal khas Kaltim, bukan pisang bakar biasa. Rasanya manis legit dan masih menjadi primadona makanan tradisional bagi masyarakat. Yuk kenalan lebih lanjut! Juka berkunjung ke Kalimantan Timur, khususnya Samarinda atau Balikpapan, rasanya belum lengkap tanpa mencicipi Pisang Gapit. Di antara deretan kuliner tradisional yang memadati kota, jajanan satu ini punya [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/bukan-pisang-bakar-biasa-mengenal-pisang-gapit-khas-kaltim-yang-manis-legit/">Bukan Pisang Bakar Biasa, Mengenal Pisang Gapit Khas Kaltim yang Manis Legit</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Pisang Gapit yang jadi kuliner lokal khas <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Timur">Kaltim</a>, bukan pisang bakar biasa. Rasanya manis legit dan masih menjadi primadona makanan tradisional bagi masyarakat. Yuk kenalan lebih lanjut!</p>



<p>Juka berkunjung ke Kalimantan Timur, khususnya Samarinda atau Balikpapan, rasanya belum lengkap tanpa mencicipi Pisang Gapit. Di antara deretan kuliner tradisional yang memadati kota, jajanan satu ini punya tempat tersendiri. </p>



<p>Meski kini populer sebagai salah satu ikon kuliner Kaltim, Pisang Gapit sejatinya merupakan warisan kuliner khas masyarakat <strong>Banjar (Kalimantan Selatan)</strong> yang telah menyebar dan menjadi primadona di seluruh penjuru Borneo.</p>



<p>Meski sekilas terlihat sederhana, Pisang Gapit menawarkan kekayaan rasa dan tekstur yang membuatnya tetap memikat, bahkan di tengah gempuran tren makanan kekinian yang silih berganti.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Seni Menggapit dan Aroma Arang</strong></h2>



<p>Sesuai namanya, &#8220;gapit&#8221; berasal dari bahasa Banjar/lokal yang berarti jepit. Proses pengolahannya memiliki teknik khusus yang membedakannya dengan pisang bakar biasa di daerah lain. </p>



<p>Bahan utamanya adalah pisang kepok tua atau warga lokal biasa menyebutnya sebagai pisang sanggar. Jenis pisang ini cocok karena teksturnya yang padat dan tidak mudah hancur saat proses jepit.</p>



<p>Prosesnya, membakar pisang setengah matang di atas bara arang, kemudian dipipihkan menggunakan alat penjepit dari papan kayu. Proses penjepitan ini bukan tanpa alasan; selain membentuk fisik pisang menjadi pipih melebar, teknik ini membantu memecah serat pisang agar saus bisa meresap sempurna ke bagian dalam.</p>



<p>Penggunaan arang tempurung kelapa juga menjadi kunci. Asap pembakaran memberikan aroma <em>smokey</em> yang khas, sementara panas baranya menciptakan lapisan karamel alami di permukaan pisang yang sedikit gosong. Sensasi <em>crunchy</em> di luar namun lembut di dalam inilah yang menjadi daya tarik utamanya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kuah Kinca: Jiwa dari Sajian</strong></h2>



<p>Jika pisang adalah tubuhnya, maka saus kinca adalah nyawanya. Pisang Gapit tidak tersaji kering, melainkan &#8220;berenang&#8221; dalam kuah kental berwarna kecokelatan. Saus ini teresep dari gula aren (gula merah) kualitas terbaik, santan kental, dan simpul daun pandan.</p>



<p>Keseimbangan rasa sangat menjadi poin perhatian di sini. Rasa manis dari gula aren harus berpadu harmonis dengan gurihnya santan, sehingga tidak menimbulkan rasa <em>eneg</em> saat menyantapnya. Tekstur sausnya pun dibuat kental dan <em>glossy</em>, melapis cantik di atas permukaan pisang yang hangat.</p>



<p>Untuk menambah dimensi rasa, mayoritas pedagang menambahkan potongan buah nangka atau durian ke dalam saus kincanya. Potongan nangka memberikan tekstur renyah dan aroma wangi yang segar, sementara varian durian menawarkan rasa yang lebih <em>creamy</em> dan legit.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kuliner Wajib Rame-Rame</strong></h2>



<p>Menikmati Pisang Gapit paling pas dilakukan bersama keluarga atau sahabat dan orang terkasih. Menyantap seporsi pisang hangat dengan kuah manis gurih berbarengan dengan perbincangan hangat, memberikan pengalaman kuliner yang menyenangkan.</p>



<p>Harganya yang terjangkau membuat jajanan ini bisa dinikmati semua kalangan. Dari warung sederhana di pinggir jalan, Pisang Gapit membuktikan bahwa cita rasa tradisional yang diolah dengan ketekunan akan selalu punya tempat di lidah penikmatnya. Bagi pelancong, ini adalah definisi rasa otentik tanah Bumi Etam yang pantang untuk melewatkannya. <a href="https://kaltimfaktual.co/makan-12-anggur-hingga-melempar-perabot-ini-tradisi-tahun-baru-paling-unik-di-dunia/">(ens)</a></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/bukan-pisang-bakar-biasa-mengenal-pisang-gapit-khas-kaltim-yang-manis-legit/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/bukan-pisang-bakar-biasa-mengenal-pisang-gapit-khas-kaltim-yang-manis-legit/">Bukan Pisang Bakar Biasa, Mengenal Pisang Gapit Khas Kaltim yang Manis Legit</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Makan Kah Kita?&#8221; 2025: Arsipkan Jejak Kuliner dan Akulturasi Budaya Lima Etnis di Samarinda</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/makan-kah-kita-2025-arsipkan-jejak-kuliner-dan-akulturasi-budaya-lima-etnis-di-samarinda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Setya]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2025 15:11:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SAMARINDA]]></category>
		<category><![CDATA[ADV PEMPROV KALTIM 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Etnis]]></category>
		<category><![CDATA[Kita]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Makan]]></category>
		<category><![CDATA[Muara]]></category>
		<category><![CDATA[Org]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=49755</guid>

					<description><![CDATA[<p>Organisasi laboratorium sosial-budaya Muara/Org kembali menghadirkan program &#8220;Makan Kah Kita?&#8221; edisi 2025. Digelar di Samarinda, kegiatan ini berfokus pada pendokumentasian kekayaan kuliner serta proses akulturasi budaya dari lima etnis yang telah lama menetap di kota tersebut. Sebagai ruang ekspresi dan apresiasi anak muda melalui media audio-visual, &#8220;Makan Kah Kita?&#8221; menjadi wadah partisipatif bagi warga Samarinda. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/makan-kah-kita-2025-arsipkan-jejak-kuliner-dan-akulturasi-budaya-lima-etnis-di-samarinda/">&#8220;Makan Kah Kita?&#8221; 2025: Arsipkan Jejak Kuliner dan Akulturasi Budaya Lima Etnis di Samarinda</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://portal.kaltimprov.go.id/"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1200" height="117" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/04/media-1200x117.webp" alt="" class="wp-image-47368" srcset="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/04/media-1200x117.webp 1200w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/04/media-300x29.webp 300w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/04/media-768x75.webp 768w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/04/media-18x2.webp 18w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/04/media.webp 1493w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></a></figure>



<p class="has-drop-cap">Organisasi laboratorium sosial-budaya Muara/Org kembali menghadirkan program &#8220;Makan Kah Kita?&#8221; edisi 2025. Digelar di Samarinda, kegiatan ini berfokus pada pendokumentasian kekayaan kuliner serta proses akulturasi budaya dari lima etnis yang telah lama menetap di kota tersebut.</p>



<p>Sebagai ruang ekspresi dan apresiasi anak muda melalui media audio-visual, &#8220;Makan Kah Kita?&#8221; menjadi wadah partisipatif bagi warga Samarinda. Para peserta tidak hanya diajak memasak bersama, namun juga terlibat dalam diskusi mendalam mengenai makanan sebagai bagian dari identitas, ingatan kolektif, serta warisan budaya dalam masyarakat multikultural.</p>



<p>“Program ini berawal dari inisiatif Mas Yudis Sapa Nusa pada 2024 yang ingin mengarsipkan resep makanan ibunya,” ungkap Derry, salah satu koordinator Muara/Org, saat kegiatan berlangsung di Lapangan Pemuda KST, Jalan Otto Iskandar Dinata, Gang Budiman, Sabtu, 19 Juli 2025.</p>



<p>“Tahun ini, kami melanjutkan dengan tujuan baru: menangkap sejauh mana akulturasi budaya terjadi pada suku-suku yang telah lama bermukim di Samarinda, khususnya melalui lensa kuliner, dan mengarsipkannya,” sambungnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1200" height="675" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/07/1000016336-1200x675.jpg" alt="" class="wp-image-49757" srcset="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/07/1000016336-1200x675.jpg 1200w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/07/1000016336-300x169.jpg 300w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/07/1000016336-768x432.jpg 768w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/07/1000016336-1536x864.jpg 1536w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/07/1000016336-scaled.jpg 2048w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/07/1000016336-18x10.jpg 18w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em><sup>Dokumentasi kegiatan &#8220;Makan kah Kita?&#8221; yang digelar organisasi Muara/org di Samarinda. (Chandra/Kaltim Faktual)</sup></em></figcaption></figure>



<p>Program tahun ini menyasar lima lokasi dengan lima latar belakang budaya yang berbeda, yaitu:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Komunitas Dayak di Jalan Pemuda</li>



<li>Komunitas Bugis Soppeng di rumah Mbah Sagena, Samarinda Seberang</li>



<li>Komunitas Buton di Kampung Buton</li>



<li>Komunitas Melayu Pontianak di kawasan Sambutan (dalam rencana)</li>



<li>Satu lokasi lainnya yang masih dalam tahap diskusi</li>
</ol>



<p>Pemilihan lokasi dan komunitas dilakukan melalui riset bersama warga serta memanfaatkan jejaring kolektif yang dimiliki Muara/Org. “Dari situ kami mengetahui sebaran pemukiman etnis, seperti ‘Oh, ternyata di sini ada suku Buton, Dayak ada di sebelah sini’,” jelas Derry.</p>



<p>Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini bersifat independen dan tidak terkait kepentingan politik.</p>



<p>“Kami sejak awal menyatakan bukan organisasi politik. Komunitas ini bekerja secara budaya dan kolektif. Fokus kami mengangkat budaya dan mengarsipkan makanan, tanpa embel-embel lain,” tegasnya.</p>



<p>Sebagai hasil akhir, seluruh proses kegiatan akan didokumentasikan dalam bentuk buku. “Yang terpenting, buku ini menjadi arsip tentang makanan yang masih ada di masing-masing lokasi pada tahun 2025, antara Mei hingga September. Lima lokasi dan lima kultur ini akan terarsipkan dengan baik di dalamnya,” tutup Derry. <strong>(chanz/sty)</strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/makan-kah-kita-2025-arsipkan-jejak-kuliner-dan-akulturasi-budaya-lima-etnis-di-samarinda/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/makan-kah-kita-2025-arsipkan-jejak-kuliner-dan-akulturasi-budaya-lima-etnis-di-samarinda/">&#8220;Makan Kah Kita?&#8221; 2025: Arsipkan Jejak Kuliner dan Akulturasi Budaya Lima Etnis di Samarinda</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manjakan Perut di Akhir Pekan dengan Wisata Belanja Islamic Center</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/manjakan-perut-di-akhir-pekan-dengan-wisata-belanja-islamic-center/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Feb 2025 13:49:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[HIBURAN]]></category>
		<category><![CDATA[SAMARINDA]]></category>
		<category><![CDATA[Belanja]]></category>
		<category><![CDATA[Center]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Malam]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisbel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=45222</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wisata Belanja Islamic Center hadir sebagai destinasi menarik bagi warga Samarinda di akhir pekan. Ada wahana permainan anak, hingga puluhan tenant kuliner yang siap memanjakan perut. Islamic Center Samarinda terkenal dengan bangunannya yang megah dan sering dijadikan spot foto selain tempat beribadah. Namun, tak hanya itu. Di area sekitar masjid ini, pengunjung juga bisa menikmati [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/manjakan-perut-di-akhir-pekan-dengan-wisata-belanja-islamic-center/">Manjakan Perut di Akhir Pekan dengan Wisata Belanja Islamic Center</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Wisata Belanja Islamic Center hadir sebagai destinasi menarik bagi warga Samarinda di akhir pekan. Ada wahana permainan anak, hingga puluhan tenant kuliner yang siap memanjakan perut.</p>



<p><span style="font-size: revert; color: initial;">Islamic Center Samarinda terkenal dengan bangunannya yang megah dan sering dijadikan spot foto selain tempat beribadah. Namun, tak hanya itu. Di area sekitar masjid ini, pengunjung juga bisa menikmati suasana yang lebih hidup dengan adanya Wisata Belanja Islamic Center (Wisbel).</span></p>



<p>Dari wisata kuliner hingga wahana anak, tempat ini bisa jadi pilihan untuk memanjakan perut sekaligus mengajak anak bermain di hari libur.</p>



<p>Islamic Center Samarinda terkenal dengan bangunannya yang megah dan sering dijadikan spot foto selain tempat beribadah. Namun, tak hanya itu. Di area sekitar masjid ini pengunjung juga bisa menikmati suasana yang lebih hidup dengan adanya Wisata Belanja Islamic Center (Wisbel).</p>



<p>Dengan berkeliling melihat berbagai tenant yang ada, pengunjung tidak akan kehabisan ide untuk menghabiskan waktu di sana.</p>



<p>&#8220;Wisata Belanja Islamic Center itu basically dia tempat untuk jualan. Jadi penginnya kita Wisbel itu bisa jadi ikon belanja islami atau festival islami,&#8221; ujar Sukma, salah satu tim acara Wisbel Islamic Center.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Banyak Pilihan Kuliner dan Hiburan</h2>



<p>Beragam pilihan tenant kuliner tersedia di sini. Mulai dari makanan berat, camilan ringan, hingga jajanan manis. Seperti makanan bakaran, snack pedas, hingga mochi pun bisa ditemukan di Wisbel.</p>



<p>Tidak hanya makanan, pengunjung juga bisa menemukan berbagai jenis dagangan lain. Seperti mainan anak-anak, pakaian, hingga hewan peliharaan seperti marmut.</p>



<p>Hal ini menjadikan Wisbel sebagai pusat belanja dan hiburan yang cocok untuk segala usia.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1200" height="675" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/02/IMG-20250201-WA0010-1200x675.jpg" alt="" class="wp-image-45226" srcset="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/02/IMG-20250201-WA0010-1200x675.jpg 1200w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/02/IMG-20250201-WA0010-300x169.jpg 300w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/02/IMG-20250201-WA0010-768x432.jpg 768w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/02/IMG-20250201-WA0010-1536x864.jpg 1536w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/02/IMG-20250201-WA0010-scaled.jpg 2048w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/02/IMG-20250201-WA0010-18x10.jpg 18w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em><sup>Wisata balon sebagai alternatif permainan anak yang hadir di Wisbel Islamic Center. (Mitha/Kaltim Faktual)</sup></em></figcaption></figure>



<p>Melipir ke area ujung tenant, anak-anak dapat menikmati berbagai wahana permainan. Seperti istana balon, kegiatan mewarnai, serta mainan mobil dan motor-motoran.</p>



<p>Bagi orangtua yang ingin bersantai, tersedia pula area duduk yang nyaman sambil menikmati sajian kuliner yang beragam.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Acara dan Kegiatan Menarik</h2>



<p>Untuk menambah daya tarik, pihak penyelenggara juga tak mentok ide. Di sini mereka juga menghadirkan panggung hiburan dan berbagai acara menarik.</p>



<p>Jadi, pengunjung juga bisa menikmati santapan yang dibeli sambil mendengar lagu atau menyaksikan hiburan yang ditampilkan di atas panggung.</p>



<p>Selain sekadar berbelanja dan bersantai, ternyata pengunjung juga bisa mengikuti berbagai kegiatan olahraga yang rutin diadakan di sore dan malam hari.</p>



<p>&#8220;Setiap sore itu biasanya kita ngadain olahraga. Kalau tadi sore ada poundfit, minggu lalu ada zumba, terus ada senam juga. Jadi kita mau coba rutinkan olahraga,&#8221; tambah Sukma kepada Kaltim Faktual.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Wisata Belanja yang Berkelanjutan</h2>



<p>Meski awalnya banyak yang mengira Wisbel hanya hadir saat Ramadan, nyatanya wisata belanja ini telah berjalan selama dua tahun dan akan terus berlanjut.</p>



<p>&#8220;Jadi sebenarnya dia dibuka sebelumnya itu bukan dalam rangka Ramadan, jadi emang mau diadain wisata belanja aja di sini. Dan memang ramenya atau ter-<em>branding</em>-nya itu pas Ramadan,&#8221; kata Sukma.</p>



<p>Dengan lokasi yang strategis dan konsep yang terus berkembang, Wisbel diharapkan bisa jadi ikon wisata belanja Kota Samarinda.</p>



<p>&#8220;Jadi ikon yang orang-orang kalau bingung mau belanja, oh yaudah aku Wisbel Islamic aja, gitu,&#8221; pungkasnya.</p>



<p>Wisbel buka hanya pada akhir pekan. Untuk Sabtu, tempat ini buka mulai pukul 15.00 hingga 22.00. Khusus Minggu, akan dibuka dari pukul 08.00 hingga 10.00 dan dilanjutkan sore hari pukul 15.00 hingga 22.00.</p>



<p>Bagi yang mencari suasana berbeda di akhir pekan, Wisata Belanja Islamic Center bisa jadi pilihan menarik untuk dikunjungi. Dari kuliner lezat hingga hiburan seru, ada banyak hal yang bisa dinikmati di sini. <strong>(tha/sty)</strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>



<p></p>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/manjakan-perut-di-akhir-pekan-dengan-wisata-belanja-islamic-center/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/manjakan-perut-di-akhir-pekan-dengan-wisata-belanja-islamic-center/">Manjakan Perut di Akhir Pekan dengan Wisata Belanja Islamic Center</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenalan Sama Pemilik Akun Abis Ditelen, Jadi Content Creator Modal Belajar Otodidak</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/kenalan-sama-pemilik-akun-abis-ditelen-jadi-content-creator-modal-belajar-otodidak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Feb 2024 12:51:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI DAN PARIWISATA]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK]]></category>
		<category><![CDATA[Content Creator Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[Food Vloger Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[Instagram Abis Ditelen]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=28420</guid>

					<description><![CDATA[<p>Akun Abis Ditelen biasa jadi referensi warga Samarinda kalau mau makan atau pergi ke tempat wisata. Kontennya yang rame ditonton saat ini ternyata hasil belajar otodidak. Yuk kenalan dengan pemilik akunnya. Dunia kuliner dan wisata lagi berkembang banget di Kota Samarinda. Informasi soal rekomendasi makanan atau tempat liburan baru di Ibu Kota Kaltim banyak dicari [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/kenalan-sama-pemilik-akun-abis-ditelen-jadi-content-creator-modal-belajar-otodidak/">Kenalan Sama Pemilik Akun Abis Ditelen, Jadi Content Creator Modal Belajar Otodidak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Akun Abis Ditelen biasa jadi referensi warga <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Samarinda">Samarinda</a> kalau mau makan atau pergi ke tempat wisata. Kontennya yang rame ditonton saat ini ternyata hasil belajar otodidak. Yuk kenalan dengan pemilik akunnya.</p>



<p>Dunia kuliner dan wisata lagi berkembang banget di Kota Samarinda. Informasi soal rekomendasi makanan atau tempat liburan baru di Ibu Kota Kaltim banyak dicari dan ditungg-tunggu.</p>



<p>Melihat tren ini. Content Creator di Samarinda juga mulai banyak bermunculan. Jadi turut membantu para pelaku usaha di kedua sektor tersebut.</p>



<p>Satu di antaranya yang enggak asing lagi adalah Abis Ditelen. Milik Rifky Al Faris yang menjadi content creator dengan 16 ribu pengikut yang berproses secara otodidak.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Perjalanan Awal Ngonten</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="800" height="646" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/02/ad2-1.jpeg" alt="abis ditelen" class="wp-image-28429" srcset="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/02/ad2-1.jpeg 800w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/02/ad2-1-300x242.jpeg 300w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/02/ad2-1-768x620.jpeg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></figure>



<p>Rifky cerita kalau proses yang dilaluinya mulai dari tahun 2021. Ketika dirinya masih berkuliah sembari menjajal berbagai pekerjaan. Mulai dari designer, marketing, sampai copywriter. Meski background pendidikan Rifky adalah akuntansi.</p>



<p>&#8220;Nah, di situ aku kan enggak ada basic ya. Jadi aku tuh beli buku, baca buku terus kayak cari-cari referensi copywriter itu apa sih. Jadi belajar dulu. Sampai akhirnya aku join di situ,&#8221; cerita Rizky Kamis 25 Januari 2024.</p>



<p>Nah dari situ pengalaman Rifky mulai berkembang. Di tempat kerjanya yang notabene mengelola media sosial suatu tempat seperti cafe dan restoran. Memberi insight tersendiri baginya.</p>



<p>Sebagai freelancer Rifky mulai terbiasa menghasilkan konten. Entah itu desain, ataupun foto. Rifky juga kemudian dilibatkan dalam pembuatan konten reels dan sebagainya.</p>



<p>&#8220;Awalnya sih enggak ada niatan. Terus kan karena di situ banyak konten kreator, teman-teman konten kreator juga yang kerja di situ mereka tuh kayak nyaranin gitu kayak &#8216;ayo bikin akun, bikin akun,&#8217; kayak gitu.&#8221;</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="799" height="558" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/02/ad3-2.jpeg" alt="abis ditelen" class="wp-image-28428" srcset="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/02/ad3-2.jpeg 799w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/02/ad3-2-300x210.jpeg 300w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/02/ad3-2-768x536.jpeg 768w" sizes="(max-width: 799px) 100vw, 799px" /></figure>



<p>Dari sana akhirnya Rifky Al Faris memberanikan diri menggunakan akun pribadinya untuk mulai ngonten. Konten pertamanya soal kafe yang cukup menarik di Kota Samarinda. Kafe yang bisa sambil main game. Tapi sekarang sudah tutup.</p>



<p>Pertama kali upload Rifky langsung mendapat sekitar 2.000 viewers. Yang baginya termasuk cukup banyak. Kemudian merasa enjoy ketika proses pembuatan konten. Dari situ, Rifky memutuskan untuk lanjut mengonten.</p>



<p>&#8220;Karena aku juga bukan orang yang gimana-gimana gitu kan di sosial media jadi aku ganti namanya jadi Abis Ditelan. Nah, jadi akhirnya keterusan sampai sekarang. Sampai aku udah nggak kerja di tempat itu sekarang. Jadi sekarang full content creator,&#8221; cerita Rizky.</p>



<p>Namun nama akun Abis Ditelen itu hanya sebuah nama pendek. Agar para followersnya mudah untuk mengingat. Sementara konten yang dihasilkan, tidak hanya soal makanan. Tapi juga wisata dan lifestyle di Kota Samarinda.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Sempat Jenuh</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="441" height="750" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/02/ad5-441x750.jpeg" alt="abis ditelen" class="wp-image-28431" srcset="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/02/ad5-441x750.jpeg 441w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/02/ad5-176x300.jpeg 176w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/02/ad5-768x1306.jpeg 768w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/02/ad5-903x1536.jpeg 903w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/02/ad5.jpeg 941w" sizes="(max-width: 441px) 100vw, 441px" /></figure>



<p>Rifky sendiri lahir di Kota Surabaya. Sempat kecil di Kota Balikpapan. Yang kemudian tumbuh besar di Kota Samarinda. Dan kini dalam proses penyelesaian pendidikan tingginya di Samarinda.</p>



<p>Dalam menjalani karier sebagai content creator. Rifky kemudian tak hanya sekadar bekerja. Tapi jangkauan yang cukup besar dari akunnya itu. Bikin dia makin semangat membagikan informasi.</p>



<p>Meski masih sebagai content creator mikro. Rifky masih mengandalkan pendapatan dari hasil endorsement. Meski tak semua konten yang dibuatnya bersumber dari endorsement. Konten pribadi dengan ide original masih dijalaninya.</p>



<p>Rifky mengaku sempat merasa capek. Karena untuk kegiatan makan dan jalan-jalan liburan justru dinikmati sebagai pekerjaan (dikontenkan). Namun lambat laun, Rifky sudah terbiasa dan malah semakin enjoy.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Gak Punya Basic Video</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/02/ad4-454x750.jpeg" alt="abis ditelen" class="wp-image-28425"/></figure>



<p>Di tengah perkembangan akunnya yang melesat. Rifky masih terus belajar. Banyak belajar dari content creator lain yang lebih besar. Atau mempelajari algoritma Instagram dan manajemen konten.</p>



<p>Apalagi, proses yang dilalui Rizky sekarang masih dilakukan sendirian. Baik itu pencarian ide, take video, editing video. Hingga upload di akun Instagram.</p>



<p>Dan selain pengalaman jadi copywriter tadi. Rifky belajar secara otodidak untuk urusan editing. Dirinya sangat terbantu dengan beragam aplikasi yang sudah user friendly. Sehingga bisa menggunakan maski pemula.</p>



<p>&#8220;Benar enggak ada basic editor. Karena memang dari SMK pun aku juga jurusannya akuntansi. Nah, cuman aku tuh ada ketertarikan untuk belajar desain dan editing dari SMK.&#8221;</p>



<p>Meski berproses cukup lama. Namun buah perjuangan Rifky baru dirasakan 6 bulan terakhir. Di mana kontennya mulai menyentuh viral. Sehingga format atau konsep konten sudah cukup dikuasainya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pelajaran yang Didapat Rifky</strong></h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-instagram wp-block-embed-instagram"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="sbi-embed-wrap"><blockquote class="instagram-media sbi-embed" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/reel/C2TpNcvvG3h/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/reel/C2TpNcvvG3h/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">View this post on Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/reel/C2TpNcvvG3h/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by Rifky Al Faris (@abisditelen)</a></p></div></blockquote><script async src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script></div>
</div></figure>



<p>Rifky sendiri selalu berupaya untuk menghasilkan konten secara positif. Sehingga berperan membantu dan mengembangkan beragam usaha kuliner dan wisata di Samarinda.</p>



<p>Dari proses belajar dan berjuangnya menjadi content creator. Rifky merasa perlu berhati-hati dalam bermedia sosial. Harus bisa mempertanggungjawabkan apa yang sudah diunggah.</p>



<p>Apalagi untuk akun yang followers-nya sudah cukup besar seperti milik Rifky. Beragam kepala dan pandangan ikut menikmati kontennya. Sehingga tidak boleh sembarangan. Meski komentar positif atau negatif tetap tak bisa dihindari.</p>



<p>&#8220;Enggak ambil pusing sih kalau komentar negatif,&#8221; pungkasnya.<a href="https://kaltimfaktual.co/kami-minta-maaf-smkn-3-samarinda-klarifikasi-soal-penjualan-kalender-sekolah/"> <strong>(ens/dra)</strong></a></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/kenalan-sama-pemilik-akun-abis-ditelen-jadi-content-creator-modal-belajar-otodidak/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/kenalan-sama-pemilik-akun-abis-ditelen-jadi-content-creator-modal-belajar-otodidak/">Kenalan Sama Pemilik Akun Abis Ditelen, Jadi Content Creator Modal Belajar Otodidak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>3 Makanan yang Identik dengan 3 Kota di Kaltim</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/3-makanan-yang-identik-dengan-3-kota-di-kaltim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Oct 2022 06:59:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI DAN PARIWISATA]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Khas Balikpapan]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Khas Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Khas Samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=8055</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aneh tapi nyata. Makanan super khas dari 3 kota di Kaltim: Samarinda, Balikpapan, dan Bontang. Bukanlah menu asli Kalimantan. Bisa tebak menu apa saja? Setiap kota, selalu punya makanan khas yang identik dan melekat banget. Misal, Jakarta dengan kerak telor dan soto betawinya. Bandung? Batagor dan bubur ayam sudah pasti. Cilok juga sih. Soto Lamongan, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/3-makanan-yang-identik-dengan-3-kota-di-kaltim/">3 Makanan yang Identik dengan 3 Kota di Kaltim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Aneh tapi nyata. Makanan super khas dari 3 kota di Kaltim: Samarinda, Balikpapan, dan Bontang. Bukanlah menu asli Kalimantan. Bisa tebak menu apa saja?</p>



<p>Setiap kota, selalu punya makanan khas yang identik dan melekat banget. Misal, Jakarta dengan kerak telor dan soto betawinya. Bandung? Batagor dan bubur ayam sudah pasti. Cilok juga sih.</p>



<p>Soto Lamongan, Coto Makassar, Soto Banjar. Juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kota-kota tersebut. Mie Aceh, Sate Madura, Pempek Palembang, papeda, sampai rending. Juga sangat identik dengan kota asalnya.</p>



<p>Lalu bagaimana dengan 3 kota di Kaltim? Apakah punya makanan super khas juga? Jawabannya, ada dong. Namun, apakah setiap nama makanannya berakhiran dengan nama kotanya. Alias ada unsur Balikpapan, Samarinda, dan Bontang-nya? Jawabannya, tidak. Duh.</p>



<p>Ya mau bagaimana lagi, kebetulan, 3 kota di Kaltim adalah kawasan urban. Semua suku bangsa yang bermukim di 3 kota itu. Asal usulnya adalah pendatang.</p>



<p>Berbeda dengan Paser, Berau, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, dan Kutim. Yang penduduk awalnya ialah suku asli setempat.</p>



<p>Karena berstatus kota urban. Jadi pengaruh daerah lain dalam susunan menu khas Kota Balikpapan, Samarinda, dan Bontang sangat terasa. Enggak percaya? Kita cek yuk.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Samarinda</h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="640" height="370" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/samarinda.jpg" alt="" class="wp-image-8059" srcset="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/samarinda.jpg 640w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/samarinda-300x173.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></figure>



<p>Sudah sejak lama, Kota Samarinda itu identik dengan amplang. <em>Yes, </em>kerupuk berbahan dasar ikan itu sudah jadi penganan oleh-oleh asal Samarinda.</p>



<p>Padahal aslinya, <a href="https://www.google.com/search?q=amplang%20ikan%20pipih%20samarinda&amp;oq=amp&amp;aqs=chrome.0.69i59l2j69i57j46i433i512l2j0i512j69i60l2.2535j0j9&amp;sourceid=chrome&amp;ie=UTF-8&amp;tbs=lf:1,lf_ui:10&amp;tbm=lcl&amp;sxsrf=ALiCzsaFPRk5eOlLMj0UU5m9DUbZZAdYog:1667113005105&amp;rflfq=1&amp;num=10&amp;rldimm=4332532075502638990&amp;lqi=ChxhbXBsYW5nIGlrYW4gcGlwaWggc2FtYXJpbmRhSLSC0oyZq4CACFowEAAQARACGAAYARgCGAMiHGFtcGxhbmcgaWthbiBwaXBpaCBzYW1hcmluZGEyAmlkkgENZ3JvY2VyeV9zdG9yZZoBI0NoWkRTVWhOTUc5blMwVkpRMEZuU1VNdGIwdHhSMGhCRUFF&amp;phdesc=Dkpwp4lXyJY&amp;ved=2ahUKEwi1xODzr4f7AhWx8zgGHUS5D6oQvS56BAgZEAE&amp;sa=X&amp;rlst=f#rlfi=hd:;si:4332532075502638990,l,ChxhbXBsYW5nIGlrYW4gcGlwaWggc2FtYXJpbmRhSLSC0oyZq4CACFowEAAQARACGAAYARgCGAMiHGFtcGxhbmcgaWthbiBwaXBpaCBzYW1hcmluZGEyAmlkkgENZ3JvY2VyeV9zdG9yZZoBI0NoWkRTVWhOTUc5blMwVkpRMEZuU1VNdGIwdHhSMGhCRUFF,y,Dkpwp4lXyJY;mv:[[-0.49846559999999995,117.1603903],[-0.49860949999999993,117.1531028]];tbs:lrf:!1m4!1u3!2m2!3m1!1e1!1m4!1u2!2m2!2m1!1e1!2m1!1e2!2m1!1e3!3sIAE,lf:1,lf_ui:10">amplang</a> itu berasal dari Sumatera. Walau di tempat aslinya sana, namanya berbeda.</p>



<p>Walau termasuk penganan ‘impor’, seiring waktu, ada juga amplang khas Samarinda. Yaitu amplang ikan pipih.</p>



<p>Menu selanjutnya yang identik dengan Samarinda adalah, ya apalagi kalau bukan nasi kuning. Menu ini ada di hampir semua kota di Indonesia. Namun nasi kuning di Samarinda itu. Bercita rasa Banjar. Jadi kaya bumbu dan basah. Beda dengan nasi kuning Jawa yang kering kerontang.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Balikpapan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1200" height="675" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/Kota-Balikpapan-1200x675.jpg" alt="" class="wp-image-8058" srcset="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/Kota-Balikpapan-1200x675.jpg 1200w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/Kota-Balikpapan-300x169.jpg 300w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/Kota-Balikpapan-768x432.jpg 768w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/Kota-Balikpapan-1536x864.jpg 1536w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/Kota-Balikpapan.jpg 1600w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></figure>



<p>Raja makanan di Kota Balikpapan, adalah kepiting. <em>No debate! </em>Betul, masakan berbahan dasar kepiting ada di mana-mana. Tapi entah kenapa, menyantap kepiting di Balikpapan itu. Kayak ada spesial-spesialnya gitu.</p>



<p>Di sepanjang kawasan dekat pantai. Banyak berjejer restoran kepiting di Balikpapan. Kamu tinggal sesuaikan bumbu favoritmu.</p>



<p>Seiring waktu, UMKM di Balikpapan terus berinovasi dengan kepiting. Kamu <em>search </em>saja menu-menu kepiting di kota itu. Kamu pasti bakal bingung. Karena olehan kepiting ala Balikpapan ini banyak sekali. Mana unik dan enak-enak lagi. Jadi ngiler. Kepiting mana kepiting?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bontang</h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="660" height="375" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/bontang.jpg" alt="" class="wp-image-8057" srcset="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/bontang.jpg 660w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/bontang-300x170.jpg 300w" sizes="(max-width: 660px) 100vw, 660px" /></figure>



<p>Kamu belum bisa dikatakan sudah pernah ke Bontang kalau belum makan? Betul, gami bawis!</p>



<p>Sama seperti Balikpapan, Bontang juga memiliki banyak kawasan pesisir. Sehingga tatanan makanannya banyak dipengaruhi oleh suku asal Sulawesi.</p>



<p>Gami bawis, buat yang belum tahu. Ialah ikan bawis segar, yang digoreng di atas cobek, diberi sambal tomat. Bisa dikatakan <em>hot plate </em>lah. Karena penyajiannya juga masih di cobek yang untuk goreng. Jadi panas. Pastikan cobeknya jangan tertelan ya.</p>



<p>Kenapa ini menjadi andalan Bontang? Ya karena, ikan bawis sangat mudah didapatkan di sana. Kadang mikir kok bisa ya. Laut Bontang, Kutim, Berau, Kukar, Balikpapan, dan kawasan selatan Kaltim kan, satu garis. Tapi cuma di Bontang saja banyak ikan bawis.</p>



<p>Tempat terbaik menyantap gami bawis adalah di Bontang Kuala. Di kafe-kafe atas laut itu, gami bawis adalah menu utamanya.</p>



<p>Selain gami bawis yang bawaan orang Sulawesi. Bontang juga identik dengan pempek. Aneh kan? Pempek ternyata bukan cuma khasnya Palembang. <em>Wkwk.</em></p>



<p>Walau terkenal pempek asal Bontang itu enak-enak. Tapi di kotanya, enggak terlalu banyak penjual pempek siap makan loh. Justru, produsen pempek di sana menjualnya dalam bentuk <em>frozen.</em></p>



<p>Nah, itu tadi menu-menu khas tapi kurang khas dari 3 kota di Kaltim. Yang mana favoritmu?</p>



<p><strong>Penulis:</strong> <a href="https://kaltimfaktual.co/">Ahmad A. Arifin</a></p>



<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/ClGnkN1pnrN/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/ClGnkN1pnrN/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank" rel="noopener"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">Lihat postingan ini di Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/ClGnkN1pnrN/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank" rel="noopener">Sebuah kiriman dibagikan oleh Kaltim Faktual (@kaltimfaktual.co)</a></p></div></blockquote> <script async="" src="//www.instagram.com/embed.js"></script>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/3-makanan-yang-identik-dengan-3-kota-di-kaltim/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/3-makanan-yang-identik-dengan-3-kota-di-kaltim/">3 Makanan yang Identik dengan 3 Kota di Kaltim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips Membuat Terong Bakar Enak Anti Gagal</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/tips-membuat-terong-bakar-enak-anti-gagal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Sep 2022 11:54:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI DAN PARIWISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Membuat Terong Bakar]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Terong Bakar]]></category>
		<category><![CDATA[Terong Balado]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=6097</guid>

					<description><![CDATA[<p>Terong bakar itu, menu sederhana yang enaknya gak kira-kira. Asal tahu cara bikinnya, kamu bisa buat terong bakar yang lezatnya menandingi buatan resto-resto mahal. Gak percaya? Cobain deh. Sebelum ke cara membuat dan tips anti gagalnya. Kita perlu sepakati dulu. Terong bakar yang enak itu, teksturnya kenyal-kenyal juice, rasanya manis di dalam gurih di luar, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/tips-membuat-terong-bakar-enak-anti-gagal/">Tips Membuat Terong Bakar Enak Anti Gagal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Terong bakar itu, menu sederhana yang enaknya gak kira-kira. Asal tahu cara bikinnya, kamu bisa buat terong bakar yang lezatnya menandingi buatan resto-resto mahal. Gak percaya? Cobain deh.</p>



<p>Sebelum ke cara membuat dan tips anti gagalnya. Kita perlu sepakati dulu. Terong bakar yang enak itu, teksturnya kenyal-kenyal <em>juice, </em>rasanya manis di dalam gurih di luar, serta bentuk dan aromanya yang pas. Gak gosong. Sepakat ya? Kalau udah, kita langsung <em>otw </em>resep dan tips anti gagalnya.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Pilih Terong yang Tepat</h4>



<p>Memilih terong adalah langkah yang paling krusial. Karena ini akan memengaruhi tingkat kematangan, tekstur, dan rasa setelah dibakar.</p>



<p><em>Well, </em>terong yang paling pas dibakar itu. Yang berukuran sedang relatif kecil. Karena terong dengan ukuran ini, bijinya sedikit dan belum mengeras. Jadi ketika dibakar, biji dan daging terong menyatu sempurna. Lumer dan lembut di mulut. Gak <em>grenjil-grenjil </em>karena bijinya keras.</p>



<p>Selain faktor biji, memilih ukuran terong yang kecil ini untuk memudahkan proses pemanggangan. Dengan volume yang lebih mini, sangat memungkinkan untuk membuat tingkat kematangannya merata.</p>



<p>Jangan lupa kalau kulit terong itu gak terlalu tahan panas ya. Nah, kalau ukuran terong terlalu besar, walau sudah dibelah dua. Bagian luar sudah matang, dalamnya masih mentah. Jyaaaah.</p>



<p>Karena ini <em>step </em>penting. Pastikan kamu fokus saat memilah terong. Jangan berpatokan bahwa kalau besar udah pasti enak. Jangan.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Bumbu Kental</h4>



<p>Bumbu yang paling tepat untuk terong bakar adalah bumbu ikan bakar. Komposisinya ada bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, jahe, serai, dan ketumbar. Jangan lupa kemirinya disangrai dulu sebelum dihaluskan ya. Kemirinya, kalau pakai yang bijian, sangrai juga.</p>



<p>Banyaknya tiap komponen bumbu sesuaikan dengan selera masing-masing saja. Hanya pastikan bumbu jadinya kental. Nah, untuk sentuhan akhir. Tambahkan kecap dan minyak goreng untuk menambah rasa.</p>



<p>Sementara itu, terong yang sudah dipotong, dibelah, dan dicuci. Tusuk ke tusukan sate. Jangan terlalu banyak ya isinya. Takutnya matangnya gak merata antara yang berada di ujung tusukan dengan yang di bagian paling bawah.</p>



<p>Nah, terong yang sudah ditusuk. Rendam ke dalam bumbu jadi. Diamkan sebentar sambil siapkan pembakaran. Lalu bakar deh.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Kematangan</h4>



<p>Kunci dari kelezaran terong bakar adalah tekstur. Ketika digigit, dia harus lah kenyal sekaligus <em>juice. </em>Jadi nyaman banget di mulut.</p>



<p>Untuk bisa mendapat tekstur yang baik. Tingkat kematangan harus diperhatikan. Kalau lagi bakar, jangan malas atau sambil main hape. Terong harus terus dibolak-balik karena permukaannya yang mudah gosong.</p>



<p>Pastikan kematangannya rata. Ini agak sulit dijelaskan. Tapi seiring kamu sering melakukannya, dengan sendirinya kamu paham. Mana yang belum matang, setengah matang, matang pas, sampai terlalu matang.</p>



<p>Kebanyakan, orang akan mengangkat terongnya setelah tingkat kematangannya <em>over. </em>Saking khawatir tidak matang. Kalau begini kejadiannya, terong bakar yang kamu makan akan terlalu benyek. Fyuuh.</p>



<p>Pokoknya ingat ya. Saat membakar, fokus dan sabar. Jangan emosian. Itu terong bakar, bukan cemburu yang terbakar. Hyaaaaaa.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Pendamping</h4>



<p>Bukan cuma kamu yang butuh pendamping. Terong bakar juga. Bagaimanapun, terong tetaplah terong. Golongan sayur mayor. Maka tidak bisa semudah itu diubah menjadi lauk pauk.</p>



<p>Pastikan kamu mendampingi terong bakarmu dengan sambal dan protein (ikan, ayam, tempe, tahu bakar). Jika dimakan bersama dengan nasi hangat. Hwwuiiih hwaaahalaa. Dijamin enak! Coba deh. Kalau dibayangin doang kagak bakal kerasa enaknya.</p>



<p><em>Ditulis berdasar pengalaman pribadi dan hasil uji rasa di beberapa restoran dan warung makan. <a href="https://kaltimfaktual.co/opini-tiga-alasan-mengapa-kenaikan-harga-bbm/">Oleh </a><a href="https://nusantaraplus.id/ekonomi/opini-3-alasan-mengapa-kenaikan-harga-bbm-harus-kita-tolak/">Ahmad Agus Arifin.</a></em></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>



<p></p>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/tips-membuat-terong-bakar-enak-anti-gagal/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/tips-membuat-terong-bakar-enak-anti-gagal/">Tips Membuat Terong Bakar Enak Anti Gagal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sanggar Tiwadak; Jajanan Khas Banjar Kesukaan Orang Samarinda</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/sanggar-tiwadak-jajanan-kesukaan-orang-samarinda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Aug 2022 05:48:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI DAN PARIWISATA]]></category>
		<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[Jajanan Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Khas Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[Lambung Mangkurat]]></category>
		<category><![CDATA[Sanggar Cempedak]]></category>
		<category><![CDATA[Sanggar Tiwadak]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Kuliner Samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=5765</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sanggar tiwadak adalah satu di antara kuliner khas Indonesia yang punya ikatan erat dengan Kota Samarinda. &#160;Yuk, intip cara bikinnya. Dan di mana kamu bisa dengan mudah membelinya. Nama sanggar tiwadak mungkin tidak terlalu familiar di telinga pecinta kuliner. Namun kalau tahu terjemahannya atau melihat langsung bentuk kuenya. Kamu pasti akan bilang,”Ooooh.” Yap, sanggar sebenarnya [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/sanggar-tiwadak-jajanan-kesukaan-orang-samarinda/">Sanggar Tiwadak; Jajanan Khas Banjar Kesukaan Orang Samarinda</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Sanggar tiwadak adalah satu di antara kuliner khas Indonesia yang punya ikatan erat dengan Kota Samarinda. &nbsp;Yuk, intip cara bikinnya. Dan di mana kamu bisa dengan mudah membelinya.</p>



<p>Nama sanggar tiwadak mungkin tidak terlalu familiar di telinga pecinta kuliner. Namun kalau tahu terjemahannya atau melihat langsung bentuk kuenya. Kamu pasti akan bilang,”Ooooh.”</p>



<p>Yap, sanggar sebenarnya identik dengan pisang goreng tepung. Yakni pisang matang yang diiris atau dipotong. Kemudian dimasukkan ke adonan tepung terigu. Lalu digoreng. Ya iyalah.</p>



<p>Tiwadak, adalah sebutan untuk buah<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Cempedak"> cempedak </a>dari suku Banjar. Jadi sanggar tiwadak adalah? Betul! Cempedak goreng tepung. Kamu hebat. Seperti namanya, kue ini merupakan menu tradisional dari masyarakat Kalimantan Selatan. Walau, penganan serupa juga masuk dalam daftar menu khas suku lain. Dengan nama yang berbeda. </p>



<p>Nah, sanggar cempedak atau sanggar tiwadak ini sudah eksis di Samarinda sejak lama loh. Rasanya yang menggoda dan harganya yang merakyat. Membuat cemilan ini mudah diterima oleh semua kalangan.</p>



<p>Cara membuatnya mudah banget. Kamu hanya perlu siapkan buah cempedak matang beserta bijinya. Yang sudah dilepas dari buahnya loh ya. Kemudian masukkan ke dalam adonan yang terbuat dari tepung terigu, gula, garam, dan air. Takarannya? Sesuaikan saja berdasar selera ya. Tapi lebih baik jangan membuat adonan terlalu manis. Untuk mendapatkan sensasi asin atau gurih di luar. Manis di dalam.</p>



<p>Kalau sudah dimasukkan ke adonan, aduk merata. Lalu goreng dengan api sedang. Bolak-balik hingga kekuningan. Angkat, dan langsung makan. Selamat, lidahmu akan melonyot.</p>



<p>Untuk ukurannya pun bebas. Namun lazimnya, satu sanggar tiwadak. Terbuat dari 1 atau 2 biji cempedak. Jadi mungil dan <em>bit size.</em></p>



<p>Walau bikinnya gampang banget. Tapi mendapatkan cempedak matang ini tergolong cukup sulit loh. Karena tergolong buah musiman dan tidak ditanam sebanyak nangka atau durian. Jadi hanya pada saat-saat tertentu saja. Cempedak bisa didapat di penjual buah tepi jalan.</p>



<p>Tapi jangan khawatir, karena di Samarinda. Sanggar tiwadak bisa didapatkan 7 hari dalam seminggu, 365 hari dalam setahun, lapan ribu tujuh ratus enam puluh jam dalam setahunku. Bukan tentang perayaan. <em>Hadeuh </em>malah nyanyi.</p>



<p>Ya gitu. Intinya sanggar tiwadak bisa didapatkan setiap hari di Samarinda. Di ujung Jalan Lambung Mangkurat sebelum jembatan. Terdapat deretan penjual gorengan yang secara khusus menjual sanggar tiwadak alias sanggar cempedak ini.</p>



<p>Harganya mulai dari seribu rupiah sampai lima ribu rupiah dapat empat. Sangat ekonomis. Dan bersamaan dengan sanggar tiwadak, tersedia juga aneka gorengan lain di sana. Baiklah, selamat mencoba ya! Entah membuat sendiri atau membeli. <a href="https://kaltimfaktual.co/pelatih-borneo-fc-dan-persis-saling-puji/">(DRA)</a></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/sanggar-tiwadak-jajanan-kesukaan-orang-samarinda/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/sanggar-tiwadak-jajanan-kesukaan-orang-samarinda/">Sanggar Tiwadak; Jajanan Khas Banjar Kesukaan Orang Samarinda</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
