SEPUTAR KALTIM
85 Ribu Mahasiswa Bakal Terima Gratispol 2026, UKT Maksimal Rp15 Juta

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk menjaga akuntabilitas dan ketepatan sasaran dalam pelaksanaan Program Gratispol. Program bantuan pendidikan ini dirancang untuk meringankan beban biaya kuliah mahasiswa, sekaligus mendorong pemerataan akses pendidikan tinggi di Benua Etam.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kaltim, Dasmiah, menyampaikan bahwa Pemprov memberikan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) rata-rata sebesar Rp 5 juta per mahasiswa. Angka ini disesuaikan dengan rata-rata UKT di perguruan tinggi negeri di Kaltim seperti Universitas Mulawarman (Unmul) dan Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI).
“Rata-rata UKT di perguruan tinggi seperti Universitas Mulawarman dan UINSI berada di kisaran Rp 4 juta hingga Rp 5 juta. Maka jika UKT-nya berada pada kisaran tersebut, mahasiswa tidak perlu membayar sepeser pun,” jelas Dasmiah saat menjadi pembicara dalam Bakohumas Kaltim 2025 di Hotel Gran Senyiur, Kamis, 19 Juni 2025.
Untuk program studi dengan UKT lebih tinggi, seperti Farmasi dan Kedokteran, nominal bantuan juga menyesuaikan. Farmasi sebesar Rp 7,5 juta dan Kedokteran mencapai Rp 15 juta. Sementara untuk pascasarjana, bantuan UKT diberikan sebesar Rp 9 juta untuk S2 dan Rp 15 juta untuk S3.
Dasmiah menambahkan bahwa Program Gratispol mencakup pembiayaan penuh hingga batas maksimal semester. S1 ditanggung hingga 8 semester, S2 hingga 4 semester, dan S3 sampai 6 semester.
Mulai 2026, seluruh mahasiswa — baik baru maupun lama — akan mendapatkan bantuan UKT dari semester 2 hingga semester 8. Adapun semester 1 sudah ditanggung lebih dulu sejak awal program berjalan.
“Tahun 2025, target kami menyasar 3.943 mahasiswa. Tapi tahun depan akan melonjak drastis menjadi 85 ribu mahasiswa. Jumlah ini diperkirakan terus meningkat 3 persen setiap tahun,” jelasnya.
Dasmiah juga menekankan bahwa penerima manfaat Gratispol wajib memenuhi sejumlah persyaratan. Antara lain, berdomisili di Kaltim minimal tiga tahun, berusia maksimal 25 tahun untuk S1, 35 tahun untuk S2, dan 40 tahun untuk S3. Untuk guru dan dosen, batas usia S3 diperpanjang hingga 45 tahun.
Penerima juga harus terdaftar di perguruan tinggi yang diakui Kemendikbudristek, tidak sedang menerima beasiswa lain, aktif sebagai mahasiswa (tidak cuti), serta bersedia melaporkan kemajuan studi setiap akhir tahun akademik.
“Mahasiswa yang sudah memenuhi kriteria ini, dan terdata di perguruan tinggi, akan langsung masuk dalam program ini,” tegasnya.
Ia turut memastikan bahwa mahasiswa Unmul yang terlanjur membayar UKT padahal masuk kategori penerima Gratispol, tetap akan mendapatkan haknya.
“Jangan khawatir, jika sudah terlanjur membayar, dana akan segera dikembalikan,” tutupnya. (prb/ty/portalkaltim/sty)
-
PARIWARA4 hari agoYamaha Luncurkan Fitur E-KSG, Servis Motor Kini Lebih Praktis Lewat Aplikasi
-
BERAU4 hari agoAkhiri Kendala Jarak, Dua SMA Negeri Baru Segera Dibangun di Berau
-
BALIKPAPAN3 hari agoDPRD Soroti Gaya Hidup Remaja, Kasus Cuci Darah Meningkat
-
PARIWARA4 hari agoCatatan MAXI Tour Boemi Nusantara Etape Satu, Ini Deretan Jalur Ikonik dan Spot Eksotis di Sumatera Utara Untuk Pecinta Touring
-
BALIKPAPAN4 hari agoDPRD Samarinda Kunjungi DPRD Balikpapan, Bahas Peran Banmus dalam Penyusunan Agenda Dewan
-
BALIKPAPAN4 hari agoKomisi III DPRD Balikpapan Bahas Pengalihan Pengelolaan Pemakaman dalam RDP
-
BALIKPAPAN3 hari agoBankeu Tak Cair, DPRD Balikpapan Dorong Optimalisasi PAD
-
BALIKPAPAN1 hari agoProyek Sekolah Terpadu Islamic Center Balikpapan Ditunda

