SAMARINDA
Ritel Indomaret di Samarinda Sudah Bebas Pajak Parkir, Konsumen Tetap Gratis Parkir
Sejak keluar aturan baru, ritel-ritel seperti Indomaret, Alfamidi, Alfamart, hingga Eramart di Samarinda sudah bebas pajak parkir. Mereka tidak perlu lagi membayar pajak parkir ke pemerintah. Konsumen juga tetap gratis parkir. Jika masih ada tarikan, itu termasuk pungutan liar.
Sudah sejak lama jaringan ritel seperti Indomaret, Alfamart, Alfamidi, hingga Eramart, menggratiskan biaya parkir untuk konsumennya. Sebagai fasilitas agar nyaman berbelanja tanpa pikir biaya parkir.
Meski sudah gratis, Indomaret sebenarnya tetap harus membayar pajak parkir kepada pemerintah daerah setempat. Bedanya, mereka tidak membebankan biaya parkir pada pelanggannya. Termasuk di Kota Samarinda.
Itu tertuang dalam Perda Kota Samarinda No.9 Tahun 2019. Bahwa toko swalayan dibebankan pungutan pajak 20% dari omset kepada Pemkot Samarinda jika tidak memungut biaya parkir. Dan 30 persen jika menarik parkir dari pengunjung.
Penghapusan Pajak Parkir
Namun belum lama ini muncul aturan baru. Melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 dan baru berlaku pada 2024 ini. Diturunkan di Perda Kota Samarinda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah.
Kepala Bidang Pendapatan Pajak Dua Fachrudin menjelaskan, berdasarkan aturan tersebut Indomaret sudah tidak dipungut pajak parkir lagi oleh Pemerintah Kota Samarinda.
“Indomaret sekarang tidak ada kami pungut pajak lagi, mereka mau saja membayar tapi kami tidak terima lagi,” jelasnya kepala Kaltim Faktual Rabu, 31 Agustus 2024.
Meski Indomaret dan ritel sejenisnya sudah tidak dipungut pajak, hal itu tidak mengubah pelayanan parkir gratis kepada konsumen. Sehingga pengunjung tetap tidak perlu membayar biaya parkir saat berbelanja.
Sehingga, jika masih ada juru parkir (jukir) yang memungut biaya parkir di Indomaret, itu termasuk jukir liar dan juga pungutan liar. Konsumen tidak perlu membayar, karena tidak akan masuk ke kas daerah.
Fachrudin menambahkan, sejak adanya aturan itu, memang pendapatan daerah dari sektor parkir menjadi berkurang. Selain kehilangan pendapatan dari pajak parkir ritel, juga pendapatan dari parkir otonom berkurang.
“Dulu yang otonom itu 30 persen sekarang hanya 10 persen, jadi turun 20 persen. Jadi kita kehilangan potensi pajak banyak,” tambahnya.
“Jadi Indomaret sudah tidak membayar pajak, dan tidak memungut pajak,” kata Fachrudin di ruangannya.
Untuk masalah pemberantasan jukir liar di retail Indomaret dan sejenisnya, Fachrudin menyebut itu menjadi ranah OPD yang bertugas dalam penegakan perda. (ens/fth)
-
BERAU4 hari agoKabut Asap Karhutla, Sekolah di Berau Terapkan Belajar dari Rumah hingga 19 September
-
BALIKPAPAN4 hari ago160 Masjid di 8Kalimantan Terhubung Internet Lewat Program Masjid Berdaya Indosat
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoAntrean BBM di Kaltim, Rudy Mas’ud Sebut Masalah Ada di SPBU
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoSeleksi Dirut MMP Kaltim Dipersoalkan, Batas Usia Maksimal Jadi Sorotan
-
EKONOMI DAN PARIWISATA1 hari agoHarga Sawit Kaltim Naik, TBS Umur 10–20 Tahun Tembus Rp3.604 per Kg
-
PARIWARA16 jam agoBreak Time Bareng AEROX, Cara Yamaha Dekatkan AEROX ALPHA dengan Generasi Muda
-
PARIWARA2 hari agoBAF Friends Festival di Yamaha Sentral Balikpapan, Ada Service dan Ganti Oli Gratis
-
KUKAR9 jam agoPemprov Kaltim Tegaskan Aset SMAN 10 Samarinda Tetap Bisa Digunakan untuk Belajar

