EKONOMI DAN PARIWISATA
Gedung Angkasa Biru Mau Diperbaiki, Samarinda Seberang Dicanangkan Jadi Pusat Pariwisata Budaya dan Sejarah
Gedung Angkasa Biru yang sempat mangkrak bertahun-tahun disebut akan dihidupkan kembali. Hal ini dalam rangka mengembangkan pariwisata di bidang sejarah sekaligus budaya di Samarinda Seberang.
Gedung Angkasa Biru yang terletak di Jalan Masjid Samarinda Seberang ini diketahui digunakan sebagai tempat bermain bulu tangkis bagi masyarakat sekitar. Karena tidak terurus.
Sejak tahun 2023, Pemkot Samarinda melalui Bidang Cipta Karya, Dinas PUPR Samarinda melakukan perawatan bangunan terhadap gedung tersebut.
Dengan kurangnya pemanfaatan, Pmekot berencana akan mendesain ulang gedung tersebut, agar bisa lebih bermanfaat.
“Kita sedang merancang desain pusat budaya sejarah kita ada di Samarinda Seberang,” kata Wali Kota Samairnda, Andi Harun, saat ditemui seusai ziarah di Makam La Mohang Daeng Mangkona, Jumat 24 Januari 2025 lalu.
Perbaikan dan perencanaan ulang gedung yang diperkirakan dibangun sekitar 1980 ini sejalan dengan visi Pemkot dan bertujuan menjadikan Samarinda Seberang sebagai pusat pariwisata.
Mengingat di kecamatan tersebut, terdapat lokasi bersejarah yang punya potensi jadi destinasi sejarah dan budaya.
Adanya rencana pembangunan pusat pariwisata di Samarinda Seberang ini dianggap penting. Hal ini, karena kecamatan tersebut tidak lepas dari perjalanan historisnya yang menjadi cikal bakal berdirinya Kota Samarinda.
Salah satunya yaitu makam La Mohang Daeng Mangkona, seorang pahlawan yang lekat dengan sejarah berdirinya Samarinda.
Andi Harun bilang, tahapan pembangunan kembali di Samarinda Seberang ini akan berjalan sesuai dengan perjalanan sejarah di kecamatan tersebut.
“Ini akan kita buat ceritanya desain historisnya lalu rangkaian pembangunan infrastruktur pariwisatanya akan mengalir sesuai dengan cerita sejarah ini.
Selain makam tersebut serta Gedung Angkasa Biru yang direncanakan akan menjadi gedung pelayanan publik berkonsep wisata sejarah, ada beberapa bangunan lain yang akan jadi andalan.
Diantaranya Masjid Shirathal Mustaqiem dan rumah tua bersejarah yang kini digunakan sebagai kantor kelurahan.
“Kami ingin menghidupkan kembali potensi lokal, seperti Sarung Samarinda, melalui pembangunan infrastruktur modern yang tetap menghormati nilai-nilai tradisional,” tegasnya. (tha/am)
-
BALIKPAPAN5 hari agoEfisiensi Anggaran Tekan Kinerja dan Produksi Perda di Balikpapan
-
BALIKPAPAN5 hari agoWFH Dikaji, DPRD Balikpapan Pastikan Layanan Publik Tetap Berjalan Normal
-
PARIWARA4 hari agoLewati Ujian di Portimao, Arai Agaska Gaspol Latihan di Eropa
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoSkema Murur dan Tanazul Disiapkan untuk Lindungi Jemaah Lansia dan Risti
-
BALIKPAPAN3 hari agoKomisi III DPRD Balikpapan Dorong Pemanfaatan Desalinasi Air Laut
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoHeboh Anggaran Rp25 Miliar! Pemprov Kaltim Bongkar Fakta Renovasi Rumah Dinas Gubernur
-
BALIKPAPAN2 hari agoKomisi IV DPRD Balikpapan Mediasi Sengketa Lahan PJHI, Dorong Penyelesaian Damai
-
SAMARINDA13 menit agoPemprov Kaltim Klarifikasi Isu BPJS Samarinda: Bukan Dihentikan, Ini Penjelasan Lengkapnya

