SAMARINDA
Resmi Dilantik! Yakob Pangedongan Bakal Perjuangkan Dua Hal Ini untuk Dapil Sungai Kunjang
Yakob Pangedongan asal Fraksi Partai Nasdem resmi dilantik sebagai perwakilan daerah pemilihan III. Ia menyoroti dua persoalan utama di Dapil Sungai Kunjang. Apa saja?
Sebelumnya, dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Samarinda Masa Persidangan I Tahun 2025 dengan agenda Pengumuman Pemberhentian dan Peresmian Pengangkatan Pengganti Antarwaktu dari Partai Nasdem pada Sabtu (8/5), sosok Yakob Pangedongan resmi dilantik.
Berdasarkan hasil rapat tersebut, Yakob Pangedongan ditugaskan di Komisi IV menggantikan Hasan yang telah berpulang pada Desember 2024. Sektor-sektor yang berkelindan dengan aspek kesejahteraan rakyat seperti pendidikan, pelayanan kesehatan, dan ketenagakerjaan akan jadi fokus utamanya saat bertugas.
Lebih lanjut, sebagai perwakilan Dapil III Sungai Kunjang DPRD Kota Samarinda, ia berjanji akan turut mengawal berbagai persoalan mendasar di wilayahnya.
Infrastruktur Khas Daerah Pinggiran
Menurut Yakob, Kecamatan Sungai Kunjang meski masih dalam kawasan perkotaan, wilayahnya termasuk ke dalam kategori pinggiran. Untuk itu persoalan infrastruktur tak boleh luput dari perhatian pemerintah.
“Sungai Kunjang itu saya pikir kondisinya kurang lebih dengan yang lain. Karena, Sungai Kunjang ini masih kawasan kota tapi dia pinggiran. Nah ini tentunya juga perlu menjadi perhatian bersama bagaimana infrastruktur di daerah-daerah pinggiran juga harus tetap optimal.”
Banjir yang Jadi Cerita Lama
Selain infrastruktur, polemik banjir di Kecamatan Sungai Kunjang seakan menjadi cerita yang tak kunjung berakhir. Meski begitu, Yakob cukup optimis dengan rencana penanganan banjir yang digagas Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
“Banjir ini saya pikir memang problem yang susah kita selesaikan, tapi dengan niat yang baik, ya kita dukung program Pak Wali Kota soal penanganan banjir untuk Kota Samarinda.”
Meski persoalan banjir tak termasuk ke dalam cakupan kerja Komisi IV, Yakob menegaskan tekadnya untuk terus mendampingi masyarakat Sungai Kunjang.
“Kita concern di persoalan banjir bagaimana kita mendampingi masyarakat. Memang bukan wewenang kami di Komisi IV, tapi paling tidak kita bisa terus komunikasikan ke kawan-kawan di komisi yang memiliki wewenang itu.”
Adapun, Yakob turut menyoroti lahan-lahan yang berada di kawasan terluar Kota Samarinda. Utamanya yang berfungsi sebagai lahan resapan air, di mana jumlahnya yang kian berkurang dari tahun ke tahun.
“Lahan-lahan yang ada di bagian terluar kota, tapi masih masuk Samarinda itu kalau bisa kita amankan. Karena ini kalau dibiarkan terus, mungkin nanti kita enggak punya lagi lahan yang berfungsi sebagai daerah resapan air,” kunci Yakob. (nkh/sty)
-
LIPUTAN KHUSUS4 hari agoRumah Lunas, SHM Tak Pernah Terbit: Kisah 35 Tahun Penantian Warga Perumahan Korpri Loa Bakung
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoKuasa Hukum Agus Hari Kusuma Nilai Tuntutan Jaksa dalam Kasus DBON Kaltim Tidak Berdasar Fakta Persidangan
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoKorupsi Dana DBON Kaltim Masuki Babak Akhir, Eks Kadispora Dituntut 3,5 Tahun dan Ketua Pelaksana 6 Tahun Penjara
-
OLAHRAGA3 hari agoMusorprov KONI Kaltim Tetapkan Calon Tunggal Ketua, KONI Pusat Ingatkan Bahaya Konflik Internal
-
OLAHRAGA2 hari agoSeno Aji Targetkan Kaltim Masuk Lima Besar PON 2028, Minta KONI Baru Fokus Prestasi dan Efisiensi
-
SAMARINDA5 hari agoBelajar Pancasila dengan Cara Menyenangkan, Siswa Sekolah Rakyat Samarinda Ikut Lomba Desain hingga Kuis Kebangsaan
-
SAMARINDA3 hari agoWarga Korpri Loa Bakung Pertanyakan Ketimpangan dengan Karpotek, Desak Kepastian SHM Setelah Menunggu Puluhan Tahun
-
PARIWARA3 hari agoNight Race Perdana Warnai Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge 2026 di Kalimantan Barat


