SAMARINDA
Darlis Pattalongi: Pendidikan Politik Rutin Kunci Wujudkan Demokrasi Berkualitas dan Bebas Transaksi
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, menegaskan pentingnya pendidikan politik secara berkala sebagai upaya membangun demokrasi berkualitas dan mengikis praktik transaksi elektoral. Legislator ini menyatakan, agenda tersebut bukan sekadar kegiatan formal, melainkan komitmen strategis untuk menciptakan pemilih rasional, berintegritas, dan sadar akan hak politiknya.
“Ini adalah investasi jangka panjang. Tujuannya bukan hanya meningkatkan partisipasi pemilih, tetapi juga memastikan partisipasi tersebut dilandasi kesadaran, bukan kepentingan pragmatis,” tegas Darlis dalam keterangan pers di Samarinda, Jumat 23 Mei 2025.
Menurutnya, kualitas demokrasi tidak boleh hanya diukur dari angka partisipasi pemilih semata. Aspek krusial lain adalah alasan di balik partisipasi tersebut.
“Jika 80% masyarakat datang ke TPS, tetapi motivasinya hanya imbalan materi, maka demokrasi kita tetap rapuh. Harus ada pergeseran dari politik transaksional ke politik berbasis ideologi,” paparnya.
Darlis mengkritik maraknya politik uang yang menurutnya merusak logika demokrasi.
“Pejabat yang terpilih karena uang tidak akan merasa berkewajiban pada rakyat. Mereka justru berutang budi pada pemberi dana kampanye. Ini ancaman serius bagi akuntabilitas pemerintahan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau publik tidak hanya fokus mengkritik kinerja pejabat, tetapi juga mengevaluasi proses elektoral.
“Demokrasi transaksional menghasilkan pemimpin yang lemah ikatannya dengan rakyat. Karena itu, evaluasi harus menyeluruh, mulai dari sistem hingga perilaku pemilih,” tegasnya.
Sebagai solusi, Darlis mendorong sinergi multipihak antara DPRD, pemerintah daerah, akademisi, dan organisasi masyarakat. Pendidikan politik, menurutnya, harus menyasar semua kalangan, terutama pemilih pemula dan kelompok rentan.
“Kampus, sekolah, dan komunitas harus jadi garda terdepan. Demokrasi kuat dibangun dari kesadaran sehari-hari, bukan hanya momentum pemilu,” tambahnya.
DPRD Kaltim berkomitmen menjadikan pendidikan politik sebagai gerakan kolektif dengan dua target: meningkatkan partisipasi publik sekaligus menjamin kualitas partisipasi tersebut.
“Ini langkah untuk menyelamatkan masa depan demokrasi kita,” tutup Darlis Pattalongi. (chanz)
-
KUTIM5 hari agoKecewa Tata Kelola KEK Maloy, Rudy Mas’ud: Jangan Sampai Seperti Ayam Mati di Lumbung Padi
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoPanduan Zakat Fitrah Kaltim 2026: Segini Nominal Uang dan Takaran Beras yang Wajib Dibayarkan
-
NUSANTARA5 hari agoIKN Dapat Kucuran 2,49 Juta Dolar dari Amerika Serikat, Bantu Perkuat Perencanaan Smart City
-
SAMARINDA5 hari agoLudes Kurang dari Sejam! Antusiasme Warga Samarinda Buru Seribu Takjil di Kantor Gubernur
-
NUSANTARA2 hari agoAkhiri Polemik Mobil Dinas Rp8,5 M: Gubernur Kaltim Harum Putuskan Kembalikan Mobil Dinas Barunya
-
NUSANTARA1 hari agoYamaha Racing Indonesia 2026 Season Launch, Bangun Mimpi Bersama Wujudkan Kemenangan !
-
SAMARINDA3 jam agoRiding & Bukber Fazio di Samarinda, Yamaha Kaltim Rangkul Generasi Muda Lewat Kelas Kreatif

