SAMARINDA
Setelah 5 Bulan, Program Cek Kesehatan Gratis Samarinda Mulai Dikenal Masyarakat

Memasuki bulan kelima, program Cek Kesehatan Gratis mulai mendapat respons positif dari warga Samarinda. Sosialisasi melalui RT dan posyandu terus ditingkatkan demi memperluas jangkauan layanan.
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), inisiatif pemerintah pusat sebagai bentuk “hadiah ulang tahun” bagi masyarakat, telah berjalan di Kota Samarinda sejak Februari 2025. Memasuki bulan kelima pelaksanaan, sosialisasi masih terus digencarkan karena belum semua warga mengetahuinya. Namun, upaya melalui RT, posyandu, dan promosi puskesmas mulai menunjukkan hasil, ditandai dengan meningkatnya antusiasme masyarakat.
Dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK di GOR Sempaja, delapan puskesmas hadir memberikan layanan CKG, termasuk Puskesmas Air Putih dan Temindung. Jenis layanan yang tersedia mencakup pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, gula darah, serta konsultasi kesehatan umum, Selasa 8 Juli 2025.
Kepala Puskesmas Air Putih, dr. Zheditya, menyampaikan bahwa capaian program telah menyentuh 14 persen dari target tahunan.
“Rata-rata ada 5–7 peserta per hari. Masyarakat semakin antusias seiring kemudahan dalam proses pendaftaran,” jelasnya.
Kini warga tidak lagi diwajibkan mendaftar melalui aplikasi Sehat Indonesiaku di Android. Mereka cukup datang langsung dan akan didaftarkan oleh petugas di tempat.
Meski berjalan lancar, program ini masih menghadapi beberapa kendala. Antara lain ketidakstabilan jaringan aplikasi serta keterlambatan hasil pemeriksaan yang seharusnya selesai dalam waktu 2×24 jam. Untuk meningkatkan partisipasi, puskesmas terus melakukan promosi melalui media sosial, penyuluhan langsung, serta melibatkan kader posyandu dan RT yang diwajibkan ikut periksa sebagai contoh bagi warga.
Puskesmas Temindung mencatat tren peningkatan peserta. Penanggung jawab Program CKG, dr Wardah, menyebut layanan dibuka Senin hingga Kamis, dengan rata-rata lima pasien per hari. Peserta didominasi oleh warga usia produktif dan lanjut usia.
Strategi “jemput layanan” juga diterapkan saat posyandu atau kegiatan penyuluhan. Hal ini dilakukan sekaligus untuk meluruskan anggapan keliru bahwa pemeriksaan hanya bisa dilakukan tepat pada hari ulang tahun.
Beberapa warga yang mengikuti layanan di GOR Sempaja mengaku baru mengetahui informasi ini dari pengurus RT mereka. Maryam (50) dan Surya Hadi (25) mengatakan tertarik memeriksakan diri. Sementara Fitri (25) mengakui sempat salah paham mengenai ketentuan hari ulang tahun.
“Bagus, harapannya pelayanan terus ditingkatkan,” ujar Surya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinkes Kaltim, dr. Ika Gladies, yang mewakili Kadinkes, menyebut bahwa tantangan utama terletak pada keterbatasan informasi di tingkat warga.
“Sejak diluncurkan, peserta di Samarinda mencapai 6.000 orang dan di Kaltim total sekitar 45.000. Namun, ini baru sekitar 1–2 persen dari populasi. Masih sangat sedikit,” jelasnya.
Meski pelayanan di fasilitas kesehatan berjalan lebih optimal, kegiatan luar ruangan tetap dibutuhkan untuk menjangkau warga yang memiliki aktivitas padat. Untuk pelajar, Dinas Kesehatan menyediakan program pemeriksaan khusus di sekolah, sedangkan puskesmas lebih difokuskan untuk melayani kalangan dewasa muda hingga lansia. (chanz/sty)
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoPeran ASN Makin Krusial, Gubernur Kaltim Soroti Pentingnya Jabatan Fungsional
-
BALIKPAPAN2 hari agoEfisiensi Anggaran Pangkas Reses dan Dialog Warga DPRD Balikpapan
-
POLITIK2 hari agoParipurna DPRD Kaltim Sepakati Hak Angket, 6 Fraksi Setuju dan Sorotan Isu KKN Pemprov
-
NUSANTARA2 hari agoMenuju Satu Dekade Yamaha AEROX, Gathering Team AEROX Hadir kembali dan Buka Keseruan Perdana di Bandung
-
BALIKPAPAN2 hari agoSolar Subsidi Langka, Ratusan Sopir Truk dan Mahasiswa Datangi DPRD Balikpapan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoSuara dari Jalanan di Depan Gedung Dewan, Mahasiswa Kaltim Desak Hak Angket Segera Diputuskan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoSeleksi Paskibraka Kaltim 2026 Dimulai, Ketat dan Tanpa Titipan
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoPolemik Anggaran Laundry Rp450 Juta di Kaltim, Pemprov: Itu Bukan Hanya untuk Pakaian

