SEPUTAR KALTIM
Biro PBJ Kaltim Kukuhkan Komitmen Antikorupsi Lewat Pelatihan AKPK

Biro PBJ Kaltim menegaskan komitmen membangun birokrasi bersih dan berintegritas melalui Pelatihan Antikorupsi dan Pencegahan Korupsi (AKPK) bagi pejabat pengadaan di lingkungan Pemprov Kaltim.
Kegiatan yang berlangsung pada 16–17 September 2025 di Balikpapan ini ditutup dengan penandatanganan Komitmen Bersama Pencegahan Perilaku Korupsi, sebagai bentuk nyata penguatan integritas seluruh peserta.
Pelatihan AKPK digelar atas kerja sama antara Biro PBJ Kaltim dan Pusat Pelatihan SDM PBJ Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI dengan model blended learning. Peserta yang hadir secara luring merupakan pejabat pengadaan di lingkungan Pemprov Kaltim, guna memastikan partisipasi dan interaksi yang optimal.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Sayid Awaluddin, Kepala Bagian Pembinaan dan Advokasi Barang dan Jasa, mewakili Kepala Biro PBJ Kaltim, Buyung Dodi Gunawan. Dalam sambutannya, Sayid menekankan pentingnya peran strategis pejabat pengadaan dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas di setiap tahapan proses pengadaan.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para pejabat pengadaan semakin memperkuat komitmen dan integritas dalam menjalankan tugas. Pengadaan yang transparan, akuntabel, dan profesional menjadi fondasi utama tata kelola pemerintahan yang bersih,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan integritas ini sejalan dengan percepatan pencapaian Zona Integritas menuju WBK dan WBBM di lingkungan Pemprov Kaltim, serta mendukung misi pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola yang efektif, transparan, dan berorientasi pelayanan publik.
Untuk memperkaya materi, pelatihan menghadirkan dua narasumber ahli dari LKPP RI, yaitu Tri Susanto (Widyaiswara Ahli Madya) dan Tino Yuka Aldila (Widyaiswara Ahli Muda). Keduanya membahas risiko korupsi dalam proses pengadaan, dilengkapi studi kasus dan strategi pencegahan praktis yang dapat diterapkan di lapangan.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Diskusi berlangsung aktif, mencerminkan semangat tinggi para pejabat pengadaan dalam memperkuat nilai-nilai integritas dan profesionalisme.
Sebagai puncak kegiatan, seluruh peserta menandatangani Komitmen Bersama Pencegahan Perilaku Korupsi — bukan sekadar seremoni, melainkan pernyataan moral dan profesional untuk:
- Menjunjung tinggi integritas dalam setiap proses pengadaan;
- Menghindari segala bentuk gratifikasi, suap, dan nepotisme;
- Menjalankan tugas sesuai peraturan yang berlaku.
Langkah ini diharapkan menjadi benteng moral dalam mencegah praktik korupsi serta memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara efisien, transparan, dan tepat sasaran.
Melalui pelatihan dan penandatanganan komitmen ini, Biro PBJ Kaltim menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam membangun budaya antikorupsi dan memperkuat integritas aparatur pengadaan. Diharapkan, inisiatif ini menjadi inspirasi bagi instansi lain di Kalimantan Timur untuk menciptakan ekosistem pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi. (*/Portalkaltim/sty)
-
POLITIK5 hari agoDPRD Kaltim Siapkan Tindak Lanjut Temuan BPK, Dari Beasiswa Gratispol hingga Kredit Produktif Bankaltimtara
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoWujud Kepedulian, Rudy Mas’ud Serahkan Sapi Kurban untuk PWI Kaltim
-
SAMARINDA4 hari agoUtang Pemkot Samarinda Rp400 Miliar, Andi Harun Alihkan 80 Persen APBD 2026 untuk Bayar Kewajiban
-
POLITIK4 hari agoAduan Etik Masuk BK DPRD Kaltim, Reza Singgung Pentingnya Adab dalam Politik
-
OLAHRAGA2 hari agoAldi Satya Mahendra Bidik Hasil Impresif di World Supersport Aragon
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoKaltim Raih Penghargaan Nasional, Sekolah Swasta Diakui Jadi Mitra Strategis Pendidikan
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoIduladha di Islamic Center Samarinda, Rudy Mas’ud Serahkan Bantuan Kurban Presiden RI
-
POLITIK4 hari agoHak Angket DPRD Kaltim Tetap Jalan, Gerindra Bantah Ada Konflik Rudy Mas’ud dan Seno Aji

