Connect with us

SEPUTAR KALTIM

Wanti-wanti Wagub Seno Aji: Jangan Ada Logistik yang Macet, Bisa Picu Kenaikan Harga!

Published

on

Wagub Kaltim Seno Aji mewanti-wanti seluruh OPD terkait, agar menjelang akhir tahun ini tidak ada logistik yang macet. Meski ada hari raya keagamaan, libur panjang, hingga pergantian tahun. Jika logistik macet, bisa memicu kenaikan harga.

Desember selalu menjadi bulan yang krusial bagi urusan dapur masyarakat. Fenomena kenaikan harga bahan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) seolah menjadi siklus tahunan yang sulit dihindari.

Mulai dari meroketnya harga cabai, telur, hingga daging ayam sering kali membuat warga Benua Etam was-was. Kerentanan ini kian nyata mengingat ketergantungan Kaltim pada pasokan pangan dari luar daerah masih sangat tinggi.

Menanggapi kerawanan tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengeluarkan peringatan keras. Ia menegaskan bahwa dalam kondisi sensitif seperti akhir tahun, kelancaran logistik adalah harga mati. Keterlambatan distribusi sedikit saja bisa menjadi pemantik “api” inflasi yang merugikan masyarakat luas.

Seno menyampaikan pesan tegas tersebut dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Ruang Maratua, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Kamis (18/12/2025).

IKN dan Tantangan Ledakan Konsumsi

Wagub Seno Aji memproyeksikan bahwa tantangan pengendalian harga ke depan akan jauh lebih kompleks. Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan hanya soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga tentang migrasi penduduk yang masif yang berujung pada peningkatan permintaan kebutuhan dasar.

“Kami mengapresiasi pelaksanaan High Level Meeting ini sebagai upaya bersama dalam mengantisipasi potensi inflasi, terutama menjelang akhir tahun. Tantangan ke depan akan semakin besar seiring perkembangan IKN yang mendorong meningkatnya kebutuhan masyarakat,” ujar Seno Aji.

Logistik: Titik Nadir Kestabilan Harga

Seno Aji menyoroti bahwa inflasi di Kaltim sering kali bukan terjadi akibat oleh kelangkaan barang di sumbernya, melainkan hambatan pada jalur distribusi. Sebagai provinsi yang masih mendatangkan sebagian besar bahan pangan dari Sulawesi dan Jawa, keterlambatan armada angkutan bisa langsung memicu kepanikan harga di pasar.

“Kita harus memastikan kelancaran logistik dan tidak boleh ada keterlambatan, karena hal itu sangat berpengaruh terhadap stabilitas harga di daerah,” tegasnya. Ia meminta instansi terkait untuk memastikan jalur-jalur distribusi, baik laut maupun darat, tetap steril dari hambatan teknis maupun birokratis.

Early Warning System dan Senjata Digital ‘Mandau Kaltim’

Bagi Seno, kerja keras lintas sektor selama ini telah membuahkan hasil yang membanggakan, namun ia mengingatkan agar tidak terlena. Kunci pengendalian masa depan adalah pada Early Warning System (EWS) yang mampu mendeteksi gejolak harga sebelum menjadi bola salju.

“Capaian ini merupakan prestasi yang membanggakan. Ini adalah hasil kerja keras dan komitmen kita bersama, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, dalam menangani inflasi secara serius,” katanya.

Ia pun menaruh harapan besar pada aplikasi Mandau Kaltim yang baru saja diluncurkan. Platform ini diharapkan menjadi “radar” digital yang akurat bagi pengambil kebijakan.

“Inflasi di Kalimantan Timur bisa kita jaga karena kita memiliki data dan proyeksi. Early warning system harus benar-benar dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan. Kami ingin Mandau Kaltim mampu membaca dan memperkuat data pengendalian komoditas,” pungkas Seno Aji. (ens)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.