SAMARINDA
Jelang Ramadan 2026, Pemkot Samarinda Waspadai Lonjakan Harga Tiket Pesawat dan Bahan Pokok
Pemkot Samarinda siapkan strategi kendalikan inflasi Ramadan 2026. Fokus pada stok beras 8.670 ton, pengawasan tiket pesawat, dan jadwal Pasar Murah di 5 kelurahan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai memasang kuda-kuda untuk menjaga stabilitas harga pangan dan menekan angka inflasi menjelang bulan suci Ramadan serta Idulfitri 2026.
Dalam evaluasi terbaru, sektor transportasi udara dan sejumlah komoditas pangan menjadi perhatian serius tim pengendali inflasi.
Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, menegaskan bahwa perangkat daerah harus bergerak melampaui sekadar antisipasi. Ia menuntut langkah-langkah yang lebih nyata di lapangan untuk merespons potensi lonjakan kebutuhan masyarakat yang biasanya mulai naik sebelum memasuki bulan puasa.
“Pentingnya kesiapan penuh, konkret, dan terukur bukan hanya sebatas antisipasi dalam menghadapi potensi lonjakan kebutuhan masyarakat,” ujar Saefuddin dalam Rapat Koordinasi Internal Pengendalian Inflasi di Balai Kota, Senin 19 Januari 2026.
Stok Pangan dan Pemetaan Harga
Berdasarkan data Bulog Samarinda, ketersediaan beras saat ini mencapai 8.670 ton. Stok ini, bersama komoditas minyak goreng Minyakita, dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan warga hingga tiga bulan ke depan.
Meski stok terjaga, Dinas Perdagangan Samarinda melaporkan adanya anomali pada beberapa harga komoditas strategis. Saat ini, harga beras, minyak goreng, daging ayam, cabai, dan bawang putih terpantau masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Namun, komoditas seperti gula pasir, daging sapi, telur ayam ras, dan kedelai tercatat sudah melampaui batas HET yang ditetapkan.
Soroti Inflasi Tiket Pesawat
Selain pangan, sektor transportasi menjadi poin krusial dalam rapat tersebut. Data BPS Samarinda menunjukkan sektor transportasi mencatatkan kenaikan inflasi tahunan sebesar 1,58 persen, dengan andil terbesar dipicu oleh fluktuasi tarif angkutan udara.
Merespons hal tersebut, Saefuddin meminta Dinas Perhubungan segera merumuskan langkah pengendalian tarif dengan pihak terkait. Tujuannya agar lonjakan harga tiket pesawat menjelang musim mudik tidak membebani daya beli masyarakat.
Intervensi Pasar dan Bantuan Sosial
Sebagai langkah konkret di lapangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapang) Samarinda telah menjadwalkan Gerakan Pasar Murah (GPM) di lima kelurahan strategis pada Februari mendatang:
- Bukuan, Rawa Makmur, dan Loa Bakung: 3–5 Februari 2026.
- Sungai Kapih dan Gunung Lingai: 10–11 Februari 2026.
Selain pasar murah, pemerintah juga akan menyalurkan bantuan pangan kepada 450 kepala keluarga di tiga kecamatan untuk meringankan beban ekonomi warga prasejahtera.
Di sisi lain, Satgas Pangan Polresta Samarinda akan mengintensifkan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar tradisional dan distributor guna mencegah praktik penimbunan. Menutup koordinasi tersebut, Saefuddin Zuhri meminta seluruh elemen TPID tetap konsisten melakukan monitoring di lapangan.
“Terima kasih, ini adalah kerja rutin yang harus terus kita jaga. Mari kita monitor bersama dan sampaikan kepada seluruh perangkat daerah. Tujuannya satu, menjaga inflasi tetap stabil demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (ens)
-
GAYA HIDUP4 hari agoEkonomi Lagi Sulit? Ini 9 Cara Healing Murah Meriah Tanpa Bikin Dompet Menjerit
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoKasus Ajudan Gubernur Kaltim Usai Demo, Bagaimana Perkembangan Terbarunya?
-
POLITIK4 hari agoWagub Seno Aji Minta Maaf ke Prabowo Usai Absen Rakornas, Pilih Tangani Karhutla Kaltim
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoAntrean BBM di Kaltim Belum Tuntas, Rudy Mas’ud Minta Pertamina Jaga Pasokan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoKarhutla Kaltim Mulai Menurun, Apakah Ancaman Asap dan Kekeringan Sudah Berakhir?
-
POLITIK5 hari agoUsai Demo Besar di Samarinda, Ini Janji Rudy Mas’ud kepada Mahasiswa
-
SAMARINDA2 hari agoPolresta Samarinda Amankan 37 Orang Dugaan Pencurian Kabel Bermodus Penggalian Jalan
-
BALIKPAPAN3 hari agoPadel Makin Dilirik di Balikpapan, Berapa Biaya Main dan Bagaimana Cara Memulainya?

