SEPUTAR KALTIM
BMKG Petakan Cuaca Kaltim Akhir Januari 2026: Dominan Hujan Menengah, Sifatnya Bawah Normal
BMKG Samarinda prediksi cuaca Kaltim 21-31 Januari 2026 didominasi hujan kategori menengah dengan sifat Bawah Normal. Wilayah Paser catat hari tanpa hujan terpanjang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda merilis proyeksi cuaca untuk wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Pada periode akhir bulan, yakni 21–31 Januari 2026.
Berdasarkan analisis data meteorologi, sebagian besar wilayah Benua Etam prediksinya masih akan diguyur hujan. Namun dengan intensitas dan distribusi yang bervariasi di tiap kabupaten/kota.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, menjelaskan bahwa secara umum Kaltim berpotensi mengalami curah hujan kategori Menengah. Yakni berkisar antara 50 hingga 150 milimeter (mm). Peluang terjadinya hujan di kategori ini tercatat cukup tinggi, mencapai lebih dari 80 persen.
“Namun bagian timur hingga selatan wilayah Provinsi Kalimantan Timur diprediksi mengalami curah hujan kategori Rendah (0-50 mm) dengan peluang hujan lebih dari 60 persen,” jelas Riza dalam keterangan resminya, Kamis 22 Januari 2026.
Sifat Hujan Bawah Normal
Lebih rinci, data prakiraan deterministik untuk Dasarian III Januari 2026 menunjukkan bahwa curah hujan di mayoritas wilayah Kaltim akan bergerak di angka 20 hingga 100 mm (kategori Rendah hingga Menengah).
Menariknya, meski hujan masih turun, BMKG mencatat sifat hujannya masuk dalam kategori Bawah Normal (50-84 persen). Artinya, intensitas hujan yang turun akan sedikit lebih rendah dari pada rata-rata klimatologis pada periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya.
Pengecualian terjadi di sebagian kecil wilayah, seperti Kabupaten Kutai Timur bagian barat dan Berau bagian barat. Di dua kawasan ini, sifat hujan prediksinya berada di kategori Normal (85-115 persen).
Pantauan Hari Tanpa Hujan
Selain potensi hujan, BMKG juga memonitor durasi hari kering atau Hari Tanpa Hujan (HTH). Hasil pemantauan menunjukkan mayoritas wilayah Kaltim mengalami jeda hujan dengan kategori Sangat Pendek (1–5 hari) hingga Pendek (6–10 hari).
Kecamatan Muara Komam di Kabupaten Paser tercatat sebagai wilayah dengan durasi kering paling lama pada periode pemantauan kali ini, yakni mencapai 9 hari tanpa hujan.
Data ini harapannya dapat menjadi acuan bagi masyarakat, petani, maupun sektor terkait dalam merencanakan aktivitas di penghujung Januari 2026. (ens)
-
BERAU3 hari agoKabut Asap Karhutla, Sekolah di Berau Terapkan Belajar dari Rumah hingga 19 September
-
SEPUTAR KALTIM4 hari ago134 Hotspot Terdeteksi di Kaltim, Asap Mulai Ganggu Penerbangan dan Aktivitas Warga
-
BALIKPAPAN3 hari ago160 Masjid di 8Kalimantan Terhubung Internet Lewat Program Masjid Berdaya Indosat
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoISPU Kaltim Memburuk, Kutai Barat Masuk Kategori Berbahaya dengan Nilai 363
-
PARIWARA10 jam agoBAF Friends Festival di Yamaha Sentral Balikpapan, Ada Service dan Ganti Oli Gratis
-
KUKAR1 hari agoErau Adat Kutai 2026 Masuk KEN, Budaya Kutai Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif
-
NUSANTARA1 hari agoKaltim Juara Umum MTQ Nasional 2026, Piala Bergilir Kembali ke Bumi Etam
-
EKONOMI DAN PARIWISATA5 jam agoHarga Sawit Kaltim Naik, TBS Umur 10–20 Tahun Tembus Rp3.604 per Kg

