Connect with us

INTERNASIONAL

Dari Malaysia hingga Makau, Ini Deretan Tradisi Unik Merayakan Imlek di Belahan Dunia

Published

on

Dari hadiah nanas di Malaysia hingga libur 5 hari di Makau, simak keunikan ragam tradisi perayaan Tahun Baru Imlek di berbagai negara berikut ini.

Tahun Baru Imlek merupakan salah satu perayaan terbesar yang diperingati oleh masyarakat keturunan Tionghoa di seluruh dunia. Inti dari perayaan ini adalah momen rekonsiliasi, reuni keluarga, dan harapan akan keberuntungan di tahun yang baru.

Meskipun esensinya sama, setiap negara memiliki cara unik dalam merayakannya, memadukan budaya asli Tiongkok dengan kearifan lokal.

Berikut adalah potret ragam tradisi perayaan Tahun Baru Imlek di berbagai belahan dunia:

1. Indonesia

Di Indonesia, Tahun Baru Imlek telah menjadi hari libur nasional. Menjelang perayaan, berbagai kawasan akan bersolek dengan ornamen serba merah.

Tradisi berkumpul bersama keluarga diiringi dengan sajian khas seperti kue keranjang, kue lapis, dan mi panjang umur. Memberikan pohon jeruk kecil sebagai hadiah dan membagikan angpao juga menjadi kebiasaan yang melekat.

Tak ketinggalan, pertunjukan barongsai dan liong turut memeriahkan suasana di berbagai tempat umum.

2. Malaysia

Kemeriahan Imlek juga terasa kental di Malaysia, yang memiliki populasi masyarakat keturunan Tionghoa cukup besar. Selain pertunjukan barongsai dan dekorasi merah, ada satu buah yang menjadi primadona saat Imlek di Malaysia, yaitu nanas.

Buah ini kerap dijadikan hantaran karena dipercaya sebagai simbol kebahagiaan dan pembawa keberuntungan.

3. Singapura

Singapura menetapkan Imlek sebagai hari libur nasional selama dua hari. Kemeriahan perayaan dapat dirasakan di Kreta Ayer Square, yang dipenuhi pasar kaget, parade, hingga pertunjukan akrobatik.

Salah satu tradisi unik di Singapura adalah saling memberikan hadiah dua buah jeruk di dalam kantong kertas, yang melambangkan keberuntungan berlipat ganda.

Di meja makan, tradisi prosperity toss atau yusheng menjadi kegiatan wajib, di mana anggota keluarga berlomba mengangkat bahan makanan setinggi mungkin dengan harapan mendapat berkah yang lebih besar.

4. Vietnam

Di Vietnam, Tahun Baru Imlek dikenal dengan sebutan Tết. Perayaannya bisa berlangsung hingga satu minggu. Hidangan khas yang wajib ada antara lain banh chung (kue ketan berisi kacang dan daging babi) serta manisan buah.

Sebuah tradisi unik terkait Tết adalah kepercayaan bahwa tamu pertama yang berkunjung ke rumah akan menentukan keberuntungan keluarga tersebut sepanjang tahun. Oleh karena itu, masyarakat kerap mengundang orang-orang yang dianggap membawa energi positif untuk menjadi tamu pertama mereka.

5. Filipina

Pusat perayaan Imlek di Filipina berada di distrik Binondo, Manila, salah satu kawasan pecinan tertua di dunia. Selain tarian naga, barongsai, dan pesta kembang api, masyarakat Filipina juga merayakannya dengan menyantap tikoy (kue beras khas tahun baru).

Tradisi unik lainnya adalah menggantung delapan jenis buah berbentuk bulat di rumah sebagai simbol kemakmuran dan keberuntungan.

6. Kamboja

Meskipun bukan hari libur nasional, masyarakat keturunan Tionghoa di Kamboja tetap merayakan Imlek dengan khidmat.

Mereka berkumpul bersama keluarga, menyajikan hidangan tradisional, dan berdoa kepada leluhur sebagai bentuk penghormatan. Tradisi saling berkunjung dan membagikan angpao juga tetap dijalankan.

7. Korea Selatan

Di Korea Selatan, perayaan Imlek dikenal sebagai Seollal. Momen ini dimanfaatkan untuk pulang kampung, berkumpul bersama keluarga, dan memberikan penghormatan kepada orang tua serta leluhur.

Selama perayaan, masyarakat mengenakan pakaian tradisional Hanbok. Hidangan khas yang disajikan antara lain tteokguk (sup kue beras) dan galbi jjim (iga rebus). Berbagai permainan tradisional juga turut memeriahkan suasana.

8. Jepang

Meskipun secara resmi merayakan tahun baru pada 1 Januari, perayaan Imlek tetap berlangsung meriah di beberapa wilayah di Jepang, seperti di pecinan Yokohama, Kobe, dan Nagasaki.

Festival lentera, pertunjukan barongsai, dan berbagai promosi menarik di pusat perbelanjaan menjadi daya tarik utama, terutama bagi wisatawan asing.

9. Taiwan

Tradisi Imlek di Taiwan sangat dipengaruhi oleh budaya dari provinsi Fujian, Tiongkok. Selain mendekorasi rumah dengan ornamen merah dan memuja dewa bumi, warga Taiwan juga memiliki tradisi melepaskan lampion ke langit.

Sebelum diterbangkan, lampion tersebut ditulisi berbagai harapan dan doa untuk tahun yang baru. Pasar Dihua Street di Taipei selalu dipadati jutaan pengunjung yang berburu perlengkapan Imlek.

10. Makau

Makau menjadikan Imlek sebagai momen liburan panjang, dengan kebijakan libur kerja hingga lima hari. Hal ini memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk benar-benar menikmati waktu bersama keluarga, merayakan tradisi, dan beristirahat.

11. Negara-Negara Barat (AS, Inggris, Australia)

Perayaan Imlek juga menggema di luar Asia. Di Amerika Serikat, pecinan di New York dan San Francisco menggelar parade meriah, kembang api, dan bahkan kontes kecantikan Miss Chinatown USA.

Di London, Inggris, perayaan Imlek di Trafalgar Square diklaim sebagai salah satu yang terbesar di luar Asia. Sementara itu, di Sydney, Australia, ikon kota seperti Opera House dan Harbour Bridge akan disinari cahaya merah, diiringi dengan pemasangan lentera berbentuk shio di berbagai sudut kota.

Perbedaan tradisi ini menunjukkan bagaimana budaya Tionghoa mampu beradaptasi dan berpadu harmonis dengan nilai-nilai lokal di berbagai negara, menjadikan perayaan Tahun Baru Imlek sebagai mosaik budaya global yang kaya warna dan makna. (ens)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.