GAYA HIDUP
6 Rekomendasi Kegiatan Ngabuburit Seru dan Produktif untuk Menunggu Waktu Berbuka
Menunggu waktu berbuka tak melulu harus rebahan. Simak 6 rekomendasi kegiatan ngabuburit seru dan produktif selama bulan suci Ramadan di sini.
Istilah ngabuburit telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi masyarakat Indonesia setiap kali bulan suci Ramadan tiba. Berakar dari bahasa Sunda, yakni kata burit yang berarti sore hari, ngabuburit secara harfiah dimaknai sebagai kegiatan bersantai sembari menunggu waktu azan Magrib berkumandang.
Waktu menjelang berbuka puasa sering kali terasa berjalan lebih lambat jika hanya dihabiskan dengan berdiam diri atau sekadar menatap layar gawai. Padahal, ada banyak cara untuk membuat rutinitas sore ini menjadi lebih hidup, bermanfaat, dan tidak menguras energi.
Berikut adalah enam pilihan kegiatan ngabuburit yang produktif dan menyenangkan untuk mengisi waktu luang selama bulan puasa:
1. Eksplorasi Kuliner dan Berburu Takjil
Kegiatan paling ikonis selama bulan puasa adalah mengunjungi pasar kaget atau sentra kuliner dadakan yang menjajakan aneka takjil.
Suasana pasar sore yang ramai menawarkan berbagai pilihan hidangan khas Ramadan, mulai dari kolak, es buah, hingga aneka jajanan tradisional. Mengitari area penjual takjil tidak hanya efektif mengalihkan rasa lapar, tetapi juga turut mendukung roda perekonomian pelaku usaha kecil.
Meski begitu, manajemen pengeluaran tetap diperlukan agar tidak kalap berbelanja dan menyesuaikan porsi makanan dengan kebutuhan.
2. Berkreasi Menyiapkan Hidangan Berbuka
Bagi yang lebih menyukai aktivitas di dalam rumah, meracik menu berbuka puasa di dapur bisa menjadi pilihan yang tepat. Kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk bereksperimen dengan resep-resep baru, seperti meracik minuman segar atau memasak hidangan favorit keluarga.
Selain memastikan kebersihan dan kualitas bahan makanan, proses memasak yang dilakukan bersama anggota keluarga akan menciptakan momen kebersamaan yang hangat sebelum waktu berbuka tiba.
3. Olahraga Ringan di Sore Hari
Berpuasa bukan halangan untuk tetap menjaga kebugaran fisik. Aktivitas olahraga ringan seperti bersepeda santai, peregangan otot, yoga, atau sekadar berjalan kaki mengitari lingkungan sekitar sangat direkomendasikan.
Waktu terbaik untuk melakukannya adalah sekitar 30 hingga 45 menit sebelum waktu berbuka. Dengan begitu, energi yang terkuras dapat segera tergantikan saat azan Magrib tiba, dan tubuh justru akan terasa lebih segar dan terhindar dari rasa lemas.
4. Memperkaya Spiritual dan Pengetahuan
Bulan Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk memperdalam nilai-nilai spiritual dan memperluas wawasan. Waktu ngabuburit sangat ideal dialokasikan untuk membaca Al-Qur’an secara rutin guna mencapai target khatam di akhir bulan.
Alternatif lainnya adalah mendengarkan kajian agama (kultum) melalui siniar (podcast), atau membaca buku-buku literatur, novel, dan bacaan ringan lainnya yang inspiratif.
5. Relaksasi Diri dan Menikmati Hiburan
Bagi pekerja yang telah menghabiskan banyak energi dari pagi hingga sore, ngabuburit bisa diisi dengan kegiatan relaksasi mutlak. Melakukan maraton film atau serial televisi merupakan cara ampuh untuk membuat waktu berjalan terasa lebih cepat.
Selain itu, kegiatan hiburan juga bisa diisi dengan bermain board game bersama keluarga, atau melakukan perawatan diri sederhana di rumah, seperti mengaplikasikan masker wajah dan berendam air hangat.
6. Menata Tempat Tinggal dan Berkebun
Menciptakan lingkungan yang bersih dan asri akan membuat suasana berbuka puasa menjadi jauh lebih nyaman. Kegiatan seperti menyapu, merapikan kamar, atau menata ulang ruang keluarga bisa dilakukan secara bertahap setiap sorenya.
Bagi pencinta tanaman, merawat kebun di sore hari—seperti menyiram tanaman atau memangkas daun kering—merupakan aktivitas terapeutik yang efektif untuk meredakan stres sekaligus mempercantik area hunian.
Berbagai pilihan kegiatan tersebut membuktikan bahwa ngabuburit tidak sekadar rutinitas menghabiskan waktu menunggu azan Magrib, melainkan momentum untuk tetap produktif, menjaga kesehatan, dan mempererat kebersamaan.
Dengan manajemen waktu serta penyesuaian intensitas aktivitas yang tepat, momen menyambut waktu berbuka puasa akan terasa jauh lebih bermakna dan terhindar dari rasa lelah yang berlebihan. (ens)
-
LIPUTAN KHUSUS2 hari agoRumah Lunas, SHM Tak Pernah Terbit: Kisah 35 Tahun Penantian Warga Perumahan Korpri Loa Bakung
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoHari Lahir Pancasila 2026, Kaltim Teguhkan Semangat Persatuan di Tengah Tantangan Zaman
-
SAMARINDA3 hari agoBelajar Pancasila dengan Cara Menyenangkan, Siswa Sekolah Rakyat Samarinda Ikut Lomba Desain hingga Kuis Kebangsaan
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoRameliani Bangga Jadi Pembaca UUD 1945 di Hari Lahir Pancasila, Ajak Pemuda Jaga Persatuan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoKuasa Hukum Agus Hari Kusuma Nilai Tuntutan Jaksa dalam Kasus DBON Kaltim Tidak Berdasar Fakta Persidangan
-
PARIWARA2 hari agoGEAR ULTIMA Tembus Jalur Ekstrem Gunung Sinabung, Tetap Tangguh Meski Diguyur Hujan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoKorupsi Dana DBON Kaltim Masuki Babak Akhir, Eks Kadispora Dituntut 3,5 Tahun dan Ketua Pelaksana 6 Tahun Penjara
-
OLAHRAGA21 jam agoMusorprov KONI Kaltim Tetapkan Calon Tunggal Ketua, KONI Pusat Ingatkan Bahaya Konflik Internal

